Gerakan Kembali ke Desa ala Magno Wooden Radio

Gerakan Kembali ke Desa

Gerakan Kembali ke Desa

Desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang berada di luar kota. Desa adalah daerah permukiman penduduk yang sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, iklim, dan air sebagai syarat penting bagi terwujudnya pola kehidupan agraris penduduk di tempat ini. (Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Persawahan di Temanggung

Persawahan di Temanggung

“Desa-desa dapat menjadi tulang punggung dalam pembangunan sebuah negara.” Itulah pendapat yang diucapkan oleh Singgih S. Kartono. Hal ini didasari oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia merupakan aset luar biasa yang kita miliki. Pendapat ini ditemukan saat Singgih sedang mengunjungi desa di Jepang. Singgih cukup prihatin dengan kondisi sosial desa yang ada di negara matahari terbit itu. Infrastruktur dan teknologi sudah cukup maju, namun ada dampak sosial yang ditimbulkan dari kemajuan itu. Desa-desa mulai ditinggalkan oleh pemudanya, mereka lebih memilih untuk tinggal dan bekerja di kota. Desa-desa di negara itu sekarang mayoritas dihuni oleh penduduk yang sudah tua dan potensi desa tidak terolah dengan baik.0022

Ketakutan tersebut diantisipasi dengan “Gerakan Kembali ke Desa” yang dimulai dari diri Singgih sendiri. 0007Ucapan tersebut dibuktikan dengan lokasi workshop dari Magno Wooden Radio yang dibangun oleh Singgih sejak beberapa tahun silam di sebuah desa yang bernama Desa Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Rumah Belajar Magno Wooden Radio

Rumah Belajar Magno Wooden Radio

Karikatur Bapak Singgih

Karikatur Bapak Singgih

Namun gerakan kembali ke desa tersebut belum disadari dan didukung penuh oleh pemuda-pemuda desa sendiri maupun oleh perangkat pemerintahan. 0026Negara Jepang ingin mengadopsi gerakan yang dilakukan oleh Singgih ini. Harapan Singgih, jika gerakan ini berhasil di Jepang maka Indonesia mau tak mau akan mencontohnya.

Magno Wooden Radio ini membuat berbagai produk yang berbahan baku dari kayu. Salah satu produk yang mencuri perhatian dunia adalah radio kayu. Desain radio kayu ini berhasil mendapatkan penghargaan The International Design Resource Award (IPRA) tahun 1997 di Seatle, Amerika Serikat. Desain-desain radio kayu berkembang menjadi beberapa macam dan ukuran. Contoh-contoh produk kayu yang dibuat yaitu pengeras suara, tempat selotip, tempat stapless, kompas, bahkan mainan khas anak-anak seperti gasing dan yoyo.

Desain Radio Kayu yang Mendapatkan Penghargaan

Desain Radio Kayu yang Mendapatkan Penghargaan

Radio Kayu

Radio Kayu

Inovasi produk kayu ini terus berkembang hingga pembuatan sepeda dengan berbahan baku bambu yang diberi merk “Spedagi”. Bahkan saat Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) berkunjung ke Magno Wooden Radio ada beberapa pemuda dari Jepang yang secara khusus belajar membuat sepeda bambu. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Magno juga membuka diri kepada pemuda-pemuda yang ingin belajar.

Sepeda Bambu (SPEDAGI)

Sepeda Bambu (SPEDAGI)

Magno Wooden Radio juga berpartisipasi aktif dalam membantu perkembangan ekonomi petani-petani di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Hal ini dilakukan dengan cara menerima kopi-kopi dari petani dan kemudian dikemas dengan kemasan yang bagus. Kopi yang sudah terkemas tersebut menjadi official kopi dari sebuah perusahaan elektronik nasional.

Kopi "Dua Gunung" Temanggung

Kopi “Dua Gunung” Temanggung

Lantas bagaimana dengan bahan kayu dari Magno Wooden Radio? Sudah ber-Sertifikat Legalitas Kayu (S-LK) atau belum? Magno Wooden Radio belum memiliki S-LK. Magno berkomitmen untuk mengajukan S-LK untuk mendukung peraturan pemerintah tentang pengolahan usaha hasil hutan, oleh sebab itu ARuPA ingin menyediakan bantuan pendampingan kepada Magno untuk mendapatkan S-LK tersebut. Magno sudah mengarsip administrasi dengan bukti-bukti FAKO yang sudah lengkap, tapi ada beberapa kekurangan yang bisa segera dilengkapi sehingga dapat diperkirakan akan mendapatkan S-LK dengan mudah dan cepat. Kerjasama antara Magno Wooden Radio dan ARuPA adalah kesamaan visi dalam rangka mendukung dan mengharapkan sistem pengolahan hutan yang baik di Indonesia sehingga hutan jadi lestari dan masyarakat menjadi hidup sejahtera. huge-thumbs-up-smiley-emoticon

JT 2015 28 March

Advertisements

4 responses to “Gerakan Kembali ke Desa ala Magno Wooden Radio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s