Dhalsim si Duta Wisata dan Sahabat Baru

Siapakah Dhalsim yang sebenarnya??

Siapakah Dhalsim yang sebenarnya??

Dari dulu saya paling sebel kalo ada event pemilihan duta wisata. Coba kalian lihat, apa sih dampaknya bagi pariwisata kota tersebut. Saya melihat ada fenomena yang aneh. Masa sih ajang pemilihan duta wisata cuma untuk salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan kerja yang cukup bergengsi, seperti di bank misalnya. Selain itu mereka juga kurang mengenal potensi wisata kotanya sendiri, bahkan ada yang belum mengunjungi tempat wisatanya coba!! Gilak kan! Itu duta wisata loh. Belum lagi hobinya yang doyan ngemall!! Tambah gilak lagi kan!! url

————————–BATAS TULISAN CURHAT——————————

Saya memanggilnya Dhalsim karena dia hobi banget dengan namanya yoga. Saya mengenal Dhalsim ini sejak lama, kalo ada event pemilihan duta wisata di Jember nih. Jangankan untuk vote SMS, saya belain jadi koordinator suporter deh ala-ala “Sahabat Dasyat” di tipi-tipi. ganbate

Nah kali ini saya langsung cek kerja si Dhalsim di TKP. Kebetulan ada sepasang suami istri dari Perancis yang sedang around the world sedang bermalam di Jember. Si Dhalsim kekurangan sepeda motor untuk membawa mereka ke Tanjung Papuma, ya sudah saya menawarkan diri buat ikut mengantar. Memang Dhalsim tuh baik banget kalo ada pengunjung dari luar kota bahkan dari luar negeri. Setiap pengunjung akan dia bawa kalo tidak ke Papuma ya ke Kawah Ijen, Entah seberapa kali si Dhalsim ke sana. Mungkin sampai lubang semut ke jalanan Papuma ato Kawah Ijen aja sampai hapal. Si Dhalsim memang duta wisata sejati. emoticon1

———- Cukup Sekian Sekilas tentang Dhalsim ———-

 

Jam 4.00 saya bangun dan skaligus membawa peralatan kerja. Tak lupa saya mengirimkan BBM cinta kepada boss saya.

“Kepada Yth. Pak Bos, di Tempat

Pak Boss saya datangnya terlambat soalnya lagi nganter temen ke Papuma. Sekian”

——–TAMAT——–

Sumpah BBM nya cuma dibaca aja kayak koran di pagi hari #hadeh

Kami berdua menjemput mereka dengan menggunakan sepeda motor. Si cewek digonceng Dhalsim, dan saya menggonceng si cowoknya. Matahari belum bangun rupanya. Di tengah perjalanan ada kucing yang melintas hampir mengenai motor saya. Sontak saya langsung berteriak ANJI*NGGGGG!! Eh si Perancis cowok bertanya : What’s that?! | Saya yang kaget menjawab : Mouse mouse !! | Dhalsim yang emosinya stabil langsung menjawab : Cat (kucing)! | Maap om, namanya juga lagi kaget.

Kami memasuki kawasan pohon jati yang gelap. Saya melaju duluan dan motor Dhalsim tidak kelihatan. Nah Si cowok Perancis ini bingung tolah-toleh ke belakang. Kayaknya dia takut digrepe-grepe. Emang saya cowok apaan?! #aisshhh

Di Papuma, kami semua berhenti sambil menunggu matahari terbit. Jalan kaki di pinggir pantai. Si cowok Perancis ini memanggil saya : Modus!! Modus!! | Hayahhhh gaul juga tuh bule tau istilah modus! | Modus!! Modus!! Dia sambil menunjuk ke ubur-ubur | Halahhh bule kupret. Medusa toh?! Maklum lah dengan aksen Perancis jadi terdengar seperti modus.

Sambil menunggu sunrise, Si Dhalsim yang baik hati ini mengantar mereka menelusuri Papuma. Pasangan Perancis ini paling suka dengan monyet. Sangking senengnya, mereka merekam video dan terlalu dekat dengan monyet. Huaaaaaaaa mereka menjerit berlari takut dikejar monyet.

Jember Traveler Sahabat 07

Sun Rise Papuma

Sun Rise Papuma

Jember Traveler Sahabat 05

Panen Ikan

Panen Ikan

Tuh Diangkut ke Truk

Tuh Diangkut ke Truk

Cowok Perancis ini mengajak Dhalsim untuk berenang. Wah seru seperti pertarungan streetfighter antara Dhalsim dhalsim VS Zangief  SFA3_Zangief

Sambil menunggu mereka berenang, saya mengobrol dengan cewek yang bernama Assma. Ma mama tuh liat anak-anak kita lagi berenang #khayal

Assma & Miky

Assma & Miky

Tuh saya masih pakai seragam :D

Tuh saya masih pakai seragam 😀

Miky dan Dhalsim a.k.a Daniel #Sungkem

Miky dan Dhalsim a.k.a Daniel #Sungkem

Setelah berenang kami menuju pantai Malikan yang sebelah Barat, Assma menulis di pasir berwarna putih “Java. Malikan. Aaron Daniel Miky Assma” dan kemudian menggambar tanda hati. #haizzzz si Miky dengan Assma, masa saya dengan Daniel. Cuu*kk!! Mungkin maksudnya persahabatan ala2 friend forever lah. Bisa jadi!! Bisa jadi!!

Prasasti Pasir Papuma

Prasasti Pasir Papuma

Kami beristirahat di sebuah warung, nah ini cerita super serius sob. Awalnya tadi si Assma bertanya kepada saya, kenapa sih Kusir delman di Jogja saya beri Rp 100.000,- tapi tidak mau, Si Kusir cuma minta Rp 10.000,- aja. Nah saya jawab, di Jogja adatnya sedikit berbeda dengan daerah lainnya. Sebagian besar dari mereka percaya bahwa orang yang jujur akan mendapatkan berkah yang lebih banyak dari sekedar uang, ya semacam mendapatkan karma baik. *kata mantan dan sahabat saya di Jogja sih begono*

Mereka ini membawa misi perdamaian *bukan tentara PBB loh* Pasangan suami istri ini selain berbeda agama juga beda etnis. Sama-sama peranakan yang tinggal di Paris, Mereka menyebutkan beberapa tempat di Perancis itu ada yang sangat rasis dan setiap kali melihat berita pasti ada berita pembunuhan dengan senjata api. Mereka berharap generasi yang akan datang akan menghargai pluralisme seperti mereka. #salut #trenyuh

Hampir jam 10 pagi kami kembali ke Jember. Ya iya lah, saya harus bekerja coooyyy. Tapi tenang aja, malamnya bisa ketemu lagi buat makan-makan bareng dengan teman-teman yang lainnya. HOREEEEEE!!!!!!

Jember Traveler Sahabat 11

Jember Traveler Sahabat 13

Jember Traveler Sahabat 12

JT August 02 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s