Traveloka dan Citilink Antarku Eksplor Surabaya dan Pulau Timor

Ketika itu aku bangun tidur lalu melihat ada pesan masuk dari Traveloka ke emailku. Maklum saja baru bangun jadi pikiran masih belum genap. Sehabis baca langsung kutaruh handphone-ku dan tidur lagi. Saat tertidur, sepertinya ada yang aneh tadi. Apa ya? Oh iya tadi ada email masuk! Akupun bergegas cuci muka dan sikat gigi lalu membuka handphone lagi. Wah ada penawaran yang menarik dari Traveloka. Penawarannya seperti apa? Penawarannya adalah aku diberi kesempatan untuk mendapatkan tiket pulang pergi domestik dengan menggunakan Citilink dari Traveloka namun ada syaratnya.

Wah seru nih! Apa sih syaratnya? Syaratnya cukup mudah, aku harus menulis artikel dalam blog untuk membantu sosialisasi program yang diadakan oleh Traveloka serta promosi aplikasi Traveloka yang ada di android.

Terus!!! Mana artikelmu Ron?!

Ya ya ini artikelku. Klik aja ini. Silakan dibaca ya!

Artikel sudah terposting di blog, lalu aku wajib memposting artikel tersebut di facebook dan twitterku.

Done. Syarat sudah beres! Aku wajib klaim artikel tersebut dengan membalas email dari Traveloka yang dilengkapi link artikel dan capture-an facebook maupun twitter.

Ting Tong! Ada email masuk lagi. Isinya aku wajib mengatur tanggal dan tujuan yang harus kupilih sendiri lalu email balik dengan waktu dan tempo secepatnya.

Wah aku galau. Galau. Galau. Galau. Galau mau kemana dan berapa lama.

Kebetulan Fatah sedang libur mengajar dan akan pergi ke Kupang. Wah ambil rute Surabaya-Kupang aja deh. Jalan-jalan dengan teman lebih seru lah daripada sendirian ke tempat yang baru dan asing. Rute dan tiket sudah dibooking. Ok saatnya laporan ke Traveloka untuk memberikan tiket PP dan tak lama kemudian ada pesan masuk yang menyebutkan bahwa tiket sudah bisa dipakai.

Hahahasyeeekkk!!!

Sehari sebelum berangkat ke Kupang, aku pergi ke Surabaya dulu karena sudah janjian lama dengan Christina teman semasa SMA di Jember, nah mumpung ada waktu ya ditepati janjinya. Lah emang mau ke mana? Gak tau. Gak jelas. Hahaha.

Di tengah terik sinar matahari, kami memutuskan untuk pergi ke Museum Surabaya. Sebuah tempat wisata baru yang merupakan bekas Gedung Siola ini dibuat oleh Walikota Risma. Museum ini baru dibuka pada 3 Mei 2015 yang lalu. Di dalamnya berisi warisan-warisan bersejarah dari Kota Surabaya. Boleh lah berkunjung di sini, gratis masuk kok cuma bayar parkir motor aja. Tempatnya sejuk juga. Ya iya lah kan di dalam gedung, ber-AC pula! Yuk kita lihat seperti apa isi dari Museum Surabaya ini!

Landmark Museum Surabaya

Landmark Museum Surabaya

Medali penghargaan milik Kota Surabaya

Medali penghargaan milik Kota Surabaya

Catatan administrasi jaman Hindia Belanda

Catatan administrasi jaman Hindia Belanda

Peralatan pemadam kebakaran

Peralatan pemadam kebakaran

Bingkai foto Walikota Ibu Risma

Bingkai foto Walikota Ibu Risma

Terus kita kemana lagi? Masih kagak jelas. Hahaha.

Kami mampir sebentar di Klenteng Hong Tiek Hian yang berada di Jalan Dukuh Surabaya. Klenteng ini dibangun oleh pasukan Kubilai Khan saat ingin menguasai Pulau Jawa semasa Kerajaan Majapahit. Lama banget kan? Betul. Ini adalah klenteng tertua yang berada di Surabaya.

Klenteng Hong Tiek Hian

Klenteng Hong Tiek Hian

Baiklah kita menuju Kampung Arab yang ada di Surabaya bagian Utara. Di sini masih saja muter-muter gak jelas sambil nungguin buka puasa. Puasa Ron? | Gak. Sungkan mau makan kalau diliatin orang saat jam belum buka. Hahaha.

Dijuluki Kampung Arab memang karena banyak dihuni oleh masyarakat keturunan Arab. Dahulu kawasan ini adalah pusat penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Ampel dan kawan-kawannya. Bangunan-bangunan di sini cukup eksotis karena menyimpan sejarah yang cukup panjang. Bangunan masih ada yang masih terpakai, ada yang sudah dipugar, namun ada pula yang terbengkalai nasibnya. Jika kalian penggemar sejarah dan bangunan kuno, recommended banget nih hunting foto di sini.

Bangunan kuno di Kampung Arab

Bangunan kuno di Kampung Arab

Adzan sudah berkumandang

Adzan sudah berkumandang

Rupa-rupanya adzan Maghrib sudah berkumandang. Waktunya makan makanan khas Kampung Arab. Sate kambing! Tadaaaa…

Sate kambing khas Kampung Arab

Sate kambing khas Kampung Arab

Sehabis makan ke mana Ron? Berangkat ke bandara? | Ya belum lah. Makan es krim dulu lah di Heerlijk Gelato yang ada di dekat Museum Bank Indonesia di Surabaya.

Es Krim

Es Krim

Ah sudah cukuplah mengeksplor Surabaya dengan gak jelas. The plan is no plan. Hahaha gak jelas pokok e. Kami berpisah. Aku menuju bandara dengan ojek sekitar jam 10 malam lah. Padahal berangkatnya besok paginya.

Lah terus ngapain di bandara? Ya numpang tidur lah. Sudah bawa tenda dan matras. Cuma yang digelar matrasnya aja. Cari lokasi dekat colokan listrik biar bisa ngecas handphone. Selamat tidur di Bandara Juanda.

Tempat ngemper di Bandar Udara Juanda Surabaya

Tempat ngemper di Bandar Udara Juanda Surabaya

Sekitar jam 3-4 pagi ada 3 orang wanita muda yang membangunkanku. Wah ada apa nih? Kok jadi serem begitu. Segera kuamankan semua barang-barangku. Bukan negative thinking cuy, hanya siaga aja. Eh ternyata satu dari mereka belum beli tiket untuk terbang ke Jakarta. Tau sendiri kalau di bandara sekarang tidak ada loket yang jual tiket seperti dahulu kan. Ok baiklah, aku bantu carikan tiket dengan membuka aplikasi Traveloka. Ternyata masih kebagian tiket untuknya pada penerbangan jam 6-an pagi. Sebelum mengapply pembayaran melalui internet banking, mereka memberiku uang pembayaran. Di cek dahulu kan! Lagi-lagi bukannya negative thinking, hanya waspada aja dengan orang yang baru kenal. Ternyata uangnya asli dan kebetulan aku lagi butuh uang cash untuk di Kupang. Deal! Tiket sudah beres. Mereka sudah tenang untuk mudik ke Jakarta.

Tak lama kemudian Fatah datang dari Jember. Perjalanan ke Kupang siap dimulai. Kami menggunakan pesawat yang sama yaitu Citilink.

Let’s go!

Hampir 2 jam berada di udara akhirnya kami sampai juga di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang. Ibukota Kabupaten Nusa Tenggara Timur.

Kupaaaaaannnnnnggggg!!!! Teriakku sambil berlari kencang ketika turun dari pesawat.

Kami sampai di Kupang dengan pesawat dari Citilink

Kami sampai di Kupang dengan pesawat dari Citilink

Bandar Udara Internasional El-Tari Kupang

Bandar Udara Internasional El-Tari Kupang

Hahahahaha…. Ndesoooooo!!!

Terima kasih Traveloka dan Citilink!

JT 2015 20-21 June

Advertisements

11 responses to “Traveloka dan Citilink Antarku Eksplor Surabaya dan Pulau Timor

  1. Duh itu bangunan tua yang terbengkalai sayang banget. Apalagi kelak berganti wujud jadi ruko >.< padahal bangunan tua dapat dijadiin objek wisata juga kayak negara tetangga

  2. Hello everybody, here every one is sharing such know-how,
    thus it’s good to read this webpage, and I used to
    go to see this blog everyday.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s