Berburu Bebek Bengil di Ubud

Cerita saya kali ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya. “Buat kalian yang sudah baca sih!!”

Sepulang dari Uluwatu, kami menuju penginapan di daerah Poppies Line. Memang kawasan ini adalah rumah bagi para backpacker yang memplaningkan budget penginapan yang murah. Gang kecil yang berada di dekat Pantai Kuta ini banyak penginapan murah. Harga mulai dari yang murah sampai harga yang murah banget juga ada. #serius tidak bohong

Poppies Line yang kami kunjungi pada saat ini cukup padat pengunjung yang menginap. Jadi pak sopir Hendry dengan baik hati memutar mencari penginapan di Poppies Line 1 dan Poppies Line 2.

Hendry : Hei hei! Ayo semua turun! Kita sudah sampai di penginapan.

Saya : Hooaaamm! Sudah sampai ya?

Hendry : Oh turu tok iki ! (baca : tidur saja)

Gluduk gluduk! *bunyi hujan mau turun*

Saya : Loh loh!! Kaca jendela mobil kok tidak bisa dinaikkan seperti semula!

All : Ayo segera diambil semua barang-barangnya!

Semua berlari berteduh sambil mengamankan barang-barangnya.

Byoooorrrrr!!! Bukan suara disiram air waktu surprise party ulang tahun tapi emang benar hujan deras.

Bagaimanakah nasib mobil tersebut????

.

.

.

.

.

.

.

.

.

BASAH!!! BASAH!! BASAH!! Mobilnyaaaaa… *Joget dangdut lagu “Basah”*

Interior mobilnya basah kuyup. Saya sumpah lupa bawa jas hujan buat mobilnya. Bukan lah! Saya bohong. Emang dasarnya belum punya jas hujan mobil dan lebih tepatnya belum punya mobil.

Disela-sela hujan mulai reda, Danang dan Hendry mengambil tas kresek yang besar dan koran-koran untuk menutup jendela mobil sementara sampai mobil tersebut dikembalikan pada besok harinya.

Penginapan ini sudah layak mendapat bintang 3 karena ada kolam renangnya.

AHAY!!

Bagaimana dengan harganya?

Ya jelas murah banget lah!! Kamar mandi di dalam, ranjang 2, ada AC dan kipas angin.

Wah mulai mencurigakan nih! Kok satu kamar ada AC dan kipas angin?

Ternyata AC nya rusak.

Masa bodoh ah! Yang penting murah!

Mau murah bagaimana, lah kita cuma sewa 2 kamar aja untuk 9 orang!! Pliss jangan dibayangkan! Sudah pasti kami tidur seperti ikan pindang yang tertata rapi di dalam showroom!! Showroom pasar lebih tepatnya. #gubrak

Tampaknya teman-teman yang lain pada ngobrol, hmm lebih baik saya tidur ah. Tidak peduli dengan kondisi hujan lebat di luar sana. Hoaammmm…

Selamat malam ya teman-teman. *bobok ganteng di ranjang*

… 1 JAM KEMUDIAN

……….2 JAM KEMUDIAN

…………….3 JAM KEMUDIAN

………………….4 JAM KEMUDIAN

………………………5 JAM KEMUDIAN

…………………………..6 JAM KEMUDIAN

………………………………….7 JAM KEMUDIAN

Good morning Bali!

Teman-teman masih tidur semua. Mandi dulu saja deh, sebentar lagi mau jalan-jalan sendiri di Pantai Kuta. Saya mau mencuri start untuk menikmati pemandangan di sana.

Byar!! Byuuurr!! Siap-siap dulu ah. Baju OK, bau badan wangi! Cakep sudah pasti dong! Sudah saatnya tebar pesona di Pantai Kuta!! Uhuuuuiiii ayeeee!!

Krieeekkkk !! *suara pintu*

Tiba-tiba Danang terbangun dan memanggil saya.

Danang : Hei Ron! Mau ke mana?!

Saya : Jalan-jalan ke pantai dong!

Danang : Ikut kenapa! Saya mau narsis-narsisan di pantai.

Saya : *hening* Loh ayo!! Sikat gigi dan cuci muka dulu!

Sesaat saya mau keluar dari “hotel”, saya melihat berita di televisi depan resepsionis. Berita tentang Bali malam kemarin dilewati oleh angin puting beliung.

Haizzzz!! Syukurlah cuma menumpang lewat saja tuh angin!

Saya dan Danang berjalan kaki dari hotel menyusuri jalan beraspal menuju pantai. Jalanan terasa sepi karena sedikit pengunjung yang bermain di pantai. Cuaca terang benderang menambah semangat saya di pagi ini.

Pagi ini saya jadi fotografer dadakan dengan model baru yaitu Danang. *hening*

Hmmm daripada saya yang motret terus, ya saya minta Danang juga gantian motret saya. Simbiosis mutualisme lah, saling menguntungkan.

Udara pagi ini sangat segar. Saya berjalan menyusuri pasir pantai dan kembali ke hotel karena matahari sudah mulai HOT!

Eh ternyata yang lain juga mau jalan-jalan menyusuri Pantai Kuta. Hmm ya saya dan Danang ikut rombongan berjalan kaki menikmati pantai.

Wah sepertinya suasana menjadi ramai hore-horenya.

Jember Traveler Bengil 01

Bernarsis ria berkelompok dimulai. Suasana semakin gokil ketika kepala Sattar terjedot patung gitar di Hardrock Cafe. Bule gendeng (gila)!!! Hahahaha.

Singkat cerita. Mobil rental sudah diambil oleh pemilik rental ke Denpasar sedangkan kami menyewa mobil di dekat Pantai Kuta.

Ayo berkemas! Let’s go to Ubud! Ngeeeenggg!!

Danang : Mampir ke Krisna dulu lah! Aku mau beli kaos di sana!

Hendry : Beres Nang!! Tapi cuma sebentar loh ya!

Kami semua turun di toko oleh-oleh khas Bali yaitu Krisna. Di sini kami membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah baik camilan maupun kaos dengan harga terjangkau (murah).

Hendry : Sudah lengkap semua?

All : Sudah!! *seperti rombongan darmawisata*

Jember Traveler Bengil 02

Perjalanan berlanjut menuju Ubud. Memang pas cuaca lagi panas-panasnya membuat perut kami konser keroncongan. Tanpa terasa kami melihat ada papan nama “Bebek Bengil Since 1990”.

Saya : Wait !! Wait !! Ini makanan yang pernah saya lihat di TV kapan hari. Tempat makan dengan latar belakang sawah kan!

Hendry : Sepertinya ini enak Ron! Makan sini aja ya?

All : Apa kata pak sopir dah!

Hendry : Woooooo! *jitak satu2*

Imajinasi awal saya tentang rumah makan ini yaitu :

1. yang pertama sudah pasti ada sawahnya

2. bebeknya berkeliaran di sawah

3. hmm apa lagi ya? Pastinya makanan yang enak

Begitu keluar dari mobil, saya langsung menuju sawah yang ada persis di belakang rumah makan tersebut. Ingin segera berlari dan menangkap kawanan bebek. Namun cuaca yang sangat HOT itu memaksa saya untuk mengurungkan niat tersebut. Sayang dengan kulitnya, masa udah eksotis tapi mau lebih gosong lagi seperti bebek panggang. Ah tidak!

Hendry dan Juju segera menuju sawah berdua. Mereka berlari seperti Rahul dan Anjali di film Kuch Kuch Hota Hai. Seperti biasa, kurang lengkap rasanya jika kedua peran tersebut tanpa ada yang mendokumentasikan gambarnya.

Juju : Daniel! Take our pictures please!

Daniel segera meluncur ke arah mereka sambil tergopoh-gopoh. Hosh!! Hosh!! Hosh!!

Faisol : Ah biarkan saja mereka! Ayo kita pesan makan dahulu! *sodorin menu ke saya*

Saya : *uhuk*

Faisol : Kenapa Ron?

Saya : Mahal juga ya Mas. 1 porsi bebek bengil harganya sekitar 70k per porsi (baca: saat 2012). Tidak apa-apa, kapan lagi kita makan makanan ini.

Sekali lagi saya intip SDM  (Sumber Daya Money) yang terselip di dompet saya. Hmm sepertinya masih cukup. Baik lah! Saya pesan satu porsi Bebek Bengil dan satu porsi salad.

Seperti apakah makanannya? Kita tunggu saja ya !

.

.

.

.

.

Kok belum datang juga ya? Tuh Si Rahul dan Anjali udah selesai syutingnya. Tinggal tidur sejenak deh ya!

Rahul dan Anjali

Rahul dan Anjali

Faisol : Hoi ! Hoi ! Bangun! Sudah datang tuh makanannya.

Saya : Wuiksss!! Busyet dah! Pantes aja mahal! Ternyata bebeknya porsi kuli. Dan salad yang dimaksud ternyata seperti rujak manis yang ada di Jawa. Haisss harganya lumayan menohok.

Sattar langsung ikut memesan menu yang kami pilih tanpa melihat daftar harganya.

Makan dulu ya, Pembaca! :p

 

Bebek Bengil

Bebek Bengil

Bebek Bengil

Bebek Bengil

Udang Goreng

Udang Goreng

Salad Buah

Salad Buah

 

 

 

 

Seketika kita selesai makan, kami membayar makanan tersebut sesuai dengan yang kami makan masing-masing.

Bebek Bengil @Ubud

Bebek Bengil @Ubud

Tampak kehebohan seketika beberapa minggu kemudian.

Siapakah yang buat onar di saat itu?

Yup! Benar ! Kalian pasti menjawab “Sattar”!

Dua kata yang terlontar dari mulut seorang Persian ini : Jancoo*ok! Mahal!

Hahaha sontak kami semua tertawa terbahak-bahak, Sattar bodoh malang ini terpaksa meminjam uang dari yang lain.

Kemanakah destinasi kami selanjutnya dalam mencari jejak Julia Robert ?! :p

 

JT 12 January 29

Advertisements

3 responses to “Berburu Bebek Bengil di Ubud

  1. Pingback: Hari Terakhir Mencari Jejak Julia Roberts di Ubud | Jember Traveler Indonesia·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s