Tari Petik Kopi dari Jember (+ Video)

Ada info dari Fattah bahwa akan ada Tari Petik Kopi massal yang ditarikan oleh murid-murid Sekolah Dasar (SD) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Seorang guru enerjik layaknya ubur-ubur ini dengan semangat memintaku untuk membuat poster digital sederhana yang akan di-posting pada Instagram Jember Banget. Pastinya poster itu dilengkapi bahasa Jemberan yang dikuasai oleh Yulia.  Postingan berbentuk bujur sangkar yang sederhana ini tentunya untuk mengajak masyarakat Jember pada khususnya untuk mengenal Tari Petik Kopi yang berasal dari Jember.

Poster digital dari Jember Banget

Poster digital dari Jember Banget

Alhasil aku mengajak adik sepupuku Niko untuk ikut melihat tarian ini. Eh ternyata Niko tidak bisa karena sudah ada jadwal untuk latihan di gereja karena pada hari Minggu ia menjadi singer yang mengiringi ibadah. Waaahh angkat tangan dah kalau alasannya itu, gak berani meracuninya dengan jalan-jalan. 4617Hmm ngajak siapa ya? Coba saja mengajak Richard yang notabene adik sepupuku juga. Pas banget Richard sudah pulang sekolah, ya sekalian aja kuculik untuk menuju lokasi pagelaran tari. Hahahaha.4224

Kami berangkat dengan mengendarai sepeda motor menuju Desa Sidomulyo. Jossss!!! Desa ini berada di Jember sebelah Timur arah menuju Kabupaten Banyuwangi. Kami melewati Sumbersari, Pakusari, Mayang, kawasan Pecel Garahan, hingga sampai di kawasan pepohonan pinus. Di depan pepohonan itu ada sebuah gapura desa yang sudah ada baliho kecil tentang Tari Petik Kopi yang akan digelar. Berarti jalan yang kami tempuh sudah benar, kami memasuki gapura hingga menemukan kantor desa. Langkah selanjutnya berarti mencari sekolah tempat tarian yang akan berlangsung. Katanya sih di sebelah Barat kantor desa. Sinyal GPS lagi lemot-lemotnya, kami sempat kebablasan hingga akhirnya putar balik. Kami menemukan sebuah tempat yang mulai ramai, sepertinya kami datangnya lebih awal. Ya tidak apa-apa lah, hitung-hitung dapat bonus untuk mengetahui suasana persiapan di sana. Tentang bagaimana keceriaan siswa-siswa yang berkumpul, melihat bagaimana mereka merasakan deg-degan, dan pastinya bagaimana merias diri dengan aksesoris yang ada.

Jember Traveler Tari Petik Kopi 02

Jember Traveler Tari Petik Kopi 05

Jember Traveler Tari Petik Kopi 03

Jember Traveler Tari Petik Kopi 04

Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Jember dengan sekolah-sekolah yang berada di Sidomulyo dan Garahan; serta didukung oleh sponsor-sponsor sekitar. Yang cukup menarik sambil menunggu acara dimulai, panitia menyalakan musik kendang kempul populer dengan bahasa Jawa khas Didi Kempot dan kawan-kawan. Menariknya musik tersebut diaransemen dengan rap dan remix. Taaahhhh Fattaaahhhh copy-no lagu-lagu iku rah!!!

Drumband menjadi pembuka acara. Anak-anak usia dasar sudah kompak melakukannya. Lagu-lagu yang ditampilkan adalah lagu daerah dan lagu populer yang ada di Indonesia. Pembukaan bagus untuk acara yang dikemas secara sederhana ini. Wah keren! Padahal mereka masih bocah loh! Terus kami bisa Ron? | Hahahaha gak iso! | Mosok kalah sama anak SD? | Hahaha babahno12BF86~111

Jember Traveler Tari Petik Kopi 06

Selanjutnya Tari Petik Kopi dimulai? Sabar! Nikmati saja pertunjukkannya.

Tari Remo kemudian disajikan oleh mereka. Udeng (ikat kepala) tradisional dan selengdang merah yang disibak-sibakkan adalah khas dari Tari Remo ini. Tari budaya Jawa Timur ini berasal dari Kabupaten Jombang yang terletak di Barat Kabupaten Mojokerto. Biasanya dipertunjukkan untuk mengawali Ludruk. Ludruk adalah seni drama daerah. Ludruk berbeda dengan Ketoprak. Cerita masa lalu dan cerita pewayangan yang turun temurun adalah alur cerita dari Ketoprak, sedangkan Ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari dari wong cilik. Ron Ron ceritane kok bret-ngglembret cek adohe? | Boh iyo! Hahaha. Adik-adik ini melakukannya dengan bagus. | Ciyee-ciyee yang adik-kakakan! | Hahaha emang kita kakak adik. *jotos*4262

Jember Traveler Tari Petik Kopi 07

Jember Traveler Tari Petik Kopi 08

Tari yang dipertunjukkan selanjutnya adalah Tari Sepasang Kopi. Seperti halnya dengan manusia, kopi juga sepasang. Ada kopi lanang (pria) dan kopi wadon (wanita). Nah dari inspirasi inilah terciptakan tari yang mesra ini. Kagetnya tarian ini memiliki gerakan dengan lambat seperti Tari Bedoyo saat kulihat dulu di Pura Pakualaman. Busyeeett! Keren tenan iki! Bocah-bocah cilik wes jago tari tradisional seperti itu!

Jember Traveler Tari Petik Kopi 09

Jember Traveler Tari Petik Kopi 10

Oke! Tari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Ahahaayyy! Tari Petik Kopi. Tarian ini terinspirasi dari kehidupan petani-petani saat memetik kopi khususnya di Jember. Digubah oleh seniman bernama Soeparmin Ras dan dipatenkan oleh Universitas Jember. Dalam paket tarian tersebut ada gerakan yang mengajarkan baik penari maupun penikmat tarian untuk bersyukur kepada TUHAN. Tarian tradisional yang baru berumur 2 tahun ini, diiringi oleh lagu dengan bahasa Madura. Bahasa tersebut mempengaruhi bahasa Jemberan yang merupakan pendalungan dari kedua bahasa utama yaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Mereka terbagi menjadi 3 (tiga) grup yaitu merah, kuning, dan hijau. Nah warna itu dapat dilihat di kerudung dan rok mereka. Ciri khas dari tarian ini, mereka membawa properti berupa keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu. Ketiga grup tergabung menjadi satu dalam membawakan Tari Petik Kopi. Wah cukup seru kan!4211

Jember Traveler Tari Petik Kopi 11

Jember Traveler Tari Petik Kopi 12

Akhir perjalanan ini kami pulang ke rumah, di tengah perjalanan Richard berkata bahwa minta diajak kalau ada acara jalan-jalan seperti ini. Hahaha racun jalan-jalannya sudah menyebar sodarah!!!

Untuk videonya bisa lihat di tayangan berikut ini :

JT 2015 23May

Advertisements

8 responses to “Tari Petik Kopi dari Jember (+ Video)

  1. Tari petik kopi baru berumur 2 tahun, hemm masih dikatakan baru ya tarian ini di daerah Jember. Jago ih adek-adek gemes narinya berapa lama latihannya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s