Kampung Nelayan Chew Jetty di Penang

Penang memiliki banyak destinasi dan kuliner beragam yang menarik untuk dinikmati. Mungkin kalian dapat duduk santai sambil menyantap nasi kandar dan berekspresi yang menarik dengan mural-mural yang ada. Namun selain itu, Penang juga memiliki sebuah kampung yang cukup bersejarah loh! Kampung ini bernama Chew Jetty dan menjadi salah satu ciri khas dan destinasi unik yang bisa kalian kunjungi.

Pengunjung memasuki gerbang Chew Jetty

Pengunjung memasuki gerbang Chew Jetty

 

Kami melanjutkan keceriaan hari ini dengan mengunjungi kampung nelayan yang tidak jauh dari museum 3D tadi. Kampung nelayan ini dapat dikatakan sebagai kampung terapung seperti pada mula-mulanya mereka datang ke Penang. Sebagian besar mereka berasal dari Tiongkok. Hanya saja kehidupan yang sekarang jauh lebih sejahtera dibandingkan kehidupan lelulur mereka saat pertama kali bermigrasi untuk mengungsi karena perang dan tidak memiliki apa-apa. Mereka akhirnya membangun peradaban di tepi pulau dan bekerja dengan berdagang maupun buruh angkut seperti yang ada pada ilustrasi di Museum 3D yang kami kunjungi sebelumnya.

Kampung nelayan ini berada di Pengkalan Weld yang masih berada di Georgetown. Balok-balok kayu menjadi jalan dan rumah-rumah kayu di Chew Jetty. Beberapa furniture mereka ada yang masih kuno dan tetap dipertahankan, ada pula yang baru dan bagus-bagus. Listrik juga sudah masuk di kawasan ini. Kehidupan mereka sudah modern. Kawasan ini ternyata sudah dijadikan kawasan wisata. Penduduknya ada yang menjual gorengan dan souvenir selain itu ada beberapa mesin penjualan makanan dan minuman yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung. Pada siang hari, cuaca di sini terasa cukup panas meskipun ada AC yang menyala di dalam rumah-rumah.

Rumah di Chew Jetty

Rumah di Chew Jetty

 

Rumah khas di Chew Jetty

Rumah khas di Chew Jetty

 

Seorang warga melayani pengunjung

Seorang warga melayani pengunjung

 

Papan petunjuk jalan

Papan petunjuk jalan

 

Di penghujung jalan di Chew Jetty yang mengarah ke laut, ada sebuah kuil yang dipakai oleh penduduk maupun wisatawan untuk sembahyang. Eh di saat mau mengambil gambar orang sedang beribadah dari luar klenteng, ternyata ibu yang mau sembahyang menoleh ke aku. Yahhhh ketahuan deh! Hehehe maap ya bu!

Tempat sembahyang

Tempat sembahyang

 

Depan klenteng sembahyang

Depan klenteng sembahyang

 

Selain menjadi objek untuk mengambil gambar dan sembahyang, pengunjung juga dapat mencari ikan di pinggir laut yang berdekatan dengan rumah Chew Jetty. Nah semakin menarik kan!

Pengunjung mencari ikan

Pengunjung mencari ikan

 

Hmmm. Sayangnya waktuku dengan Andre sudah hampir habis di Penang karena mendekati waktu pesawat kami untuk kembali ke Kuala Lumpur. Di sinilah kami berpisah dengan Aswin, Stephen, dan Yan Yu. Eason yang baik hati mengantarkan kami sampai ke bandara.

Rombongan kami

Rombongan kami

 

Sebuah pengalaman baru yang menyenangkan, mendapatkan sahabat baru yang hangat dan sangat membantu di luar ekspektasi kami.

Lalu kalau pengen tau info tentang Penang 3D Trick Art Museum bisa melihat di web www.penangtrickart.com. Jika kalian ingin melihat referensi wisata yang lain di Penang, kalian kunjungi saja www.visitpenang.gov.my .

Semoga cerita perjalanan ini dapat menginspirasi sekaligus menghibur ya!

Salam ^_^

JT 14 17May

Advertisements

2 responses to “Kampung Nelayan Chew Jetty di Penang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s