Puncak Lawu – Menyumbu Cakrawala

Cakrawala Biru

Cakrawala Biru

Bersyukurlah terciptanya teknologi masih memiliki sisi positif dalam kehidupan bersosial. Ya aku memiliki teman baru di Jogja melalui sebuah jejaring sosial media. Dwi, itulah panggilan yang acapkali disematkan padanya. “Puncak Lawu”, jawab Dwi saat aku tanyakan rencana weekend itu. Seketika Pagelaran Bedog Art yang diadakan selama 2 hari tak kunikmati semua sampai habis karena tertarik untuk ikut bersama temanku.

Sabtu sore setelah matahari meredupkan pelitanya, 8 insan manusia ini menarik gas kuda besinya untuk berangkat menuju gunung yang menjadi salah satu dari 7 summits of Java ini. Kami nikmati jalanan dengan cukup kencang layaknya pasukan berkuda yang berlari setelah genderang perang dikumandangkan. Sekitar 4 jam mengayuh sepeda motor lama yang ditempuh dari Jogja ke pintu masuk jalur penanjakan. Suhu udara mulai terasa menggigit hingga ke ujung tulang.

Di sebuah warung tempat penitipan motor, kami mengisi amunisi tubuh dengan sebuah santapan tradisional nasi pecel dengan sebuah telur goreng serta hangatnya secangkir kopi.

Sekitar pukul 22.00, kami mulai melakukan penanjakan dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 10.000.

Penanjakan dari pintu masuk menuju pos 1 kami lalui dengan sakit perut. Lambung terasa sakit, kurasa penyebabnya adalah nasi pecel yang dimakan dengan telur dan kopi. Menurut artikel yang pernah kubaca, bahwa pecel dengan telur dapat menyebabkan asam lambung meningkat dan membuat mudah mengantuk. Apalagi dengan kopi, semakin terasa asam. Kami mengatasinya dengan minum air mineral yang sudah disiapkan meskipun hasilnya tidak cukup signifikan.

Mata ngantuk, dinginnya malam kemarau, dan tingginya penanjakan menjadi tantangan yang harus kami hadapi. Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 terasa cukup berat karena medannya yang cukup menanjak. Sekitar pukul 02.00 kami sampai di Pos 3, namun lahan untuk mendirikan tenda sudah penuh dengan pendaki yang sudah datang lebih awal.

Dengan alas matras dan diselimuti sleeping bag aku mulai istirahat tidur. Cover tenda kupakai sebagai pelapis selimut. Dinginnya malam itu cukup menggigilkan tubuh yang lemah ini.

Sinar matahari mulai perlahan-lahan menghangatkan kulit hingga relung tulang. Kulihat jam yang ada di ponselku, waktu menunjukkan pukul 06.00. Kulihat teman yang lain masih tertidur dan ada yang bangun lebih awal untuk melakukan ibadah pagi.

Pukul 07.00 kami memulai penanjakan ke puncak dengan 6 orang, karena 2 orang teman merasa kurang sehat sehingga lebih memilih untuk diam di Pos 3.

Langit Pagi

Langit Pagi

Pos 3 ke Pos 4 juga cukup menguras tenaga namun hal itu sirna karena lautan awan yang indah menyegarkan jiwa yang penat. Adapun taman bunga liar, entah siapa yang menanamnya.

Lautan Awan

Lautan Awan

Bunga Liar

Bunga Liar

Taman bunga liar

Taman bunga liar

Di Pos 4 ada sebuah situs sakral, konon katanya tempat bertapa seorang raja menjelang kerajaannya runtuh diganti dengan kerajaan yang lain. Dari Pos 1 hingga Pos 4 jalur pendakian sudah baik, batu-batuan disusun untuk membuat jalur pendakian.

Jalur pendakian

Jalur pendakian

Puncak Lawu ditandai dengan sebuah tugu kecil yang di puncaknya berkibar bendera merah putih. 3265 mdpl. Kawasan ini berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tepatnya berada di perbatasan antara 4 kabupaten yaitu Karanganyar dan Wonogiri (Jawa Tengah), Ngawi dan Magetan (Jawa Timur).

Sudah dekat puncak

Sudah dekat puncak

Papan petunjuk puncak

Papan petunjuk puncak

BERHASIL

BERHASIL

Turunan menuju jalan pulang memang tidak menguras tenaga namun membuat kaki terasa sakit ketika meredam gaya gravitasi bumi dengan jalur pendakian yang bebatuan.

Pengorbanan yang dihabiskan untuk sampai puncak cukup mendewasakan belajar lebih sabar dan dapat menikmati cakrawala biru yang menyejukkan. Bangga Indonesia memiliki tempat yang indah.

Advertisements

6 responses to “Puncak Lawu – Menyumbu Cakrawala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s