Pulau Tabuhan – It’s (not) Private Island

Pulau Tabuhan adalah sebuah pulau kecil berada di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Keistimewahan dari pulau di Timur Pulau Jawa ini yaitu memiliki pasir yang berwarna putih. Bisa dikatakan pulau ini tanpa penghuni karena tidak memiliki penduduk yang bermukim.

IMG_20160807_052842-01

Pulau Tabuhan

********

Menghadapi kehidupan memang terasa cukup berat jika tidak diiringi dengan kerja keras, kesabaran, dan berdoa. “Beginilah kehidupan,” seperti yang dikatakan Patkai adiknya Sun Gokong. Eh emang Si Patkai ngomong gitu? Bukannya “Beginilah cinta.”? Terus kelanjutannya, “Deritanya tiada berakhir.” Ya pasti berakhir dong, roda kan terus berputar. Gak selamanya berada di bawah kan!

Setelah berkutat sekitar setahun berjuang untuk mendapatkan pekerjaan tetap dan memulai pekerjaan baru di Banyuwangi, akhirnya ada waktu senggang di hari Sabtu Minggu. Saatnya kita menyalakan lagu reggae santai, lagu pantai ala Steven and Coconut Treez.

Ini adalah pengalaman kedua mengunjungi Pulau Tabuhan. Pada pengalaman sebelumnya saya bersama teman-teman Banyuwangi yang menyeberang dari Pantai Watu Dodol. Nah  kali ini berbeda lah. Ada temen dari komunitas Jember Backpacker yang tiba-tiba memberi kabar bahwa mereka sudah di Banyuwangi. Wah mendadak banget , berhubung punya rencana mau pulang ke rumah Jember. Ah ya sudahlah tinggal telpon orang rumah aja ngabarin kalau batal pulang. Hahaha mumpung masih jomblo ya kan, semua jadwal weekend kosong semua.

Temen-temen dari Jember ternyata sudah nongol di depan kosan. Yah ya ya semacam dijebak dan wajib ikut. Gak masalah, lah wong saya juga pengen ikutan. Malam hari aku mengajak mereka menuju Pantai Watu Dodol untuk menyeberang. Loh tapi beberapa motor kok lanjut terus ke arah Utara.

Hmm ada apa nih?

Ternyata ada yang punya kenalan untuk menyeberang ke pantai yang lebih dekat dengan Pulau Tabuhan, ya langsung gas aja ke sana. Sesampai di sana agak-agak Zonk. Kapal belum bisa berangkat karena air laut sedang surut. Yah kita ngrumpi-ngrumpi bego sambil nunggu air laut pasang. Nyamuk-nyamuk liar juga ikutan nimbrung ngrumpi sambil menyedot darah kami. Beruntunglah ada yang membawa lotion anti nyamuk.

“Mas, ayo kita siap-siap berangkat!,” suara dari beberapa nelayan local di Pantai Kampe. Wah mendadak mata menjadi menyala seperti lampu strongking berbahan bakar spirtus.

Ada yang tahu lampu strongking? Kamu tahu?

Kalau ada yang tahu lampu strongking, berarti kalian sudah tua ya. Hahaha.

Penyeberangan tidak terlalu lama kok, sekitar 15-20 menit. Kita langsung menepi di pantai Pulau Tabuhan. Ada beberapa nelayan yang bermalam untuk beristirahat sambil melepas lelah setelah menangkap ikan. Kami pun mendirikan tenda dan melanjutkan tidur yang bersambung layaknya sinetron India. Ho ho ho ho hoaaammm.

Mimpinya sedang bercengkrama dengan Kareena Kapoor tetiba seperti sinyalnya hilang karena ada teman yang membangunkan untuk menunggu matahari terbit. Ok lah hayuk kita jalan-jalan sambil mencari spot yang tepat untuk melihat matahari terbit.

Beruntunglah suasana hati penjaga langit sedang bagus-bagusnya sehingga awan tidak mengganggu pemandangan matahari terbit. Tidak terasa kami memutari pulau yang relatif kecil tersebut. Sama sekali tidak terasa capek, ya maklum lah kan kami harus belaian pemandangan.

IMG_20160807_055650-01-01

IMG_20160807_061131-01

Hahaha mblo mblooo jablay banget loh!!!

Langit sudah mulai terang, pasir pantai menjadi putih berkilauan. Keren abis dah! Ya tinggal nyeburin diri aja. Ada yang bawa laybag juga, lumayan lah foto-foto kekinian buat update Profile Picture di sosmed. Muehehehehe.

IMG_20160807_062857-01

Berpasir putih

IMG_20160807_065204-01

Cuma kita mesti hati-hati kalau berenang di sekitar garis pantai pulau ini, banyak terumbu karang yang masih muda rawan patah seperti hatimu mblo. Hahahaha.

IMG_20160807_071357-01

IMG_20160807_064154-01

Selain itu kita perlu belajar memahami arus laut di sekitar pantai dan pandai berenang lah. Jika tidak, tanpa kita sadari malah terbawa arus. Jadi harus ada orang lain yang saling mengawasi biar safety trip ya kan.

IMG_20160807_061326-01

Matahari mulai terasa panas, saya tidak pernah membawa tabir surya. Kalau liburan, biar tambah hitam ya kagak masalah. Menghitam ya menghitam aja, gak perlu alay takut hitam. Kalau ga mau hitam, ya di rumah aja ngomong-ngomong sama tembok ya kan.

IMG_20160807_060918-01

Sudah dapat ditebak kalau perjalanan pulang menyeberang ke pantai asal, aku habiskan untuk tidur. Tapi rencana berubah sejak ada suara kita akan mampir ke penangkaran hiu di Bangsring Underwater yang tidak jauh dari tempat kami.

IMG_20160807_092009-01

Rumah Apung Bangsring

Wah rencana dadakan lagi yang mengejutkan. Kita dapat renang bersama ikan-ikan terutama hiu. Eh tapi jangan dibayangkan seperti hiu yang ada di bioskop loh ya, itu kan film. Berbeda kok dengan yang aslinya, meskipun tetap berhati-hati selama kita tidak mengganggunya. Ya kan sama aja sih, kalau kita tidak mau diganggu ya jangan ganggu dong.

IMG_20160807_095428-01

Selesailah perjalanan kali ini, aku kembali ke kosan. Teman-teman kembali ke Jember dengan diiringi turunnya hujan. Suatu pengalaman di luar dugaan.

 

JT AUG 7 2106

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s