Tak Lengkap tanpa Candi Plaosan Kidul

Berbicara tentang sesuatu yang kembar, pasti kurang lengkap jika hanya mengulas dari satu hal kembar. Harus mengulas kembarannya juga bukan? Nah sama halnya dengan candi kembar yang bernama Plaosan. Candi Plaosan terbagi menjadi dua yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Pada awal-awal saya mulai menulis tentang perjalanan yang sudah saya lalui, saya pernah menceritakan tentang Candi Plaosan Lor. Sekarang saatnya saya menceritakan pengalaman saya saat berada di Candi Plaosan Kidul.

Pada kesempatan kali ini berbeda dengan kesempatan waktu itu. Saya mengunjungi Candi Plaosan Lor pada saat musim kemarau sehingga langit berwarna biru, sedangkan kesempatan kali ini saya ke Candi Plaosan Kidul pada masa musim penghujan.

Mereka memang kembar namun nasib mereka berbeda. Candi Plaosan Lor terlihat megah dan agak komersil karena dikenakan biaya masuk untuk memasuki kompleks percandian. Lantas bagaimana dengan Candi Plaosan Kidul?

Pada awalnya saya mengira kalau dari Candi Plaosan Lor ke Candi Plaosan Kidul itu jauh. Sehingga pada kunjungan pertama saya melewatkan Candi Plaosan Kidul. Namun pada kunjungan kedua kali ini saya diberitahu sahabat saya yang bernama Langit bahwa lokasinya dekat dari Candi Plaosan Lor.

Papan Nama Candi Plaosan Kidul

Papan Nama Candi Plaosan Kidul

Saya berjalan kaki menuju Candi Plaosan Kidul. Berbeda 180o dengan Candi Plaosan Lor. Candi ini lebih banyak reruntuhannya dan sedikit yang dipugar. Tampak sawah yang masih hijau di samping kompleks candi. Untuk masuk ke kompleks Candi Plaosan Kidul tidak dipungut biaya masuk. Meski sebagian besar berupa reruntuhan, namun penggiat wisata candi ini sudah menyiapkan beberapa tempat sampah dibeberapa spot. Candi Plaosan Kidul lebih sedikit pengunjungnya dan sedikit kurang terawat.

Kompleks Candi Plaosan Kidul dari depan

Kompleks Candi Plaosan Kidul dari depan

Konon katanya kedua candi kembar ini adalah hadiah dari Raja Rakai Pikatan kepada permaisuri tercintanya yang bernama Pramudyawardani. Wah romantis banget ya cinta pada masa kerajaan tempo dulu ya? Kalau sekarang Valentine day aja hadiahnya kalau tidak seikat bunga mawar, perhiasan, coklat atau apalah. Kalau dulu hadiah kasih sayangnya berupa candi. Keren kan!!

Candi yang utuh

Candi yang utuh

Reruntuhan candi

Reruntuhan candi

Relief dari reruntuhan candi

Relief dari reruntuhan candi

Pada perkembangannya kedua candi ini dipakai untuk persembahyangan umat Buddha dan beberapa candinya dipakai untuk tempat menyimpan teks-teks ajaran Buddha oleh para pendeta Buddha. Sudah lihat dari puncak candinya berupa stupa yang merupakan ciri khas dari candi-candi Buddha terutama aliran Mahayana.

Meski saya memasuki kompleks Candi Plaosan Kidul pada saat matahari bersinar dengan terik, tiba-tiba hujan turun meski sekedar gerimis saja. Saya berlari menuju tempat teduh dimana salah satu penjaga parkir nyambi menjual kerajinan perak dan benda-benda kuno. Kami pun pulang tanpa menunggu hujan reda karena hari sudah mulai gelap.

Sawah di antara Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul

Sawah di antara Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul

Sedikit sekali sejarah dan informasi berada di Candi Plaosan Kidul, selain karena hujan juga karena spot-spot yang saya eksplor sebagian besar berupa reruntuhan.

 

JT 13 25 05

Advertisements

2 responses to “Tak Lengkap tanpa Candi Plaosan Kidul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s