Menyusup ke Air Terjun Tancak Tulis di Jember (+Video)

Oh ini toh yang namanya Tancak Tulis yang katanya “Air Terjun dari Langit”. Hahaha jadi speechless deh kenapa anak-anak “gaul” memberi nama itu. Alih-alih kata-kata gaul itu diciptakan dengan alasan untuk menarik wisatawan untuk datang ataupun untuk eksistensi anak-anak gaul sudah pernah datang ke sana. Lah terus kamu termasuk anak-anak gaul juga Ron? Busyet dah, aku mah anak konvensional aja deh! Seperti Captain America aja kan, meskipun selera kostumnya dikatakan oldies tapi tetep aja dipakai dari dulu sampai sekarang. Bisa aja dibilang ketinggalan jaman, bisa juga dibilang karena setia atau pengiritan juga boleh. SAH SAH AJA KAN! Sama juga dengan ketika melakukan perjalanan. Yang terpenting bukan karena alamnya yang indah ataupun sudah pernah ke sana., itu semua hanya bonusnya gaes! Lalu apa yang terpenting dari sebuah perjalanan, ya cerita perjalanan itu sendiri lah! Perjalanan versi guweh konvensional banget kan!

Air Terjun Tancak Tulis

Air Terjun Tancak Tulis

Air terjun ini terbilang cukup tinggi, bahkan Yao Ming terlihat seperti semut kecil di bawah kaki gajah. WAIT! Yao Ming itu siapa sih? Halah gak gaul kan! Yao Ming itu terkenal di meme-meme yang selalu tertawa itu loh! Bener Ron! Bener-bener ngaco! Yao Ming itu pemain basket yang tinggi. HAH! Berarti air terjunnya tinggi banget ya? Ya sekitar 3 meter lebih lah! 3 meter ngukur pakai tali, lebihnya hitung sendiri ya! Ngapain ribet-ribet ngitung tinggi air terjun, hitung tinggi badan sendiri aja! Hahaha tinggi banget pokoknya!

Jember Traveler Tancak Tulis 06

Jember Traveler Tancak Tulis 07

Boleh dibuat bermain air. Ya boleh-boleh aja lah! Namanya juga air terjun, pasti basah-basahan. Bukan itu juga maksudnya. Pengunjung yang ingin menikmati guyuran air terjun bisa berada di bawah air terjun dengan aman. Namun tetap hati-hati ketika menginjakkan kaki di batu-batuan yang ada di kolam air terjun tersebut. Batunya dapat dikatakan cukup tajam, sebaiknya memakai sandal outdoor jika ingin berada di bawah air terjun. Debit air juga tergantung dari musimnya. Jika musim kemarau, debit airnya sangat minim. Bisa dikatakan bahwa Tancak Tulis adalah air terjun musiman.

Airnya terasa segar saat menyentuh kulit. Segarnya serasa fresh baru keluar dari lemari es. Segar? Dari lemari es? Dingin dong? Aku sih iyes! Dinginnya dapat bikin gigi saling menghentak.

Kan itu masih dalam kawasan pegunungan yang cukup sejuk dan dingin. Pegunungan Argopuro. Pegunungan ini membentang jauh dari Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, dan Probolinggo. Jauh banget kan?! Masih jauh Anyer-Panarukan Ron! Ya coba sana kelilingi Pegunungan Argopuro!

Aku cukup gembira ketika berada di air terjun ini. Hah? Gembira kenapa? Lagi jatuh cinta ya? Haisss kok malah bahas asmara! Gembiranya itu aku melihat pengunjung yang datang bersamaku itu sedang menikmati air terjun dengan gembira, ada yang duduk berteduh sambil membawa kompor untuk memasak kopi, ada pula yang bercengkrama dengan sahabat maupun dengan keluarga. Jadi gembira karena itu? Gembiranya itu karena pengunjung yang datang bersamaku itu foto bersama dengan membawa banner dengan pose-pose alay. Kamu ikut foto alay Ron? Hahaha gak lah! Masa-masa alay uda lewat. Yang membuatku gembira adalah pengunjung yang datang itu sudah sadar dengan sampah mereka. Sampah-sampah yang ada, mereka pungut ke dalam kantung kresek dan membawanya pulang dan diletakkan pada tempat sampah. Wah keren kan! Orang-orang Jember sudah sadar akan pentingnya kebersihan.

Halah! Alay juga ternyata!

Halah! Alay juga ternyata!

Untuk menuju ke air terjun, kita harus berjalan kaki dari gubuk kecil untuk memarkirkan sepeda motor. Apa? Berjalan kaki? Bahasa gaulnya sih trekking gitu. Sekitar 30-45 menit berjalan kaki melewati sungai kecil dan jalan setapak yang menanjak serta melewati jalan setapak di antara kebun kopi. Aroma kopinya hmmm! Sudah tercium wangi hinggap di hidungku. Pasti nikmat sekali secangkir kopi hangat dalam anganku. Gubuk tempat kami memarkirkan motor sudah dijaga oleh warga sekitar yang sudah kami beri imbalan sewajarnya. Jadi aman lah motor dan barang-barang bawaan kami.

Biji kopi

Biji kopi

Jalan setapak

Jalan setapak

Melewati sungai kecil

Melewati sungai kecil

Tak jauh sebelum gubuk kecil itu ada perkampungan kecil yang hidup sehat dengan kadar oksigen cukup banyak. Desa ini bernama Desa Tulis. Nah bisa menebak sendiri kan! Mengapa air terjun ini bernama Tancak Tulis? Tancak yang berarti air terjun (dalam bahasa Madura) dan Tulis adalah nama desa. Tancak Tulis berarti air terjun dari Tulis.

Perkampungan di dekat perkebunan

Perkampungan di dekat perkebunan

Desa Tulis ini berada di kawasan perkebunan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernama PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Zeelandia, Afdeling Sumber Bulus, Bagian Petung Tulis. Ketika melewati perkebunan ini, pastikan dulu kendaraan kalian. Jalan yang kurang mulus ini sebaiknya dilalui dengan menggunakan sepeda motor. Untuk motor dengan transisi otomatis sebaiknya hanya dikendarai oleh satu orang atau jangan berboncengan karena selain jalan kurang baik juga jalanan menanjak. Hal ini terbukti dengan salah satu rombongan kami yang menggunakan motor otomatis, selain tidak mampu melewati tanjakan juga mengalami ban bocor. Jadi mau tidak mau kami yang lain menunggu mereka untuk menambal ban.

Kebun Zeelandia

Kebun Zeelandia

Untuk memudahkan menuju Kebun Zeelandia jika dari jalan besar yaitu dengan mencari sebuah masjid yang bernama Masjid Darungan. Nah kita belok kiri saja, maka dengan mudahnya kita dapat menemukan Kebun Zeelandia. Jika masih bingung juga, tanya aja kepada orang-orang sekitar.

Kami dari awal berkumpul pada sebuah pertigaan jalan besar diantara Tanggul dan Bangsalsari. Yaitu Tanggul Wetan. Pada pertigaan ini sudah ada papan petunjuk menuju Air Terjun Tancak Tulis. Pada pertigaan ini pula, aku dan teman-temanku “menyusup” pada sebuah komunitas yang memang agendanya mau mengunjungi air terjun itu. Dengan membayar Rp 5.000 per orang dan Rp 2.000 per motor, kami mengikuti aturan dari komunitas tersebut. Ikut perjalanan komunitas yang baru dikenal itu kita harus sopan, harus mengikuti aturan mereka. Namun bukan itu poin pentingnya. Dalam setiap melakukan perjalanan, sebaiknya kita berlaku sopan dan rendah hati kepada orang lain yang ada di sekitar kita. Nah inilah yang aku maksud yang terpenting dari sebuah perjalanan adalah cerita perjalanan itu sendiri. Pasti ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil, keindahan alam dan teman-teman baru adalah bonusnya.

Salam!

JT 2015 31Mei

Advertisements

6 responses to “Menyusup ke Air Terjun Tancak Tulis di Jember (+Video)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s