Lava Tour di Lereng Gunung Merapi

Lava tour. Hmmm… Menikmati malam pergantian tahun di tempat yang belum pernah kamu kunjungi adalah salah satu pengalaman yang cukup unik untuk dijalani. Yang membuat pengalaman itu semakin berarti jika dilakukan rame-rame dengan teman-temanmu. So, pergantian malam pergantian tahun akan menjadi lebih menarik.

Seperti malam tahun baru sebelumnya, aku lebih memilih menghabiskan waktu untuk tidur saja daripada mengikut malam pergantian baru di tempat yang ramai. Toh yang dilihat juga sama, begadang hanya untuk melihat kembang api aja. Belum lagi harus berdesakan dan harus menghirup asap knalpot dari kendaraan yang macet di jalanan yang padat. Tidur aja lebih baik kan! Paling-paling kamu juga merayakannya dengan saling mengucapkan selamat tahun baru melalui sosial media. Jaman sudah berubah ya! Dulu harus berkumpul bersama lalu mengucapkan selamat tahun baru, sekarang cukup lihat di notifikasi sosial mediamu. Pasti banyak broadcast message yang masuk.

Saat itu ada Ayu yang merupakan salah satu teman dari Jember juga yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun baru di lereng Gunung Merapi bersama beberapa teman, aku pun diajaknya untuk menikmati lava tour. Kebetulan kos Ayu cukup dekat dengan kosanku. Sembari Ayu dan kawannya menikmati macetnya jalan di sekitar Tugu, aku habiskan waktu untuk tidur aja sebentar. Jam 11 malam kami berkumpul di sebuah minimarket untuk membeli bekal makanan dan minuman hangat.

Yuhuuu perjalanan dimulai. Kami berdesakan berada dalam satu mobil. Ah tidak apa-apa yang penting senang! Kami menuju ke jalan Kaliurang, orang Jogja menyebutnya Kaliurang atas karena telah melewati ringroad. Kami berada di sebuah rumah penduduk yang tak jauh dari area Jeep Wisata Merapi (JMW). Ibu pemilik rumah sudah menyiapkan minuman hangat kepada kami. Memang suhu udara menjelang tahun baru ini terasa cukup dingin. Weeerrr!!!

Kami tiduran sejenak sambil menunggu pak sopir yang akan membawa kami mengarungi jalanan offroad di lereng Gunung Merapi. Bahkan akupun baru bangun ketika pak sopir datang.

Let’s go!

Melewati medan offroad di malam hari cukup mencekam dan bikin adrenalin meningkat pesat. Super horor! Bukan karena dedemit di malam hari! Tapi karena medannya yang naik turun, dan juga berjalan melewati pinggir tebing. Hawuuuhhh yaowooohhh!!!

 

Lampu-lampu di Yogyakarta

Lampu-lampu di Yogyakarta

 

Rombongan lava tour

Rombongan lava tour

Jantung dan paru-paru dapat bekerja dengan rileks ketika jeep yang kami gunakan berhenti di salah satu spot untuk istirahat. Di sini kami menunggu sinar matahari pertama di tahun baru. Hmmm tapi langitnya berkabut! Zonk! Zonk! Zonk!

So, nikmati aja perjalanannya. Menghibur diri sendiri!

Matahari yang bersinar cukup memperjelas penglihatan kami. Kami dapat melihat jalur lahar dari Gunung Merapi. Tebing untuk melihat jalur lahar ini cukup berbahaya, jika kalian ingin melihatnya lebih baik berhati-hati dan menjauhi tepi tebing karena rawan longsor. Keselamatan ditanggung sendiri-sendiri. Biasanya pak sopir akan merangkap sebagai guide lokal, sehingga apa yang beliau katakan perlu pengunjung perhatikan demi kenyamanan bersama.

Mataharinya malu-malu saat terbit

Mataharinya malu-malu saat terbit

 

Gunung Merapi tertutup awan

Gunung Merapi tertutup awan

 

Boleh lah ya numpang narsis dengan background Gunung Merapi

Boleh lah ya numpang narsis dengan background Gunung Merapi

 

Kawasan ini juga cocok digunakan oleh pecinta sepeda motor trail

Kawasan ini juga cocok digunakan oleh pecinta sepeda motor trail

 

Jeep yang kami kendarai

Jeep yang kami kendarai

 

Jalur lava dari tepi jurang

Jalur lava dari tepi jurang

Perjalanan kami lanjutkan dengan mengendarai jeep. Kami berhenti lagi pada satu spot dimana ada sebuah batu yang berbentuk seperti kepala manusia. Kawasan ini tentu saja berbayar, namun karena kami memakai jasa layanan lava tour, jadinya kami tidak perlu membayar lagi karena sudah termasuk dari paket tour yang sudah kami gunakan.
Wuiihh hari di tahun baru yang cukup menyenangkan bersama-sama teman baru.

Batu kepala manusia

Batu kepala manusia

Apakah sudah cukup sampai di sini saja perjalanannya?

Tentu saja TIDAK, masih ada satu tempat lagi yang akan kami kunjungi pada sebelum jasa paket tournya habis. Kami akan mengunjungi sebuah museum yang mengingatkan kita pada ganasnya saat Gunung Merapi meletus.

Jadi tunggu aja di artikel selanjutnya.

Perjalanan masih berlanjut

Perjalanan masih berlanjut

Salam.
JT 15 01 January

Advertisements

4 responses to “Lava Tour di Lereng Gunung Merapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s