Tak Hanya Gunung Bromo Saja

Pernah kah kalian mengunjungi Gunung Bromo?

Ya pasti jawabannya sudah atau belum.

Khusus yang sudah nih. Apa kalian cuma mengunjungi Gunung Bromo saja?

Jika kamu menjawab “YA”, lebih baik kamu membaca pengalaman saya. Untuk menambah wawasan wisata tentang Gunung Bromo.

*********

Awalnya saya dan Andreas diajak oleh Andre dan Hardian untuk mengunjungi Gunung Bromo.

Tawaran itu langsung saya tolak mentah-mentah. Bukan karena sombong atau bosan tapi saya sudah ke sana sejak kelas 6 SD.

Masa Bromo lagi, Bromo lagi.

Namun rupanya saya goyah juga ketika Andreas juga bilang kalau kita nanti akan ke Bukit Teletubbies juga.

Hah?? Bukit Teletubbies ada di dekat Gunung Bromo!! Di mananya ya?

************

Kami berangkat dari Jember dengan diiringi oleh hujan deras.

Perjalanan harus terus berlanjut meskipun kami memakai dua sepeda motor. Setidaknya kami juga memakai jas hujan. Andreas satu motor bebek dengan Hardian, mereka memakai jas hujan sendiri-sendiri. Saya dan Andre ada dalam satu motor otomatis, sedangkan jas hujannya jadi satu. Jas hujan saya memang untuk dua orang seperti sedang bermain barongsay. Perjalanan kali ini safety meskipun diguyur hujan.

 

Tanpa terasa kami hampir memasuki kawasan Sukapura. Kami istirahat sejenak di pom bensin untuk mengisi bensin dan menghangatkan diri di warung. Ya tentunya makan juga sih meskipun cuma nasi pecel. #Selera_Indonesia

 

Hujan masih menemani perjalanan kami. Ada hal yang tak terduga terjadi. Seketika itu ada tanjakan tajam sehingga motor saya tidak kuat untuk naik berboncengan.

Saya : Ndre!! Ndre!! Turun dong, motorku tidak kuat naik.

Andre : *turun dari motor*

Saya : *menarik gas*

Andre : Mas! Mas! Mas! Jas hujannya. *lari tertarik jas hujan*

Saya : *berpikir* Jas hujannya baik-baik aja kok

Andre : Mas! Mas! *masih berlari*

Saya : *tersadar* Oh iya jas hujannya kan masih gabung dengan Andre. *segera berhenti*

Andre : Fiuuuhhhh *melepas jas hujan dan naik motor lagi*

Saya, Andreas, dan Hardian : Hahahahahahaha

*************

Hujan turun membuat suhu udara di sekitar penginapan menjadi sedikit lebih hangat.

”Villa… Villa.. Villa…”, seru para penduduk yang menyewakan rumah penginapannya.

Kami bertanya tentang biaya sewa penginapan dan ketersediaannya. Memang kala weekend penginapan ramai sehingga kami harus mondar-mandir mencari penginapan atau villa yang kosong.

Sampai pada akhirnya kami menemukan sebuah villa dengan harga sewa Rp 250.000 per malam.

Memang murah sih! Kan dibagi 4 orang.

Nah, saatnya membuat plan untuk keesokan harinya. Kami harus mencari tahu harga sewa jeep dan transportasi lainnya untuk pembanding.

Bagaimanakah hasil info transportasinya di kawasan ini?

Jeep Rp 400.000 (Pananjakan 2 dan Gunung Bromo), Rp 600.000 jika nambah ke Bukit Teletubbies

Adakah solusi yang lain?

Ojek lokal Rp 100.000 per orang. Kalian akan diantar dari Pananjakan 2, Gunung Bromo, Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik.

 

Menurut kalian, manakah yang kami pilih?

Hahahaha ojek lah. Murah meriah dan dapat spot lebih banyak. Selain itu paginya dibangunkan oleh pengendara ojek. Lengkap deh!

 

Kami berusaha tidur dan istirahat di dalam villa karena subuh harus bangun dan siangnya kembali ke Jember.

Oh men! Bangun pagi itu susah banget.

*******

Dok!! Dok!! Dok!! *suara pintu*

Saya : Aiiihh siapa sih!! Ganggu orang tidur aja!

Andre, Andreas, Hardian : Grookk!! Grookk!!

Saya : Hmm yang lain tidur semua. Ada apa ya? *buka pintu*

Tukang Ojek : Ayo bangun Mas! Kita mau berangkat!

Saya : Hiyaaaaa!!! Woiiiiii!! Bangunnn!! Banguunnn!!

Yang lainnya segera bergegas siap-siap dan berangkat dengan masing-masing ojek.

 

Jalanan di luar sudah macet baik beberapa mobil pribadi dan jeep yang tersewa oleh pengunjung. Eitss ada lagi, yaitu para pengunjung yang menyewa kuda. Mungkin supaya tidak capek, mungkin juga karena ingin menikmati pemandangan dari atas pelana kuda.

Untunglah kami memilih transportasi yang tepat. Ojek bisa kemana aja baik ke jalan gajah maupun jalan tikus. Meskipun macet, pengendara ojek sudah tau medan di jalan sehingga perjalanan kami lancar dan lebih cepat.

Baiklah. Mari kita ketahui dulu objek apa aja yang ada di Gunung Bromo??

  1. Pananjakan 1 : Daerah ini adalah view untuk melihat Gunung Bromo. Letaknya antara Tumpang dan Cemara Lawang. Jika kalian mau ke Bromo dari Malang, mungkin kalian akan lebih dekat ke sini. Pada saat itu jalanannya masih diperbaiki jadi belum bisa dikunjungi. (not visited)
  2. Pananjakan 2 : Nah pananjakan 2 ini view-nya tidak kalah bagusnya dengan pananjakan 1. Namun kalian butuh tenaga ekstra untuk naik dan cepat-cepat mencari spot untuk menikmati bagaimana Gunung Bromo diguyur sinar matahari terbit karena banyak pengunjung yang sama-sama ingin melihatnya. Di sini kalian juga akan melihat Gunung Bromo dan Mahameru dalam satu garis. Nice!! Tapi hati-hati saat mendaki atau turunnya, ada banyak kotoran kuda. Haizzzz untungnya tidak ada dari kami yang menginjaknya. Hiyeeekk!! (visited)
    Menjelang Sunrise

    Menjelang Sunrise

    Jember Traveler Pananjakan2 02 Jember Traveler Pananjakan2 04

    Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Mahameru

    Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Mahameru

  3. Pura Luhur Poten : Pura ini adalah tempat ibadah umat Hindu, khususnya bagi Suku Tengger. Jika kalian melihat sebuat pura di tengah lautan pasir. Nah itu dia namanya Pura Luhur Poten
  4. Gunung Bromo : Nama Bromo diambil dari kata Brahma. Brahma yang artinya Dewa Pencipta. Gunung aktif ini biasanya dipakai untuk upacara Kasada. View di sini sangat bagus yaitu ketika matahari terbit maupun saat ada di puncak melihat rombongan pengunjung menaiki anak tangga yang tinggi. (visited)
    Kawah Gunung Bromo

    Kawah Gunung Bromo

    Jember Traveler Bromo 02

  5. Gunung Batok : Mungkin kalian saat ada di Gunung Bromo melihat ada gunung tinggi yang ada di depan kalian. Tidak tahu namanya kan? Nah itu gunung yang namanya Gunung Batok. Kadang warnanya hijau di saat musim hujan, dan berwarna coklat pada saat musim kemarau. (not visited)
  6. Bukit teletubbies : Sebenarnya daerah ini adalah perbukitan yang ada di belakang Gunung Bromo. Padang savana juga ada di sini. Daerah ini kurang diketahui oleh beberapa wisatawan, mungkin karena informasi atau promosinya yang kurang. Pemberian nama Bukit teletubbies semata-mata karena tempatnya mirip dengan film anak-anak Teletubbies. (visited)
    Bukit Teletubbies

    Bukit Teletubbies

    Jember Traveler Bukit Teletubbies 02 Jember Traveler Bukit Teletubbies 03

  7. Pasir Berbisik : Penduduk lokal mulai gencar mempromosikan daerah ini kepada wisatawan lokal. Daerahnya sepi dan hening. Hanya ada bebatuan, semilir angin di tengah lautan pasir. Pada saat ke sini kami berhenti sejenak untuk menikmati kopi yang diseduh oleh seorang ibu tua. Beliau harus berangkat jam 2 pagi melewati bukit dan berjalan kaki demi berjualan / membuka warung dadakan ukuran kecil. Pemberian nama Pasir Berbisik karena dahulu daerah ini dipakai untuk lokasi syuting film ”Pasir Berbisik” karya Nan Achnas. Film ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim. (visited)
    Pasir Berbisik

    Pasir Berbisik

    Jember Traveler Pasir Berbisik 01

 

Sementara hanya itu saja yang saya tahu tentang objek-objek di sekitar Gunung Bromo. Kami kembali menuju villa atau rumah penduduk yang kami sewa. Apa yang kami lakukan?

Hahaha sudah jelas tidur lagi dong! Pada siang harinya kami bergegas pulang menuju Jember.

JT 29-30 13 03

Advertisements

2 responses to “Tak Hanya Gunung Bromo Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s