KLIA 2 – ASK ME! Diawali dengan DRAMA

Perjalanan ini memang telah terjadi beberapa tahun yang lalu yaitu pada Mei tahun 2014. Pada kali ini (Juli 2013), aku tergiur dengan promo penawaran yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Air Asia. Segera mengecek kalender pada tahun depannya, hmm sudah ketemu tanggal yang cocok buat jalan-jalan. Sepertinya ada yang kurang. Apa ya? Temen jalan-jalan dong! Aku juga menghubungi beberapa teman untuk diajak bepergian bersama tapi belum ada juga yang mau.

Mungkin teman yang satu ini mau diajak bepergian. Aku mencoba BBM temanku yang bernama Andre. Dan rupanya dia mau dan bisa untuk bepergian. Lumayan lah daripada bengong sendirian di jalan. Aku diajaknya untuk mampir ke kantornya karena pada hari itu dia sedang lembur sendirian, kebetulan koneksi internet kantornya kenceng. Aku memilih Kuala Lumpur sebagai salah satu tujuan yang akan kami kunjungi tepatnya sebagai tempat untuk transit saja, waktu itu harganya adalah 600 ribu Rupiah untuk perjalanan Surabaya-Kuala Lumpur PP (pulang pergi). Aku mengecek kembali destinasi yang lain.

Ada yang menarik perhatianku waktu itu yaitu Penang dan Malawi. Harga yang ditawarkan juga sama yaitu 600 ribu untuk KL-Penang (PP), untuk KL-Malawi (PP) juga 600 ribu. Bagaimana kalau diambil semua? Hahaha serakah amat nih bocah kok semua destinasi mau dikunjungi! Kamipun sepakat menambah destinasi ke Pulau Penang yang masih sama di Malaysia.

Tiket sudah di tangan, tinggal tunggu tanggal mainnya saja!

————— 10 bulan kemudian —————–

Hari-hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Setelah menunggu lama ternyata ada hal yang tidak terduga. Kebetulan saat itu aku sedang mencari kerja di Jakarta dan bertemu seorang teman di Jogja yang kebetulan juga sedang membutuhkan orang untuk bekerja di tempatnya. Aku pun ditawari untuk bekerja di Jogja dan untuk segera pindah ke sana. Wah gimana dengan tiket yang sudah dibeli ini? Masa dihangusin dong? Hmmm dengan memberanikan diri, aku mengatakan yang sebenarnya bahwa memiliki rencana untuk pergi ke Malaysia. Beruntunglah permohonanku dikabulkan, pada bulan pertama bekerja diberi izin meskipun tabunganku sebagian besar habis untuk pindah kota dan membeli beberapa kebutuhan di kost. Pada awalnya memang sengaja mau dihanguskan karena uang sakunya dirasa kurang, tapi itu bukan masalah karena Andre mau meminjami uang terlebih dahulu dan dapat dicicil tiap bulannya.

Dari Jogja, aku berangkat menuju ke Surabaya menggunakan bis dengan tujuan Terminal Purabaya pada malam hari. Perjalanan memang aku habiskan untuk tidur, kan pagi hingga sorenya bekerja di tempat baru dan juga memang udah malam. Menjelang subuh sampai juga di terminal, aku mengganti kendaraan dengan naik bus bandara tepatnya Bandara Juanda terminal 2 yang biasanya dipakai untuk penerbangan internasional. Di bandara, sambil menunggu Andre yang berangkat dari Jember, aku habiskan untuk mengisi baterai handphone dan duduk manis memandangi penumpang yang lalu lalang melintas di depanku.

Kira-kira satu jam menjelang pesawat boarding, Andre tidak datang juga. Aku coba untuk menelponnya juga tidak aktif. Tak lama kemudian, ia datang diantarkan oleh teman-temannya. Sepertinya ia melupakan satu hal, ia tidak membawa uang cash rupiah untuk membayar airport tax (pada saat itu belum ada aturan pajak digabungkan dengan tiket pada tahun 2015). Sedangkan mesin ATM di terminal 2 ini juga belum ada karena juga baru beroperasi. Uang rupiahku pun hanya cukup untuk membayar airport tax ku sendiri.

DENG DENG DENG !!!!!

Suasana berubah menjadi panik. Waktu boarding juga semakin mepet, Andre segera menelpon teman yang mengantarkannya tadi untuk kembali ke bandara untuk meminjam uang rupiahnya.

Beruntunglah temannya yang baik mau kembali ke bandara untuk meminjamkan uang. Kamipun masuk ke bagian Imigrasi dan segera masuk ke dalam pesawat yang sudah siap untuk berangkat.

FIUUUHHHH DRAMANYA SELESAI

TAMAAAATTTTTT

Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2

Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2

Siang hari kami sudah sampai di Kuala Lumpur. Kami mendarat di KLIA 2. Bandara ini terbilang baru beroperasi untuk penerbangan publik. Sangat besar dan cukup melelahkan untuk berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain. Pertama kali yang kami lakukan adalah mengunjungi toko yang menjual nomer lokal sekaligus untuk membeli quota internet.

Yang menarik pada bandara ini adalah banyaknya “relawan-relawan” yang membawa papan yang bertuliskan “ASK ME!”. Mereka ada di beberapa tempat.  Wah kira-kira ada apa ya?

Relawan-relawan ini mendatangi pengunjung atau penumpang-penumpang yang kesulitan menjadi tahu pintu keluar maupun informasi mengenai Malaysia. Mereka juga merekomendasikan jalur dan kendaraan kepada penumpang yang baru turun. Mereka tidak hanya dibekali dengan bahasa Inggris dan Melayu saja, mereka juga bisa menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa India serta beberapa bahasa asing yang lain. Wah keren juga ya!

Relawan ASK ME! NB : candid atau ngambil gambarnya diam-diam biar gak kelihatan ndeso

Relawan ASK ME!
NB : candid atau ngambil gambarnya diam-diam biar gak kelihatan ndeso

 

ASK ME!

(Bukan) relawan ASK ME!

Sambil menunggu pesawat yang akan berangkat ke Penang beberapa jam lagi, kami memutuskan untuk mencoba bertanya-tanya kepada “relawan ASK ME!”. Biasa lah, hanya basa-basi sambil menunggu waktu. Tanpa terasa perut terasa lapar. Maklumlah, kami dari pagi belum juga sarapan. Ya sudahlah, kami makan siang di dalam bandara saja. Sambil makan ya mengecas baterai handphone. Suasana bandaranya cukup nyaman untuk transit dan sejuk dibandingkan di luar. Laahhh iya laahh!!! Kan di dalam ada AC-nya!

Makan siang

Makan siang

 

Wall stiker di bandaranya keren! Karpetnya juga enak........ dibuat tidur. Hahahaha langsung dijitak oleh petugas keamanan.

Wall stiker di bandaranya keren! Karpetnya juga enak…….. dibuat tidur. Hahahaha langsung dijitak oleh petugas keamanan.

Tak terasa, waktu berangkat ke Penang hampir tiba. Supaya tidak deg-degan berlari seperti tadi pagi, kami segera menuju ke pintu keberangkatan supaya dapat bersantai dengan tenang di sana.

Duuhhh pak pak!!! Orang mau foto kok lewat!

Duuhhh pak pak!!! Orang mau foto kok lewat!

 

Foto pun diulang kembali. Ahaayyy

Foto pun diulang kembali. Ahaayyy

Jooossss!!! Perjalanan menuju Penang berjalan dengan lancar. Bagaimana kelanjutan perjalanan kami? Tunggu saja ceritanya! ^_^

JT 15 15May

Advertisements

4 responses to “KLIA 2 – ASK ME! Diawali dengan DRAMA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s