Mencicipi Pizza Tungku di Aglioo

Siang berganti malam selayaknya kehidupan manusia yang silih berganti menjadi dewasa. Begitu juga dengan perut yang kenyang berisi berganti menjadi perut yang kelaparan. Gak nyambung ya? Hahaha.

Malam ini di Jogja, kami kembali dari Candi Ijo dan sudah berada di daerah kota. Kelima perut di dalam mobil sudah mulai menyanyikan lagu kelaparan raya. Lapar!! Lapar!! Lapar!!

Terceletuklah ide dari kepala saya ini. Sebagai “kernet” atau asisten sopir ini, saya melontarkan untuk mencoba makanan pizza tungku yang membuat lidah saya penasaran untuk mengecapnya. Si Langit yang sedang mengendarai mobilnya ini langsung mengarahkan kemudinya menuju sebuah kawasan penginapan backpacker mancanegara yang ada di Jalan Prawirotaman itu.

Jalan sempit di Prawirotaman ini membuat keempat temannya (termasuk saya) tertegun dengan ide cerdas dari Langit. Sulit sekali mencari tempat parkir di jalan ini. Bagaimanakah cari ide cerdas Langit ini berjalan dengan lancar? Mau tau? Sama, saya juga ingin tahu.

Mobil sahabat saya ini berhenti di parkiran hotel tepat di depan tempat makan yang bernama Aglioo. Maaf ya, saya tidak menyebutkan nama hotelnya. Hahaha takut dijitak sama satpamnya. Ok lanjut ceritanya. Setelah memarkirkan mobil dengan rapi, kami menuju resepsionis hotel dengan dalih mengambil brosur dan menanyakan harga kamar. Akting kelima cowok ganteng ini berhasil mengelabui resepsionis dan satpam penjaga hotel. Aksi penyamaran membuat mobil itu terparkir dengan cakep di tempat parkir hotel.

Langkah kaki kami menyeberang jalan dan duduk di kursi milik Aglioo ini dengan tenang. Kebetulan malam ini pengunjungnya sedikit lebih sepi. Kami kemudian memesan tiga porsi pizza dan beberapa minuman. Harga pizza ini sekitar 50-70 ribuan. Tergantung mau diisi apa tuh roti pizza-nya.

Pizza tungku di Aglioo ini memang unik karena meniru dan mengembangkan pizza asli buatan Italia. Jadi jangan kaget kalau suasana Italia sangat kental di tempat makan ini. Pizza ini berbeda dengan pizza yang terbuat dari Amerika maupun pizza di gerai franchise. Kalau pizza buatan Amerika, rotinya lebih besar dan mengembang sehingga yang memakannya akan merasa cepat kenyang. Bagaimana dengan pizza buatan Italia? Rotinya lebih tipis dan renyah. Kriuk! Kriuk! Ada beberapa bintik-bintik hitam tanda kalau pembuatannya dengan cara dipanggang.

Pizza ini yang jadi andalannya. Namanya saya lupa. :)

Pizza ini yang jadi andalannya. Namanya saya lupa. 🙂

Enak juga nih. Mau namanya? Silakan buka buku menu-nya sendiri ya. Hehehe

Enak juga nih. Mau namanya? Silakan buka buku menu-nya sendiri ya. Hehehe

Butuh kesabaran untuk bisa makan pizza tungku di sini. Maklum lah namanya juga membakarnya pakai tungku. Paling cepat membakar pizza sampai matangnya hanya 10 menit, belum meracik isi pizza dan belum menunggu antrian. Sudah tau penyebabnya kan? Jadi 3 kuncinya untuk makan pizza tungku ini adalah sabar, sabar, dan sabar.

Tak jarang beberapa pengunjung yang batal untuk memesan pizza tungku dan beralih mencari makanan yang lain jika mereka tidak sabar.

Kadang-kadang jika malam minggu ada beberapa performance dari pengamen jalanan, namun jangan bayangkan dengan pengamen di bus atau di pinggir jalan pada umumnya. Grup pengamen ini menyajikan lagu  dengan genre jazz. Wah asyik kan?! Bukan asyiknya namun saya salut dengan usaha dari pemilik tempat makan ini, malam minggu biasanya pengunjung ramai dan tidak sabar menunggu pizza tungku yang tenaga dan alat pembuatnya kurang mencukupi.

Endul jaya kan pizza-nya? Enak di lidah dan nyaman di perut. Mau coba juga?

Nah ini alamatnya :

Jalan Prawirotaman No. 29
Telp: (0274) 388934

 

JT 13 05 24

Advertisements

2 responses to “Mencicipi Pizza Tungku di Aglioo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s