Museum Sisa Hartaku – Nostalgia Dasyatnya Gunung Merapi

Perjalanan kami berlanjut pada sebuah tempat yang cukup unik. Di lereng Gunung Merapi ada sebuah museum yang didedikasikan untuk mengenang bagaimana dasyatnya Gunung Merapi saat meletus pada 5 November 2010.

Lava Tour

Lava Tour

Museum ini berada di Dusun Petung,Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk menuju museum kita akan disambut oleh gerbang pintu masuk yang ala kadarnya.

Rumah yang masih utuh yang dijadikan museum ini milik dari pasangan Kimin, Wati, dan anaknya yang bernama Sriyanto. Pada awalnya mereka tidak memiliki keinginan untuk membuat museum. Mereka merasa sakit hati dan sedih karena segala harta miliknya telah habis diterjang awan panas dan lava dari Gunung Merapi. Pak Yanto (panggilan dari Sriyanto) mulai membersihkan rumahnya pada April 2011 setelah kawasan tersebut dinyatakan aman dari pemerintah.

Di depan pintu rumah ada kerangka sapi. Kerangka sapi tersebut hanyalah simbol dari 374 ekor sapi perah yang mati karena terkena erupsi. Ada banyak barang yang ada di dalam rumah. Mulai dari mesin jahit, kursi, televisi, monitor, sendok piring, pakaian, hingga alat musik gamelan yang sudah tak terpakai lagi karena rusak yang telah diguyur awan panas dari Gunung Merapi. Semuanya tertata dengan beralaskan lantai penuh debu dari abu vulkanik.

Museum Sisa Hartaku

Museum Sisa Hartaku

Pada rumah yang dipakai museum itu ada sebuah ruang khusus yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung maupun diambil gambarnya. Hal ini karena dipakai untuk sembayang dan ruangan tersebut disakralkan oleh pemiliknya. Ada beberapa benda pusaka seperti batu akik, keris, senjata cakra, cundrik benda pusaka lainnya. Benda-benda pusaka itu adalah peninggalan almarhum ayah dari Bapak Sriyanto yang meninggal di rumah relokasi.

Pada salah satu dindingnya ada sebuah jam yang telah berhenti berdetak. Jam tersebut menunjukkan waktu 00.05 sebagai waktu terjadinya erupsi.

Banyak sekali tulisan-tulisan dari abu arang pada dinding-dinding museum itu. sebagian besar tulisan itu berisikan pesan yang membangun bahwa manusia tetap harus bersyukur dan bangkit dari keterpurukan.

Bencana bukan "AKHIR" segalanya

Bencana bukan “AKHIR” segalanya

 

Habis Sudah Semua

Habis Sudah Semua

 

Kursi yang jadi saksi bisu erupsi

Kursi yang jadi saksi bisu erupsi

Pembangunan museum ini juga dilandasi dari semangat bangkit setelah dilanda benda dan keluarga Pak Sriyanto tidak mengkomersilkannya. Jadi museum itu memang gratis untuk pengunjung yang ingin melihat. Tapi tentu saja dengan satu catatan, yaitu tetap tertib dalam menikmati suasana museum tanpa merusak apa yang dipamerkan di sana.

Pesan Merapi

Pesan Merapi

Rupa-rupanya perjalanan kami yang bertajukkan lava tour akan segera berakhir. Kami kembali ke rumah pemilik jeep dan kembali ke Jogja kota untuk beristirahat dan berpisah antara satu dan yang lain. Sebuah perjalanan tak terduga tapi menambah banyak pengalaman dan pengetahuan yang cukup berharga bagi kehidupan.

JT 15 01 January

Advertisements

4 responses to “Museum Sisa Hartaku – Nostalgia Dasyatnya Gunung Merapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s