Gereja Joglo di Ganjuran

Wah weekend ini lagi belum ada jadwal. Hmm enaknya ngapain ya? Masa dihabisin di kosan aja? Ah ke Bantul menginap di rumah sahabatku saja skalian besoknya mau ke Gereja Ganjuran. Jumat malam sepulang kerja, aku membawa beberapa perlengkapan untuk menginap di rumah Ilmi. Keluarganya cukup hangat kepadaku. Lumayan lah ada aktivitas daripada bengong bego. Eh di Bantul ternyata ada tukang potong rambut Madura, rambutku juga sudah panjang. Di potong lah ya biar kelihatan lebih rapi. Aku sih salut dengan semangat orang-orang dari Madura yang merantau ke luar pulau hanya untuk membuka usaha potong rambut. Dulu ketika tinggal di Pulau Bali, banyak sekali orang-orang dari Pulau Madura yang membuka usaha potong rambut. Apa sih kelebihan potong rambut orang Madura ini? Yang pertama sih ya murah, yang kedua mereka lebih telaten dan ramah jika berbicara dengan pelanggannya. Lah kok jadi bahas tukang potong rambut Madura?

Sabtu pagi, aku berangkat sendiri dari rumah Ilmi untuk menuju Ganjuran. Aku senang sekali gereja yang kucari berada di google maps sehingga dengan mudah aku mencarinya. Di sepanjang jalan mendekati gereja, ada banyak warga yang memanfaatkan rumahnya untuk berjualan makanan dan kebutuhan yang lainnya. Sabtu siang ini suasana di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus cukup sejuk dan relatif sepi. Pengunjung yang datang untuk beribadah juga relatif sedikit. Sembari meletakkan sepeda motor di tempat parkir, selain ada banyak penjual souvenir Kristiani, tampak ada 2 bus yang berisikan pelajar-pelajar dari luar kota. Mereka sedang melakukan retreat dan mengunjungi gereja unik ini juga untuk beribadah.

****

Jember Traveler Gereja Ganjuran 01

Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus atau yang biasa disebut dengan Gereja Ganjuran dibangun pada 16 April 1924 oleh Joseph dan Julius Schmutzer yang berasal dari Belanda. Bangunan tersebut berada pada tanah yang merupakan bagian dari pabrik gula milik mereka. Bangunan utamanya berbentuk Joglo (rumah adat Jawa) dengan tujuan penyesuaian gereja Katolik di Bantul sehingga orang-orang Jawa dapat menerima dan bergabung menjadi Katolik. Pada kayu-kayu penyangga terdapat ukiran khas Jawa yang dikerjakan oleh seniman Jawa yang bernama Iko. Beliau juga mengerjakan bagian-bagian gereja yang lain.

Namun nahasnya pada tahun 2006 yang lalu terjadi gempa bumi dasyat di Bantul yang turut menghancurleburkan gereja. Dibangun kembali dengan arsitektur Jawa dan aneka relief maupun patung Kristiani berupa wayang-wayang. Pembangunan kembali gereja ini ditafsir mencapai sekitar 7 milyar rupiah.

****

Pada ibadahnya atau yang disebut dengan misa, kadang lagu puji-pujiannya dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia bahkan ada kalanya diwajibkan memakai pakaian adat Jawa. Alat musik pengiring pujiannya berasal dari musik gamelan dan lagu jenis keroncong. Seru kan!

Lantas apa yang kamu lakukan di sana Ron?

Sebagian besar waktuku di sini aku gunakan untuk menikmati air yang dianggap “suci” lalu duduk berteduh merenung dan berdoa di bawah pohon-pohon yang cukup tua. Suasana hening dengan semilir angin menyejukkan pikiranku yang lagi kalut dengan masa depan kerjaan yang diujung batas akhir kontrak. Di sini aku belajar ikhlas dengan apapun yang akan terjadi serta harus memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan yang terbaik.

Karena Allah telah berfirman : “AKU sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan AKU sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” – Ibrani 13 : 5B

Ingin tahu apa yang ada di dalam kawasan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus ini? Mari kita lihat beberapa gambar yang ada di bawah ini!

Tempat Ibadah yang berarsitektur Joglo

Tempat Ibadah yang berarsitektur Joglo

Di dalam Joglo, altar tempat diadakannya misa. Interiornya perpaduan dari budaya Jawa dengan Eropa

Di dalam Joglo, altar tempat diadakannya misa. Interiornya perpaduan dari budaya Jawa dengan Eropa

Tempat membersihkan diri dengan air "suci" untuk umat yang akan beribadah.

Tempat membersihkan diri dengan air “suci” untuk umat yang akan beribadah.

Berdoa di Candi Hati Kudus Yesus

Berdoa di Candi Hati Kudus Yesus

Halaman di depan candi. Sejuk karena pepohonan yang rindang.

Halaman di depan candi. Sejuk karena pepohonan yang rindang.

Dupa doa yang dinyalakan di depan candi.

Dupa doa yang dinyalakan di depan candi.

Salah satu relief jalan salib yang bercorakkan budaya Jawa.

Salah satu relief jalan salib yang bercorakkan budaya Jawa.

Patung Bunda Maria dengan Corak Budaya Jawa. Di depannya ada kotak tempat meletakkan lilin doa.

Patung Bunda Maria dengan Corak Budaya Jawa. Di depannya ada kotak tempat meletakkan lilin doa.

Bangunan dan taman bergaya Eropa peninggalan keluarga Schmutzer.

Bangunan dan taman bergaya Eropa peninggalan keluarga Schmutzer.

Siapa saja diperbolehkan masuk jika pintu masuknya sudah terbuka. Perlu aku pertegas untuk siapapun yang ingin mengunjungi gereja, kawasan ini adalah tempat ibadah. Sehingga kita perlu menjaga suasana menjadi tenang untuk menghargai dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang beribadah.

Salam. Semoga bermanfaat.

JT 2015 10Jan

Advertisements

6 responses to “Gereja Joglo di Ganjuran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s