Menginjakkan Kaki di Celebes

Makassar atau yang dulu dikenal dengan Ujungpandang tujuanku yang disaat jemariku menari di keyboard saat promo murah pesawat terbang seharga Rp 300.000 round trip. Kami harus menunggu sekitar 6 bulan untuk berangkat ke Celebes. Namun sayangnya saat ini rute itu kembali ditutup karena kurang memberikan emas bagi perusahaan.

Aku mengajak sahabatku yang merupakan banker di suatu bank nasional. Kata hatiku sedikit ragu saat mengajaknya karena kami berbeda dalam berekspetasi tentang tempat yang akan dikunjungi. Aku lebih gemar mengunjungi tempat wisata yang beraroma alam ataupun kesenian, sedangkan sahabatku lebih suka mengunjungi mall. Ah tidak apa-apa lah mungkin saat di Makassar kita bisa berpisah sesuai dengan destinasi pilihan.

Beberapa bulan kemudian ada teman yang BBM aku yang menanyakan kapan ke Makassar. Dengan polos aku menjawabnya tanggal sekian tanpa menaruh curiga sedikit pun. Tak lama kemudian dia BBM lagi dan memberi tahuku kalau dia berempat akan ikut ke Makassar. Tak lama kemudian juga, ada teman yang lain juga memberi kabar jika berempat akan ke Makassar dengan jadwal yang sama denganku. Entah apa yang terjadi, sepertinya liburanku tak akan senyaman jika terlalu ramai. Lantas aku pun bingung saat dijadikan ketua rombongan untuk melakukan perjalanan ini dan menyediakan semua akomodasi saat berada di Sulawesi. Note : OK lain kali jika ingin pergi, aku akan lebih merahasiakannya lagi rapat-rapat.

Drama nyata terjadi di Bandara Juanda, entah kenapa aku harus berkata jujur ke atasan untuk izin cuti sehari saja pergi ke Makasar. Ternyata kejujuranku berbuah Surat Peringatan (SP) saat kembali bekerja di perusahaan otomotif di Jember. Entah polos atau terlalu jujur tapi akibatnya tidak aku sesali. Kadang kejujuran harus diungkapkan, karena kebohongan lama-kelamaan akan terbongkar dan meninggalkan luka. Hashh kok jadi curhat.

Ok, kita langsung kembali ke topik utama. Aku, Andre Muhamad, dan Ranger group (Rice, Lisa, Bhita, Wiwpy) termasuk ke dalam kloter dua. Namun Rice tidak dapat melanjutkan perjalanan karena harus melakukan tes seleksi kerja di Surabaya. Sedangkan kloter pertama (Fatah, Yulia, Mbak Nisa, dan Reza) sudah berangkat sehari sebelumnya.

Selamat Datang

Selamat Datang

Miniatur Kapal Phinisi

Miniatur Kapal Phinisi

Ranger belum lengkap

Ranger belum lengkap

Kloter 2 termasuk yang motret

Kloter 2 termasuk yang motret

Sekitar 45 menit melintasi angkasa di atas Laut Jawa, akhirnya kami sampai di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Kloter pertama sudah sampai di bandara setelah seharian mengeksplor Makasar. Tanpa peduli orang lain, kami bertemu dan ngemper di lantai bandara. Beruntunglah aku memiliki teman yang ada di Makasar, pacarnya bekerja di travel agent di sana sehingga aku mendapatkan bantuan dalam menyiapkan mobil elf. Sebagai ketua yang bijaksana, aku menghubungi sopir yang akan membawa kami ke Tana Toraja.

Segambreng ngemper di bandara. Siap berpetualang!

Segambreng ngemper di bandara. Siap berpetualang!

Petualangan segambreng di Sulawesi dimulai !!!

JT 2013 21Sept

Advertisements

6 responses to “Menginjakkan Kaki di Celebes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s