Rawa Cangak juga Pantai di Jember Loh!

Seketika kalian berkunjung di Kota Jember, tempat mana sih yang ingin kalian kunjungi?

Papuma, Rembangan, Papuma, Rembangan!

Apa benar jawabannya cuma di atas ini?

SAMA. Setiap ada teman saya yang berkunjung ke Jember, pasti saya dan teman yang lain pasti akan mengantarkannya dikedua lokasi wisata itu. Paling jauh mungkin ke Kawah Ijen.

Ya itu-itu saja. Hasshhh!!

***ABAIKAN CURHAT GAK PENTING***

Terus review Rawa Cangak-nya bagaimana?

Iya ya sabar. Ini baru mau saya mulai.

Nama pantai ini adalah Rawa Cangak. Sebagai orang awam pasti kalian bingung, itu pantai atau rawa sih? Saya juga bingung. Sama! Hahaha.

Orang lokal mungkin lebih familiar menyebut Rawa Cangak dengan sebutan “Cangak’an”.

Rawa Cangak ini masih masuk di Kabupaten Jember tepatnya di Kecamatan Ambulu.

Loh di Ambulu toh? Di mananya? Dekat dengan Papuma?

Relatif dekat dengan Pantai Papuma, namun Papuma kan masih termasuk ke dalam Kecamatan Wuluhan. Nah letaknya sih memang satu jalan menuju Papuma namun di sebuah persimpangan kalian harus tanya dengan penduduk lokal.

Jika kalian memakai mobil, hmmm benar-benar menjadi trip yang sangat melelahkan.

Kenapa?

Mobil tidak bisa masuk jauh sampai ke pantai ini, untuk memasuki kawasan perkebunan saja sudah tidak bisa masuk. Ya mau atau tidak mau kalian harus jalan kaki. #Glodak

Saya sarankan kalian untuk mengendarai sepeda motor saja.

Sumpah seru banget! Kalian melewati perkampungan kecil kemudian melewati jembatan besi kecil. Melewati jalanan di tengah kayu-kayu yang menjulang tinggi milik perkebunan nasional. Sesaat kemudian kalian juga harus memilih jalan yaitu menyeberangi sungai dengan “gethek” (baca: rakit bambu) atau jalan yang melewati jembatan bambu kecil untuk menyeberang sungai.

Rawa Cangak sudah dekat

Rawa Cangak sudah dekat

Sudah mulai bisa membayangkan kan keseruan untuk bisa sampai ke sana!

*******

Pertama kali saya ke sini adalah duluuuuuuuuuuuuuuu saat masih kecil. Saya, kakak, dan teman-teman lainnya harus mengayuh sepeda untuk bisa sampai di sana. Meskipun berjarak 500m dari desa saya, perjalanan terasa sangat melelahkan. Jalanan untuk bisa sampai ke pantai tidak seenak jalanan saat ini. Mayoritas penduduk di desa saya tinggal dulu adalah petani yang hobi memancing. Beberapa spot memancing yang jadi favorit ada 3 yaitu : Pantai Bandealit, Pantai Nanggelan, dan Pantai Rawa Cangak ini.

Ini adalah kunjungan saya untuk kedua kalinya. Namun kali ini misi saya ada 2 yaitu untuk mengetahui Pantai Rawa Cangak lagi dan untuk membuang kegalauan di hati saya ke laut. #tsaaahh

***MAAPKAN KELEBAIAN SAYA DI ATAS***

Beruntunglah saya memiliki teman baik yang bernama Mbak Ike. Mbak yang bertubuh “sehat” ini dengan baik hati mengantarkan saya ke Pantai Rawa Cangak tapi dengan satu syarat.

Syarat apakah itu?

Syaratnya adalah ikut mengajak dan mengemong (baca :mengasuh) adik-adiknya untuk bermain ke Pantai Rawa Cangak. Haizzz. Baiklah! DEAL!!!

Mbak Ike membawa kedua adiknya. Salah satu adiknya dititipkan ke saya. Kami bertemu di salah satu supermarket yang ada di Ambulu. Untuk sampai ke pantai, memang perjalanannya cukup membangkitkan adrenalin dan menyegarkan mata. Udara di sini memang masih fresh. Jalanan memang seperti yang saya gambarkan di atas.Seru!

Ketika hampir sampai garis pantai, sepeda motor kami tidak bisa berjalan dengan lancar.

Tau kenapa?

Jalan menuju garis pantai adalah pasir hitam sehingga sepeda motor kami tidak bisa melaju. Hmm dengan amat terpaksa, kami mendorong sepeda motor dengan sekuat tenaga di tengah terik panas matahari. Kulit makin eksotis aja. Hadahhh.

Harus Mendorong Sepeda Motor Melewati Jalan Pasir Ini

Harus Mendorong Sepeda Motor Melewati Jalan Pasir Ini

Sampai di tepi pantai, sudah ada Bang Jhon dan teman-teman kantornya yang sudah menyambut kami dengan rujak buah yang endul jaya (baca: enak). Mbak Ike tidak mau kalah, dia mengeluarkan semua camilannya satu tas kresek besar.

Nafsu makan mendadak hilang ketika kegalauan muncul. Baiklah! Mungkin waktunya saya menikmati waktu saya sendiri menjauh dari mereka. Saya memutuskan untuk berjalan sendirian menyusuri garis pantai ke Barat. Pasir di Rawa Cangak kepadatannya rendah sehingga susah untuk berjalan kaki, tapi saya tidak mau kalah dengan panas matahari dan pasir hitam ini.

Garis Pantai Rawa Cangak lebih panjang daripada garis Pantai Nanggelan yang ada di sisi Timurnya. Memang warna pasirnya berbeda dengan Pantai Nangelan yang coklat.

Perjalanan saya menuju batas Barat masih hampir setengah namun tenaga saya sudah tinggal sedikit. Haasshhh. Saya putuskan untuk istirahat di bawah pohon-pohon yang rindang. Tak saya sangka udara yang sejuk ini membuat saya terlelap sebentar.

Berikut saya beri contoh tumbuhan yang hidup di sekitar Rawa Cangak :

Jember Traveler Rawa Cangak 03

Jember Traveler Rawa Cangak 04

Jember Traveler Rawa Cangak 05

Saya melanjutkan perjalanan menuju Barat namun masih jauh ternyata. OK saya mengambil sikap untuk memberi garis finish sampai di karang yang ada di tengah laut namun ada di dekat pantai.

Rupanya adik dari Mbak Ike ini sudah melambaikan tangannya untuk memanggil saya.

Saya berjalan kembali ke tempat mereka. Bodohnya saya lupa membawa air minum. #Gubrak

Mata sudah berkunang-kunang. Otak serasa sudah tidak nyambung dengan tubuh. Saya hanya bisa terus berjalan di tengah terik matahari. Lampu tenaga sudah mulai habis *serasa seperti Ultramen*

Sudah Mulai Stress karena Kehausan

Sudah Mulai Stress karena Kehausan

Untunglah meski kehausan, otak masih bisa sedikit berpikir “cerdas”. Saya mengambil ranting pohon yang sudah patah, saya pakai untuk menopang jalan saya.

Syukurlah saya sudah sampai di tempat teduh di mana teman-teman  berada. Seketika itu saya ditertawakan oleh teman-teman.

“Hahahaha kamu main sky di pasir pantai?!”, seru Mbak Ike

Saya : Mbak! Botol!! Botol! Minum! *tergeletak lega*

Berakhir sudah perjalanan saya di Rawa Cangak, kami semua memutuskan untuk pulang kembali ke Jember.

Bang Jhon, Mbak Ike dan adik-adiknya

Bang Jhon, Mbak Ike dan adik-adiknya

*********

Saya sedikit gambaran untuk kalian yang ingin mencoba destinasi ini:

  1. Tempat ini gratis alias pantai umum tapi bukan pantai wisata yang komersil
  2. Bawa sepeda motor dengan ban hardtop atau sepeda motor trail
  3. Bawa logistic atau makanan/minuman, jarak antara warung dengan pantai agak jauh
  4. Pantai ini termasuk sepi dari pengunjung. Berhubung tempai ini gratis, kalian harus waspada untuk menjaga barang kalian masing-masing karena tidak ada petugas keamanan yang mengawasi barang kalian.
  5. Nah ini yang tidak kalah penting. Tidak ada beach boy seperti di Film Baywatch, tidak ada penjaga pantainya. Jadi kalian harus ekstra hati-hati jika mau berenang karena ombaknya cukup ganas.

Penasaran dengan Rawa Cangak ya?

Garis Pantai Rawa Cangak

Garis Pantai Rawa Cangak

Ombak

Ombak

Guyuran Ombak ke Karang

Guyuran Ombak ke Karang

Bagaimana? Indah bukan! Cobalah sekali-kali mencoba destinasi ini. Masih di Jember loh!

🙂

JT 13 06 29

Advertisements

10 responses to “Rawa Cangak juga Pantai di Jember Loh!

  1. Lah..kmaren aku brncana ke nanggelan..cumak bondo tuntunan rute dr hasil gugling2…lah tibake nyasar ke rowo cangak ini sodara!!!! Yawes rapopo..pantainya sepi..sepi orang…walhasil sepi sampah juga

  2. Hmm dulu saya pernah ke pantai ini, berduaan sama temen sma kira² th 2013 klo gak 2012, pantai nya super sepiii, lewati hutan, kampung kecil, nyebrang sungai, ombak gede bgt harus super hati ² kalo mau maen air, cocok buat ngecamp, btw penduduk sekitar nya baik baik, sya udah di jagain motornya deket kebun semangka, pulang masih d bekalin semangka,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s