I-City : Kota Lampu di Shah Alam

A: Andai aja Kakak Thomas gak nemuin lampu, kamu bisa apa coba kalau malam hari?!

B: Ya kalau malam hari ya tidur aja, ngapain juga ngurusin Si Thomas?!

A: Thomas Djorgi Alva Edison duduuuut!! Si penemu bola lampu!! *jitak!!

B: Terus saya harus WOW gitu?!

A : Ya iya lah?! *Plak!! Males ah ngobrol sama kamu!!

B: Siapa juga yang mau ngobrol sama kamu!!

A : Errrrggggg!!!!

Hahaha sebel juga kan kalau ada yang diajak ngobrol tapi jawabannya seperti itu. Kadang-kadang kalau ngobrol dengan saya seperti itu. Kalau saya ingat-ingat omongan saya sendiri sih kadang ketawa sendiri, kok omongan saya ”cek sopannya megeline”.

Ada salah satu sepenggal kepala cerita pengalaman Unyil (baca: saya) dan kawan-kawan saat mengunjungi Negeri Upin Ipin dulu.

Loh loh Nyil, Pak Ogah mana?

Tuh lagi diam di depan monitor sambil lihat bokep youtube. *nunjuk yang baca*

Woooo !!! Plaaaakkk!!

Hmm enaknya cerita ini dimulai dari mana ya?

*****

Setelah menikmati senja di Taman Titiwangsa, perut sudah berisi (baca : bunting kenyang). Citycar yang kami tumpangi melaju kencang dan beberapa kali melompati polisi tidur. Ladyracer yang membawa kami ini seolah-olah mengikuti lomba lari gawang. Ah hiperbola banget sih tapi emang bener kenceng dan beberapa kali menyikat polisi tidur juga. Hahaha tapi itu justru menambah keseruan perjalanan kali ini.

Dibawalah kami si empat sekawan yang entah mimpi apa bisa keluar negeri ini ke suatu tempat galeri kesenian yang istimewa di Kuala Lumpur. Sampai begitu istimewanya, beberapa gerai tutup. Memang hasil-hasil karyanya bercitarasa seni yang tinggi, tempatnya juga eksklusif banget. Jadi jangan salahkan kami gembel dari negara tetangga yang memang tidak bernafsu belanja malah semakin tidak bernafsu belanja. Mahal cuiinnn!! Hahaha syukur banget lah sudah dianter tempat eksklusif seperti ini, daripada mubazir yoookkk kita seru-seruan foto bareng aja!! Cheeezzzz!!!

Di Galeri Kesenian

Di Galeri Kesenian

Mobil balap kecil ini sudah kehausan daritadi melaju terus. Jard membawa kami ke pom bensin. Beda banget memang pom bensin di sini dan di Indonesia.

Kalau pom bensin di Indonesia pasti ada petugas yang melayani mengisi bensin dan tak lupa tersenyum sambil mengucapkan ”Dimulai dari 0 (nol) ya Pak!”.

Kalau di sini bagaimana? Boro-boro mendapatkan senyum dari petugas, ngisi bensinnya ngisi sendiri eh! Jadi tinggal senyum aja sama mesin pemompa bensin. Dasar jomblo!! *krik krik krik*. Untuk mengisi bensin, kalian harus masuk terlebih dahulu ke dalam tempat seperti minimarket. Nah kalian bayar dulu di kasir, baru ngisi bensin sendiri. Mandiri beud!!

Pada saat Jard sibuk mengisi bensin, ada konspirasi antara Andre dan saya

Andre : Ron, Shah Alam sepertinya bagus tapi jaraknya agak jauh

Saya : Bogh!! Ayo laksanakan mumpung di sini!! Kemaren si Andy juga bilang bagus.

Andre : Nanti urunan bensin dan makan ya?!

Saya : Beres!!

Ainun dan Mbak Irma : Ngikut aja wes!

Kami berempat langsung hening seketika Jard masuk ke dalam mobil dan mulai menyetir. Bola-bola kami mulai saling melirik dan saling tunjuk. Siapakah yang akan bilang ke Jard? Akhirnya Andre yang duduk di kursi depan yang mengusulkan ide untuk ke Shah Alam kepada Jard. Dengan dalih pura-pura tanya tentang Shah Alam, Andre mengajak Jard kesana dengan lembut dan kata-kata terselubung. Sampai pada akhirnya ada pertanyaan terlontar dari kursi depan ke kursi belakang, ”Mau ke Shah Alam?”. Ainun, Mbak Irma, dan saya langsung kompak berpaduan suara merdu menjawab, ”Yaaaaaaaaa”. Benar-benar ”tamu” yang tidak tahu diri banget. Hahaha.

Peta I-City

Peta I-City

Liburan di Malaysia membuat jalan menuju Shah Alam sedikit macet, beberapa orang melewatkan liburannya di Shah Alam juga. Kami memasuki arena wisata yang bernama I-City. Tempatnya luaaaasssssssssssssss!! Penataan tamannya dibuat senyaman mungkin untuk bisa nongkrong bersama teman-teman. Kelap-kelip lampu berwarna-warni dengan aneka rupa bentuk mempercantik kawasan ini. Entah seberapa Watt listrik yang dikeluarkan untuk sebuah I-City ini. Ada berapa genset ya? “PLN”nya Malaysia kagak kekurangan listrik?! Hasshh lupakan!

Masuk rumah lampu ya dek!!

Masuk rumah lampu ya dek!!

Duh cakepnya! Uhuuii.. Boneka lampunyaaaaa!!

Duh cakepnya! Uhuuii.. Boneka lampunyaaaaa!!

Namun sayangnya tempat ini kurang ketersediaan toilet. Saya yang kebelet pipis segera melarikan diri dari barisan dan mencari toilet. Keberadaan toilet hanya ada di gerai makanan. Serasa menyamar sebagai pembeli, saya masuk menuju toilet.

Duaaarrrr!!! Ternyata banyak yang menyamar sebagai pembeli juga untuk bisa masuk ke toilet. Antri!! Keringat sudah mengucur deras saya karena menahan pipis. Telpon dari Andre mengganggu konsentrasi saya menahan pipis. Biarin aja deh, bodo amat! Sampai akhirnya giliran saya masuk ke toilet. Aaaaahhhh leganya!!

Setelah saya keluar dari tempat makan itu, saya mencoba mengingat-ingat pertanyaan buat saya sendiri dan harus ngapain. Apa ya! Apa ya! Apa ya! *mikir*

Tiba-tiba ada SMS masuk dari Andre. Ah bego amat, ngapain juga si Andre SMS mencari saya! Seketika itu saya baru ingat pertanyaan yang saya lupakan. Teman-teman ada di mana?! Jeduaarrr!! Saya segera berlari seraya anak ayam kehilangan induknya.

Saya segera  telpon Andre tentang keberadaan mereka di mana. Wah sombong banget ya?! Di luar negeri aja bisa telpon seenaknya! Mau tau alasannya?! Ya! Saya habis ditipu pegawai konter pulsa yang ada di KL Central. Puaaass!!

Syukurlah hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menemukan mereka. Lantas apa yang kami lakukan di sini? Ya tentu berjalan sambil berfoto ria mengeksplor tempat ini. Terlihat anak-anak sedang bercanda gurau dan senang berada di sisi keluarganya. Ada beberapa wahana yang memang disiapkan untuk bisa bermain di sini. Tentunya bayar dong!

Hutan Cemara Lampu

Hutan Cemara Lampu

Pohon Cemara dan Bunga Matahari Lampu

Pohon Cemara dan Bunga Matahari Lampu

Gajah si penjaga pintu masuk

Gajah si penjaga pintu masuk

Kakaknya Dermolen, Si Bianglala raksasa

Kakaknya Dermolen, Si Bianglala raksasa

Kelaparan dan hampir malam adalah salah satu penyebab kami harus kembali pulang ke Kuala Lumpur. Sebagai ungkapan terima kasih untuk the best travelmate dan untuk tuan rumah yang baik, kami menraktir makan Jard pada suatu cafe yang biasa dia tongkrongin. Asek!!

Perjalanan di Malaysia pun berakhir beserta jatah cuti kami. Tentu pulang dengan membawa semangat baru dan kenangan yang baik.

Untuk informasi tentang I-City di Shah Alam bisa dilihat di bawah ini :

Tel: +603 5521 8800

Address:
Jalan Multimedia 7/A, City Park, i-City, 40000 Shah Alam, Selangor

Website: http://www.i-city.my/

JT 13 02 15

Advertisements

7 responses to “I-City : Kota Lampu di Shah Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s