Mengejar Berkas Matahari di AIR TERJUN SEPUTIH

Air Terjun Seputih ada di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Untuk dapat ke sana, jika memulai perjalanan dari Jember kota, kalian dapat memulai perjalanan menuju ke arah Timur ke arah Kabupaten Banyuwangi. Ketika sampai di pom bensin di Mayang, ambillah jalan ke kanan dan nantinya akan ketemu langsung dengan perempatan. Perempatan itu jika ke kiri akan ke arah Banyuwangi, jika ke kanan akan kembali ke arah Jember. Nah untuk ke air terjun kalian harus lurus saja, nanti akan ketemu dengan papan petunjuk arah. Ikutilah petunjuk arah itu dan sesekali bertanyalah pada penduduk sekitar karena kalian sudah dekat dengan air terjun yang ingin kalian kunjungi.

Papan petunjuk ke Air Terjun Seputih

Papan petunjuk ke Air Terjun Seputih

++++++++ SEBELUMNYA ++++++++

Pada kali ini, aku merencanakan perjalanan bersama salah satu pemburu air terjun di Jember. Tentu saja temanku ini memiliki pengetahuan yang lebih banyak terutama tentang air terjun yang ada di Jember. Temanku ini bernama Jaya, ia nantinya akan mengantarkan aku dan teman-teman untuk mencari air terjun yang ada di Desa Sumbersalak kala itu.

Rencananya adalah untuk mengunjungi air terjun dan mengejar berkas sinar matahari di dekat Air Terjun Seputih. Aku pun mengajak beberapa teman yang lain untuk ikut mengunjungi bersama. Kalau jalan-jalan kan gak boleh egois toh! Jadi harus rendah hati dengan mengajak teman yang lain meskipun yang ikut itu sedikit. Yang ikut bergabung hanya ada dua orang lagi yaitu Yudha dan Samid. Kami membuat janji untuk bertemu jam 4.30 di depan kawasan kantor Perhutani yang ada di Sumbersari dengan mengendarai sepeda motor.

Aku dan Jaya sudah berada di lokasi pertemuan tapi Yudha dan Samid masih belum datang juga. 10 menit menunggu juga masih belum datang. Saat dihubungi juga masih belum menjawab, mungkin mereka masih dalam perjalanan. Setengah jam pun berlalu mereka pun baru saja datang karena Yudha ketiduran. Ya rencana untuk melihat matahari terbit pun belum tercapai.

Kamipun segera berangkat menuju ke Mayang untuk mencari air terjun. Jalanan masih sepi dan sedikit basah karena hujan. Perjalanan menjadi deg-degan di kala mendekati pom bensin yang ada di Mayang.

BRAAKKKKKK!!!

Ada seorang pemuda yang tergeletak di tengah jalan dengan kepala bersimbah darah. Ia mengalami kecelakaan tunggal dan pemuda itu tidak memakai helm, kemungkinan besar sih orang sekitar sana. Kadang kala mereka meremehkan tidak memakai helm karena sedang melakukan perjalanan yang dekat. Tapi jalanan itu adalah jalanan yang padat dengan kendaraan karena jalan kabupaten juga. Berhubung sudah banyak orang yang menolongnya, kami pun melanjutkan perjalanan yang hampir sampai dengan lebih pelan-pelan dan hati-hati.

Untuk menuju air terjun, kami harus melewati jalan perkampungan yang hanya dapat dilewati oleh sepeda motor dan sepeda saja. Motor dapat dititipkan ke rumah penduduk terakhir yang dekat dengan air terjun. Dari sana kita harus berjalan kaki karena jalanannya semakin sempit dan hanya dapat dilewati  dengan berjalan kaki.

Jalan setapak yang dilewati masih berupa gundukan tanah jadi harus berhati-hati dalam menapakkan kaki karena jalan tersebut licin setelah diguyur hujan. Yang perlu diperhatikan juga yaitu banyak ulat bulu yang bergelantungkan di atas jalan. Hati-hati dengan ulat bulu tersebut karena akan menyebabkan gatal-gatal.

Akhirnya sampai juga kami di Air Terjun Seputih. Keheningan di air terjun ini adalah kelebihannya. Air terjunnya ada dua bagian, bagian bawah adalah air terjun yang agak tinggi, bagian atas agak landai dan dapat dipanjat ke atas untuk melihat sungai yang juga landai. Di tengah-tengah kedua air terjun ada sebuah genangan air berbentuk kolam yang dapat dinikmati sambil berendam.

Air Terjun Seputih bagian bawah

Air Terjun Seputih bagian bawah

 

Air Terjun Seputih bagian atas

Air Terjun Seputih bagian atas

 

Di antara kedua air terjun dihubungkan oleh sebuah kolam

Di antara kedua air terjun dihubungkan oleh sebuah kolam

 

Keheningan air terjun yang masih sepi. Photo by Arif Angga Yudha

Keheningan air terjun yang masih sepi.
Photo by Arif Angga Yudha

Pada saat itu waktu menunjukkan sekitar jam 7 pagi. Beberapa petani lalu lalang melewati air terjun untuk pergi ke sawah. Di samping air terjun ada bukit yang juda dipakai untuk area persawahan juga, kami pun penasaran dan ikut naik. Syukurlah, meskipun matahari sudah tinggi tapi berkas sinarnya terlihat sangat indah dan melewati pepohonan. Dari atas bukit terlihat hamparan sawah menghijau yang ditaburi sinar matahari yang menghangatkan.

Hamparan pematang sawah yang menghijau. Photo by Arif Angga Yudha

Hamparan pematang sawah yang menghijau.
Photo by Arif Angga Yudha

 

Sisa-sisa berkas matahari. Photo by Arif Angga Yudha

Sisa-sisa berkas matahari.
Photo by Arif Angga Yudha

Dilemapun melanda kami. Dilema apaan coba?

Dilema antara ingin mandi air terjun dan mencari makan. Aktivitas yang melakukan perjalanan itu membutuhkan kalori yang cukup banyak sehingga perut akan menjadi lapar. Apalagi kami dari pagi memang belum sarapan.

Ahhhh rupanya perut kami kompak memilih untuk mencari sarapan dulu. Kami menuju Timur ke Kecamatan Silo. Di Garahan, kami berpisah dengan Jaya karena ia harus pulang lalu mengantarkan ibunya. Sedangkan kami bertiga berhenti di depan Stasiun Kereta Api Garahan untuk sarapan pecel yang melegenda di Kabupaten Jember.

Nasi Pecel khas stasiun kereta api Garahan

Nasi Pecel khas stasiun kereta api Garahan

Perjalanan sudah berakhir? Belum dong!

Masih ada kelanjutannya.

Oh ya, masih ingat dengan pemuda yang kecelakaan tadi kan? Sore harinya aku menemani Daniel ke Kantor Satlantas untuk mengambil motornya yang juga kecelakaan di pagi harinya. Motornya diambilnya dengan syarat berdamai dengan keluarga yang menabrak ibunya. Syukurlah mereka tidak apa-apa. Lalu akupun bertanya kepada bapak polisi yang sedang bertugas di kantor tersebut dan menanyakan pemuda yang kecelakaan di depan pom bensin Mayang. Syukurlah pemuda itu masih hidup dan terselamatkan. Puji TUHAN!

Lalu bagaimana tadi yang belum berhasil mendapatkan matahari terbit? Ah itu tidak apa-apa. Perjalanan adalah pengalaman. Matahari terbit adalah bonus. Dan tujuan utamanya adalah pulang ke rumah dengan selamat.

JT 15 12Des

Advertisements

6 responses to “Mengejar Berkas Matahari di AIR TERJUN SEPUTIH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s