Goa Gong Pacitan – Warna Warni Bawah Tanah

Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur, Indonesia. Hmmm itulah tujuan pertama yang akan kami kunjungi saat mengunjungi Pacitan. Lah kok bisa? Alasannya gimana? Ya ketika berselancar di dunia maya, eh top search yang muncul di Pacitan itu adalah Goa Gong. Lalu apa lagi? Kalau diurut dari Jogja, yang terdekat dan aksesnya mudah adalah Goa Gong.

Wait wait wait!

Kok dari Jogja?

Ceritanya sih ketika itu aku dan Anita ingin mengajak teman-teman kantor untuk refreshing sejenak dari aktivitas yang cukup padat. Kantor kerja kami berada di Sleman, Yogyakarta. Nah ini lah kenapa kami berangkat dari Jogja. Kami menyewa mobil kantor yang kebetulan waktu itu sudah kami booking dan tidak ada aktivitas kantor yang menggunakan mobil. Persiapan uda mateng, lalu apa lagi? Tentu saja pesertanya dong! Setelah ribet sana-sini dan akhirnya hanya 4 orang saja yang bisa berangkat. Kan tanggal berangkat dan persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari! Jangan hanya beberapa orang tidak jadi berangkat, perjalanan dibatalkan. The journey must go on, right?!

Pagi hari kami berangkat menuju Gunungkidul untuk sarapan terlebih dahulu. Jalan yang kami lalui masih bagus dan arus lalu lintas masih lancar. Hingga pada akhirnya kami mengalami kesulitan dari Wonogiri menuju Pacitan. Eng ing eng…!!! Jalan utama ditutup karena ada pengaspalan. Waduh cilakak! Perjalanan yang seharusnya dilalui dengan singkat jadi menguras tenaga dan waktu. Lah mau gimana lagi? Kami harus memutar lalu memasuki jalan beton di perkampungan. Jalan ini hanya cukup dilewati oleh satu mobil saja. Kalau berpapasan gimana coba? Ya salah satu harus mengalah mundur atau berhenti pada tempat yang agak luas. Begitulah sebuah perjalanan, pasti ada hal yang tak terduga diluar perkiraan kita.

Tadaaaa sampai juga di pintu masuk Jawa Timur di Kabupaten Pacitan. Kami sempatkan istirahat sejenak di depan gapura tersebut. Ndeso kan? Hahaha kami berempat memang baru pertama kali ini mengunjungi Pacitan. Jadi harap maklum dengan tingkah laku kami.

Brum brum joss!!! Mobil kami melaku menuju Goa Gong yang berada sebelum memasuki Kota Pacitan. Papan petunjuk jalan mudah ditemui. Pokoknya gampang ditemui dah! Kami akhirnya memasuki jalan menuju Goa Gong. Tempat parkir mobilnya berada sedikit menanjak dari jalan utama. Jalan tersebut juga agak sempit jika berpapasan dengan mobil yang lain. Ternyata tempat parkir di dekat pintu masuk kawasan Goa Gong itu cukup luas. Ada beberapa pembangunan yang sedang dikerjakan untuk menambah kenyamanan pengunjung yang datang ke kawasan ini.

Teman-teman satu kantor

Teman-teman satu kantor

Setelah membeli tiket masuk, kami berjalan kaki menaiki undak-undak menuju goa. Tampak pedagang-pedagang yang menjual aneka makanan dan oleh-oleh khas Pacitan. Kebetulan pengunjung yang datang tidak terlalu ramai, kami dapat berjalan menikmati suasana dengan santai. Ploongg!

Kios-kios di sepanjang jalan menuju goa

Kios-kios di sepanjang jalan menuju goa

Himbauan untuk pengunjung.

Himbauan untuk pengunjung.

Di depan goa, ada beberapa orang yang menunggu pengunjung. Loh apa yang mereka harapkan dari pengunjung yang ingin masuk ke dalam goa? Oalah mereka hanya ingin mencari rezeki dengan menyewakan lampu senter kepada pengunjung yang ingin masuk ke dalam goa.

Pertama kali memasuki goa, kita harus sedikit membungkuk karena atap goa yang agak rendah. Ternyata di dalamnya luas. Lampu warna-warni silih berganti berubah. Ada beberapa kipas angin yang berada di dalam, ini pastinya untuk menjaga sirkulasi udara agar terus mengalir. Beruntunglah ada kipas angin di beberapa sudut goa yang sudah disediakan oleh pihak pengelola agar pengunjung dapat bernapas dengan lancar. Di dalam goa ada dua jalan, yaitu jalan untuk masuk dan jalan untuk keluar. Ya pasti dong supaya pengunjung dapat nyaman berjalan dan menikmati keindahan goa tanpa perlu bersesakan ketika berpapasan dengan pengunjung yang akan keluar goa. Di pinggir jalan setapak itu ada pegangan besi untuk membantu pengunjung berjalan, di jalan setapak itu juga ada lampu-lampu penerangan di lantai. Perlu kita ketahui bahwa jalan di dalam goa itu agak licin, jadi sebaiknya gunakanlah alas kaki yang anti selip supaya aman. Bawa juga air minum dan makanan jika memasuki goa karena pedagang dilarang berjualan di dalam goa. Mengelilingi goa ternyata cukup menguras tenaga. Kan besar goanya, makanya perlu membawa air minum. Dan yang terpenting adalah kita harus membawa sampah keluar dari goa karena di luar sudah sediakan tempat sampah.

Jalan di dalam goa

Jalan di dalam goa

Kenapa sih dinamakan dengan Goa Gong?

Dari katanya sih dapat ditebak bahwa di dalam goa pasti ada sesuatu yang dapat menimbulkan suara seperti salah satu bagian gamelan Jawa yang bernama gong.

Betul!

Tebakan itu adalah jawaban mengapa goa tersebut dinamakan dengan Goa Gong.

Ada yang menyebutkan bahwa ada sebuah batu di dalam goa yang jika dipukul akan berbunyi seperti gong, ada pula yang berpendapat bahwa suara gong berasal dari pantulan tetesan air di dalam goa yang menimpa batuan stalakmit dan stalaktit.

Jember Traveler Goa Gong 04

Jember Traveler Goa Gong 05

Jember Traveler Goa Gong 07

Jember Traveler Goa Gong 08

Jember Traveler Goa Gong 09

Goa berumur ratusan tahun dengan kedalaman sepanjang 256 meter ini memiliki komponen stalakmit dan stalaktit yang muncul karena aktivitas vulkanik dan gerakan termik yang berlangsung ratusan hingga ribuan tahun yang lalu.

Kabupaten Pacitan yang merupakan tempat kelahiran Presiden Republik Indonesia yang ke-6 yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab dengan sebutan SBY. Bagaimana dengan Goa Gong? Cukup menarik kan?.Jika kalian berkunjung ke Pacitan, bisa jadi Goa Gong ini menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Edukasi tentang lingkungan di dekat goa.

Edukasi tentang lingkungan di dekat goa.

Salam!

JT 2014 15Nov

Advertisements

7 responses to “Goa Gong Pacitan – Warna Warni Bawah Tanah

  1. Pingback: Pantai Buyutan Pacitan – Bonus dari Perjalanan yang Kesasar | Jember Traveler Indonesia·

  2. Pingback: Pantai Banyu Tibo Pacitan – Pantai Pasir Putih Cita Rasa Air Terjun | Jember Traveler·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s