Wayang Bocah “Denggung Pancanaka”

Cukup bersyukur jika kita bisa bekerja di Jogja, begitu banyak event-event kesenian dan ekonomi kreatif yang dapat memanjakan mata dan mengurangi tekanan dalam pekerjaan. Kali ini aku dan beberapa teman kantor yang cukup penat dalam menjalankan pekerjaan. Sesaat lembur bersama kami akhirnya menggeber mobil seorang teman untuk menuju ke Taman Budaya Yogyakarta. Kebetulan sekali saat itu ada pagelaran wayang orang anak dan remaja.

Pagelaran ini adalah kerjasama dari Paguyuban Wayang Bocah Kusuma Indria, Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan Taman Budaya. Pagelaran wayang orang ini berlakonkan Denggung Pancanaka.

Saat kami datang, sudah berlangsung tarian tradisional yang menceritakan ngemong (mengasuh) bayi. Dalam pertunjukan itu yang dimaksud adalah seorang kakak yang mengasuh adiknya yang masih bayi, bukan seorang wanita yang ngemong bayi sesuai makna tarian aslinya.

Jember Traveler Denggung Pancanaka 01 Jember Traveler Denggung Pancanaka 02 Jember Traveler Denggung Pancanaka 03 Jember Traveler Denggung Pancanaka 04

MC dengan Dalang. Dengan wayang Bima

MC dengan Dalang. Dengan wayang Bima

———- Sinopsis cerita dari Denggung Pancanaka ———-

Raja Wirata memberikan Pandawa tanah berupa alas (hutan) Wanamarta. Bima menjadi pemimpin rombongan untuk membersihkan hutan dan menjadikan Wanamarta menjadi negara untuk Pandawa. Bima yang memiliki Pancanaka (kuku hitam yang tajam) dengan sekejap dapat menebas pohon-pohon di Wanamarta namun anehnya pohon itu kembali utuh lagi.

Pandawa tidak tahu keangkeran Wanamarta yang dihuni oleh berbagai macam jin. Konon katanya di Wanamarta berdiri kerajaan jin yang sangat angker dengan nuansa magis. Bima akhirnya terjerat jala sutra emas dari pasukan jin sehingga tidak dapat bergerak. Arjuna datang membawa minyak Jayengkaton yang jika dioleskan di mata dapat melihat sosok jin yang sebenarnya sehingga dapat melawan pasukan jin.

Penguasa kerajaan Jin

Penguasa kerajaan Jin

Bima terjerat Jala Sutra Emas

Bima terjerat Jala Sutra Emas

Wayang Bagong

Wayang Bagong

Punakawan anak-anak

Punakawan anak-anak

Jember Traveler Denggung Pancanaka 11 Jember Traveler Denggung Pancanaka 12 Jember Traveler Denggung Pancanaka 10 Jember Traveler Denggung Pancanaka 13

Namun dengan tekad Nyawiji Greget, Sengguh, ora Mingkuh dengan dilandasi hati membaja, rintangan dan halangan dapat disingkirkan. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung itulah Sang Denggung Pancanaka.

Pada akhirnya Pandawa dapat membangun kerajaan di Wanamarta.

—————————————–SEKIAN—————————————–

Berhubung kerjaan masih menumpuk seperti kontainer yang mangkrak di pelabuhan, kami kembali ke kantor. Kami tidak mengikuti pagelaran sampai selesai. Tanggung banget sih seperti orang yang mau kentut tapi gak bisa keluar!!! GAK NIKMAT KAN!!

Advertisements

4 responses to “Wayang Bocah “Denggung Pancanaka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s