Melaka – Keindahan Pluralisme yang Nyata (part 1)

Welcome to Melaka

Welcome to Melaka

Melaka adalah salah satu negara bagian  (provinsi) yang ada di Malaysia . *semua orang sudah tau lah, kecuali saya*

Memang pada saat itu saya tidak mencari info tentang Melaka  baik dari teman-teman saya maupun dari internet. *ya biar surprise gitu lah*

Kita bahas dulu desk job dari  temen-temen yang ikut backpacker-an. Yang menyusun itinerary liburan kita itu adalah Andre, tugas Ainun adalah mem-booking hostel, tugas Mbak Irma bagian dokumentasi photo *sebagian besar foto-foto narsisnya sendiri* dan tugas saya cuma jadi akuntan yang hitung sharing budget dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) berjalan. Kalau uang saku mereka kurang. *jambak Andre, Ainun, dan Mbak Irma*

Kota ini memiliki penduduk yang multi etnis. Apalagi pengunjungnya juga multi etnis, dari segala penjuru dunia ada di sini, baik dari backpacker yang bener-bener gembel sampai yang eksklusif flashpacker juga ada. Tapi saya tidak menghitung komposisinya berapa persen. *Hello di sini saya kan liburan bukan jadi petugas sensus BPS !* #skip

Kami menaruh tas ransel, baju, peralatan mandi di kamar hostel. Tanpa basa-basi kami bergegas keluar hostel dan joss jalan-jalan. Saya sangat sangat sangat sangat ….. nyaman tinggal di sini. Penduduk setempatnya ramah banget. Memang sih biaya hidup di sini agak tinggi, maklum lah kami kan berada di kawasan pariwisata terkenal. Pada tahun 2008, Melaka ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu world heritage (warisan dunia). Applause dong!!! *Plok plok plok!!*

Seperti artikel yang saya posting sebelumnya, kami makan siang dulu di KinMen Restaurant. Nanti kalau pengen tau apa yang kami makan, bisa baca sendiri di artikel di sini ya.

Jalanan di Melaka kecil-kecil atau agak sempit. Kendaraannya pun tidak sebagus di Indonesia, bener-bener terkesan seperti kota tua. *eh emang kota tua kali ya!* Di saat high season seperti ini jalanan macet dan padat. Banyaknya pengunjung yang datang ke sini sehingga jalanan yang sempit itu bercampur antara pejalan kaki dan pemakai kendaraan bermotor. Campur aduk sudah, seperti gado-gado.

Suasana Taman di depan Christ Church Melaka

Suasana Taman di depan Christ Church Melaka

Benteng dari Pelabuhan Melaka

Benteng dari Pelabuhan Melaka

Jember Traveler Melaka I 08

Becak Cinta (full music dan lampu)

Becak Cinta (full music dan lampu)

Sungai Melaka bersih dan terawat. Pemerintah dan penduduknya sudah sadar dengan kebersihan. Bahkan sungainya dijadikan wisata untuk menambah pendapatan. Keren kan?!

River Cruise

River Cruise

Gaya bangunan di sini beranekaragam. Gaya arsitektur maksudnya. Bukan gaya-gaya yang lain. Ada yang bergaya China, India atau Asia Selatan, Portugis, Belanda, dll. Lengkap dah kalau di sini. Memang cocok untuk belajar seni arsitektur maupun belajar beragam bahasa. Mantap! Semoga besok-besok saya bisa ke sini lagi apalagi mengajak belahan hati saya. Amiiiiiiinnnnn  *teriak kenceng*

*loh loh kok berasa seperti amoeba kok membelah hati*

Eh emang uda punya cewek ya? *tolah-toleh*. Tempat ini sumpah bener-bener romantis abeesss.

The Little India

The Little India

Chuch of St. Francis Xavier

Chuch of St. Francis Xavier

Tempat ibadah di sini lengkap. Masjid, gereja Katholik, gereja Protestan, gereja Pentakosta, Kuil Hindu, Wihara Budha, Wihara Konghucu ada. Letaknya juga berdekatan. Toleransi dan kerukunan umat beragamanya keren banget. Mata saya berbinar-binar melihatnya. Andai saja saya punya rumah di Melaka. #khayal + #berdoa

Masjid Kampung Kling

Masjid Kampung Kling

Sri Poyyatha Vinayaga Moorthy Temple

Sri Poyyatha Vinayaga Moorthy Temple

Jember Traveler Melaka I 13

Makin malam, suasananya semakin ramai. Gemerlap lampu di bangunan cantik banget. *sambil noleh cewek oriental cantik di sebelah saya* Ni hao ma??!! #ehemmm

Hiasan Kota saat Hari Raya Tahun Baru China

Hiasan Kota saat Hari Raya Tahun Baru China

Suasana Malam di Melaka

Suasana Malam di Melaka

Yah mau motret bangunan-bangunan bersejarah itu kurang bagus karena banyak pengunjung yang lalu-lalang. Bocoooooorrrrr cyiiiinnnnn!!!

Ah, pokoknya besok saya bangun pagi dan mau keliling mengambil gambar bangunan-bangunan bersejarah di sini !!! *semangat membara*

Perut kami mulai mengalunkan lagu keroncong a.k.a keroncongan woi!! Laaafaaarrrr!! Ayo kita makan! Kami mau mencoba melewati jalanan Jongker Walk yang super padat. Semua tempat makan penuh dan antri. Kami harus berdesakan dan bersabar hanya untuk jalan. Belum masih mengantri makannya. Hayaahhhhh gak kuku padatnya. Ayo kira pergi ke tempat lain aja, gak apa-apa bayar lebih mahal. Kali ini saya memakan nasi lemak (lagi). #TepokJidat

Jam hampir menunjukkan waktu 12 malam. Kami harus segera kembali ke hostel. Bukan karena nanti berubah seperti dongeng Cinderella tapi karena besok saya mau melampiaskan dendam saya untuk mengambil gambar suasana Melaka di saat sepi pengunjung. *Tidur cakep di hostel lantai 2*

Bobok dulu ya! Good nite!

Banyak sekali gambar-gambar di Melaka yang ingin saya share ke kalian semua sob. Agar artikelnya tidak lemot karena kebanyakan foto jadi aku bagi dua bagian aja ya. So, tunggu saja kelanjutannya!

JT February 13 2013

***** BERSAMBUNG *****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s