Pagelaran Tari Klasik di Puro Pakualaman (Bagian 2)

Sebelum pagelaran tari klasik dimulai pada hari selanjutnya, hujan lebat mewarnai langit Jogja. Tapi tetap harus semangat untuk pergi ke Puro Pakualaman, jarang-jarang kan bisa lihat pagelaran tari klasik! GRATIS pula!!! #catet

Berikut lanjutan dari pagelaran tari klasik yang sempat aku saksikan.

—–

  1. TARI BEDOYO KAJONGAN dari KANOMAN CIREBON

Tari Bedaya Kajongan adalah tarian ciptaan dari Sultan Kanoman VIII, yaitu Sultan Raja Dzoelkarnaen yang memimpin sekitar abad ke -17. Tari Kajongan menggambarkan filosofi perang yang di dalamnya terkandung nilai-nilai moral, etika sosial serta sejarah yang sarat dengan falsafah kehidupan. Tarian ini dibawakan oleh penari wanita yang selalu berjumlah genap (biasanya dua orang penari) yang menari dengan membawa senjata jenis gada sebagai simbol perang. Namun karena tari ini hanya boleh ditonton oleh keluarga Keraton, dimana para penarinya juga masih keluarga Keraton yang dilarang menurunkan ilmunya di luar garis keluarga Keraton, maka lambat laun Tari Bedaya Kajongan semakin terlupakan dan berada di ambang kepunahan.

Melihat kondisi tersebut, Keraton Kanoman berupaya membangkitkan kembali Tari Kajongan dari tidur panjangnya. Pada tahun 2009 Sultan Kanoman XII, Sultan Raja Mochamad Emirudin menitahkan kepada Pangeran Raja Kodiran dan Ratu Raja Arimbi Nurtina untuk merumuskan gagasan revitalisasi seni dan melakukan penelusuran Tari Bedaya Kajongan. Maka sejak tahun 2009 dimulailah “penggalian” kembali Tari Bedaya Kajongan, dengan kajian bersama antara penari dan para penabuh gamelannya, hingga dapat ditelusuri kembali koreografi tarian, musik dan desain busananya.

Begitulah Bedaya Kajongan, tari klasik Keraton Kanoman Cirebon. Tari bedaya ini diciptakan pada semasa Keraton Kanoman diperintah oleh Sultan Kanoman VIII, Sultan Raja Dzoelkarnaen (1873-1934). Pada masanya, Bedhaya Kajongan merupakan tarian persembahan bagi tamu-tamu agung yang dibawakan oleh puteri-puteri keluarga Keraton. Bertempat di Bangsal Djinem Keraton Kanoman, Di hadapan Sultan Kanoman XII Sultan Raja Moch. Emirudin dan tamu undangan, tari Bedaya Kajongan kembali dipentaskan.

Jember Traveler Tari Klasik 09

Jember Traveler Tari Klasik 10

Jember Traveler Tari Klasik 11

Jember Traveler Tari Klasik 12

  1. TARI NITI RASA dari KANOMAN CIREBON

Tari ‘Niti Rasa’ yang akan digelar dari Keraton Kanoman. Tari ini di ilhami dari Tari Bedaya Kasturun, Penggambaran Tari ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi seorang Pemimpin atau manusia yang bisa memerangi diri sendiri. Mengaplikasikan dan kita di ajarkan untuk bersabar dan tidak tergoda oleh duniawi.

Jember Traveler Tari Klasik 13

Jember Traveler Tari Klasik 14

Jember Traveler Tari Klasik 15

  1. TARI GAMBYONG RETNO KUSUMO dari MANGKUNEGARAN

Tari Gambyong Retno Kusumo ini adalah karya cipta dari KGPAA Mangkunegoro VII. Tari ini menggambarkan putri kerajaan yang anggun dan pandai menari.

Kata Retno berarti emas, sedangkan kata Kusumo adalah bunga. Sehingga jika diartikan semua tari Gambyong Retno Kusumo ini adalah gadis yang sedang tumbuh bagaikan bunga yang harum dan bersinar bagaikan emas. Tarian ini digunakan sebagai penyambut tamu yang hadir pada perhelatan istana.

Jember Traveler Tari Klasik 16

Jember Traveler Tari Klasik 17

Jember Traveler Tari Klasik 18

  1. TARI RAMPAK TOPENG dari KASEPUHAN CIREBON

Tari Rampak Topeng diciptakan oleh Walisongo sebagai media dakwah atau syiar agama Islam di Kasepuhan Cirebon. Tari ini cukup atraktif daripada tari klasik lainnya yang aku saksikan. Pada umumnya tari klasik disajikan dengan lembut dan lemah gemulai dan tempo lambat, namun berbeda dengan dengan Tari Rampak Topeng. Tari ini pada awalnya disajikan dengan tempo lambat dan semakin lama semakin berirama cepat. Tampak pula kelihaian pemain karawitan dengan etnik Sunda yang khas.

 Jember Traveler Tari Klasik 19

Jember Traveler Tari Klasik 20

Nah bagaimana? Masih enggan nonton tari klasik?! Rugi banget kan kalau gak nonton!!

TAMAT

NOTE : SEBAGIAN INFO TARIAN DIAMBIL DARI BERBAGAI SUMBER

JT 14 19-20Des

Advertisements

6 responses to “Pagelaran Tari Klasik di Puro Pakualaman (Bagian 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s