Mengenal Secuil Adat Toraja di Kete Kesu

Kete Kesu adalah sebuah desa adat bisa disebut juga dengan cagar budaya yang ada di Kabupaten Toraja Utara, Propinsi Sulawesi Selatan. Kehidupan tradisional dengan adat Suku Toraja masih melekat kental di kawasan ini. Kete Kesu merupakan perpaduan keindahan pertanian dan budaya yang berakulturasi menjadi sebuah peradaban yang khas di Indonesia.

Deretan Tongkonan dari jauh

Deretan Tongkonan dari jauh

Di saat kami sampai di lokasi ini, beberapa tempat makan dan toko souvenir sudah rapi menyambut dengan kerenyahan senyum suku Toraja. Untuk memasuki Kete Kesu kita harus membeli karcis dan mengisi daftar tamu yang sudah disiapkan di pintu masuk. Keramahan pemuda Toraja kembali hadir di perjalanan kami, dia menuntun kerbau piaraannya  sambil tersenyum kepada kami.

Menggembalakan kerbau

Menggembalakan kerbau

Kerbau asli Toraja bisa dibilang sudah langka, sebagian besar kebutuhan kerbau untuk upacara ada Rambu Solo disediakan dari Pulau Kalimantan, Nusa Tenggara, bahkan dari Sumatera. Pada awalnya mereka membeli kerbau kurus dan memeliharanya hingga gemuk dan berotot. Suku Toraja akan mempersembahkan kerbau-kerbau terbaik ketika upacara Rambu Solo diadakan. Upacara Rambu Solo adalah sebuah upacara pemakaman dari Suku Toraja. Mereka percaya bahwa kerbau adalah hewan suci yang akan mengantarkan keluarganya yang meninggal menuju nirwana. Jadi tidak salah jika Suku Toraja sangat ahli dalam memelihara kerbau.

Kehidupan Kete Kesu

Kehidupan Kete Kesu

Kete Kesu merupakan desa milik keluarga bangsawan Suku Toraja. Hal ini nampak pada deretan rumah khas Tongkonan yang diperkirakan berusia sekitar 300 tahun dan lumbung padi di depannya. Tidak sembarangan orang yang bisa membangun rumah Tongkonan selain keluarga bangsawan. Tongkonan yang berhiaskan ukiran kayu semakin melambangkan derajat yang semakin tinggi. Beberapa tanduk-tanduk kerbau yang dipasang di depan rumah Tongkonan, aku perkirakan sebagai jumlah beberapa ekor kerbau yang disembelih dan dipersembahkan oleh sebuah keluarga kepada orang banyak untuk membuat sebuah rumah adat Tongkonan. Konon upacara ini disebut Rambu Suka yaitu upacara untuk memasuki rumah adat yang baru.

Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk bersama. Isi ruangan dari Tongkonan adalah dapur, ruangan untuk tempat tidur, juga dipakai untuk menyimpan mayat sebelum diadakan upacara pemakaman Rambu Solo. Yang unik dari rumah Tongkonan ini adalah tidak memiliki surat sertifikat tanah seperti pada umumnya. Kepemilikan dilindungi oleh hukum adat. Ketika pemilik dari sebuah rumah Tongkonan meninggal, maka rumah tersebut diwariskan kepada seluruh anaknya. Rumah tersebut tidak boleh dijualbelikan maupun karena rumah tersebut untuk keluarga bersama. Beberapa Suku Toraja yang tinggal di rumah tersebut wajib memelihara rumah dengan baik. Perlu diapresiasi yang tinggi untuk adat Toraja ini karena sudah mewariskan kebudayaan yang lestari hingga saat ini.

Berhubung lokasi rumah Tongkonan sedang ramai pengunjung, aku yang disusul oleh teman-teman melanjutkan perjalanan menuju kubur batu yang ada di belakang deretan rumah Tongkonan. 0026

Untuk melihat kubur batu dari dekat, kita harus menaiki undak-undak bertingkat. Tampak di dinding tebing ada beberapa peti yang dihiasi dengan tulang-belulang. Semakin tinggi peti yang bersandar di dinding tebing menunjukkan bahwa jenasah tersebut adalah mendiang nenek moyang. Dalam sebuah gua kubur ada yang dikunci dengan jeruji besi, hal ini untuk mengantisipasi pencurian pada tau-tau (baca: patung jenasah adat). Di ujung undak-undak ada gua kubur lagi yang cukup angker untuk dimasuki tanpa menggunakan pemandu dan lampu. 0032

Tongkonan dengan foto leluhur

Tongkonan dengan foto leluhur

Kubur batu

Kubur batu

Wah sepertinya lokasi deretan Tongkonan agak sepi, akhirnya kami mendapatkan gambar yang cukup bagus dinikmati bersama. Hehehe graphics-3d-smileys-931742

Rumah Adat Tongkonan

Rumah Adat Tongkonan

Biar otak makin encer

Biar otak makin encer

We were here!

We were here!

Banyak pengetahuan baru yang aku dapat di sini, setidaknya luangkan lah waktumu untuk mengenal Indonesia. Pulanglah dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru pada sahabat-sahabatmu. NIKMATI INDONESIA MU!!! graphics-3d-smileys-163455

JT 2013 22Sept

Advertisements

6 responses to “Mengenal Secuil Adat Toraja di Kete Kesu

  1. Tulisannya menarik apalagi tentang sejarah. Jarang-jarang orang ngepost tulisan yang mengandung unsur sejarah. Eh tapi, ya ampun harus banget ya bergaya freestyle *salah fokus*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s