Agrowisata Munduk Nangka – Ubudnya Bali Barat

Jika kalian pernah ke Ubud, pasti yang terlintas adalah terasering padi yang menjadi icon di sana, nah hampir sama dengan yang ada di Jembrana sini. Munduk Nangka berada di Banjar Tangi Meyeh, Desa Berangbang, Kabupaten Jembrana, Bali. Agrowisata dengan panorama terasering persawahan yang cukup luas ini menjadi salah satu alternative dan unggulan wisata di sekitar Kota Negara. Loh kok Kota Negara? Emang deket kok kalau kita naik kendaraan, bukan jalan kaki loh!

********

Awalnya iseng-iseng aja buka googlemaps, apasih tempat yang menarik di dekat rumah kontrakan kami yang berada di Kota Negara. Jujur aja aku boring diam di rumah aja weekend ini, kaki sudah gatal pengen jalan-jalan. Namun hal itu berbeda dengan istriku, dia ingin di rumah aja karena menganggap wisata di sini yang bagus berada jauh dari rumah. Ketemulah Munduk Nangka di handphoneku. Seperti apakah Munduk Nangka? Aku pun tidak tahu, istri yang setiap hari tinggal di sini juga tidak mengetahuinya.

Siang menjelang sore hari, aku sudah bersiap dengan memanaskan motorku. Eh Si Nyonya nanya dan mau ikut, ya baiklah lebih bagus kan jalan-jalan berdua daripada sendirian ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Meskipun udah sering pula aku pergi sendiri. Bedanya ada teman yang bisa diajak ngobrol sambil nongkrong. Kalau sendiri apa yang kamu lakukan Ron? Hmm paling sering sih bengong sendirian, kalau jenuh sendirian ya nyari orang sekitar untuk cerita-cerita, kadang hanya dengerin orang-orang ngobrol. Dibuat simple aja kan!

Kali ini aku menugaskan nyonya untuk memegang handphone sambil memandu kita menuju ke Munduk Nangka. Tentu saja didampingi oleh suara petunjuk yang ada di Googlemaps. Emang sengaja sih pakai suara petunjuk googlemaps, soalnya sering salah paham karena miss communication. Ya aku pribadi sih memaklumi otak pria dan wanita berbeda, meskipun maksud dan tujuannya sama tapi komunikasinya berbeda. So, terima aja kurang dan lebihnya pasangan kita. Walah kok jadi curhat?!

Menjelang memasuki daerah agrowisata, kita dikejutkan dengan jalan beraspal yang menurun tajam. Eh tapi kok terasa tidak curam ya? Ternyata hanya ilusi saja karena jalannya yang panjang membentuk seperti mangkuk yang besar. Yuks langsung parkir aja masuk ke area agrowisata!

Kawasannya seperti café sederhana ala-ala di Ubud, namun memiliki daerah persawahan yang sangat luas. Selain itu di sini dibangun dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Café dengan kayu-kayuan di atas sawah, tenda-tenda sederhana yang instagram-able. Makanan dan minumannya juga sederhana yang dapat mengantarkan kita untuk menikmati pemandangan. Sesaat meminum kopi sambil menghirup udara yang segar, ada suara gamelan Bali  khas Jembrana yang disebut dengan Jegog. Awalnya aku pikir hanya suara dari pemutar music aja, eh tapi kok suaranya natural banget? Tolah-toleh kanan kiri depan belakang, akhirnya ketemu juga. Ternyata ada anak kecil yang memainkannya. Wah keren juga ya.

JemberTraveler Munduk Nangka2

Salah satu tenda yang dibuat menarik dan sederhana

JemberTraveler Munduk Nangka3

Es buah yang kita cicipi

Cukup lama kita duduk-duduk menikmati pemandangan, udaranya mengalir cukup kencang di sini seperti di negara anginnya Avatar Aang. Bahkan gelas kopiku yang kosong juga ikut bergelinding karena tak kuasa melawan angin. Jadi kita keluar dari “café” untuk jalan-jalan ke tempat sekitar, beberapa bagian dibangun spot-spot selfie sehingga banyak sekali muda-mudi hingga keluarga yang mengantri untuk berfoto ria di sana. Kamu gak berfoto ria juga Ron? Enggak lah, lebih baik jalan-jalan lah.

JemberTraveler Munduk Nangka5

Salah satu spot selfie untuk para pemburu like dan follower di sosial media

JemberTraveler Munduk Nangka4

Saat berkeliling ada beberapa kandang semi permanen untuk ternak

JemberTraveler Munduk Nangka1

Seorang anak sekitar yang sedang main layang-layang

Waktu menjelang malam kita pulang aja deh, walaupun di sini kalau malam juga menarik karena café-nya diberi lampu warna-warni.

Yang menarik kali ini adalah aku dapat menyalurkan rasa kebosanan gak keluar rumah, istriku juga menemukan semangat lagi dari rasa suntuk. Jadi temukan tempat baru yang belum pernah kalian temui, yang sederhana aja. Nanti kalian akan menemukan kejutan, inspirasi, dan semangat yang baru.

Tonton aja nih sekilas Munduk Nangka di-link bawah ini :

 

2018 15 Juli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s