Siapakah Saya di Monkey Forest Ubud ?

Papan Nama Wanara Wana

Papan Nama Wanara Wana

Monkey Forest yang berada di Ubud sebenarnya bernama Wanara Wana atau Hutan Kera. Namun agar kawasan tersebut sudah go international maka disebut Monkey Forest. Kawasan ini adalah kawasan wilayah Desa Adat Padangtegal. Seperti apa Monkey Forest yang saya maksud, ayo kita simak dahulu ceritanya!

Berawal dari iseng-iseng mengerjai salah satu sahabat saya yang bernama Firman. Nah ceritanya sih Firman ini lagi pasang status β€œmau ke Bali” di BBM nya. Iseng-iseng saya godai, wah yang mau ke Bali tapi tidak mengajak saya ya, ehemm. Eh Si Firman langsung menjawab, ayo ikut saja kalau mau. Saya katakan sejujurnya kalau belum ada budget yang cukup untuk ke Bali, budget saya kumpulkan untuk backpackeran minggu depannya ke Malaysia. Firman bilang kalau saya cuma diminta untuk share budget bensin saja. Ya ya ya saya kalkulasi dahulu tabungan. Tung hitung hitung hitung. Hehehe cukup ternyata. Ayo berangkat mas bro!!!

Jumat malam kami berangkat dengan total 4 orang dengan mengendarai mobil dari Jember. Eh sampai di Pakusari bensinnya habis, kami berempat blusukan mencari bensin eceran. Hahaha tengah malam yang mengantuk berubah menjadi cengar gara-gara mencari bensin eceran. Untungnya tak seberapa jauh ada yang jual, kami membeli beberapa botol bensin agar bisa sampai ke pom bensin untuk bisa mengisi sampai penuh. Di pom bensin Pakusari, mobil sudah diisi penuh. Ya akhirnya saya ikatkan sabuk pengaman dan tidur dengan pulas. Tidak peduli dengan mereka yang masih belum bisa tidur. Harap maklum saya kan habis pulang bekerja. Hahaha udah numpang masih bisa tidur sendiri.

Akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Bali. Kami semua naik ke atas kapal feri tepatnya di kursi penumpang lantai dua. Kursinya nyaman dan terbuat dari spon ya saya lanjutkan tidur lagi. Mereka geleng-geleng sendiri yang melihat saya tidur dengan nyenyak. Nah di sini saya dibalas, saya dikerjain juga. Saat kapal bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, mereka turun dahulu dan masuk ke mobil sedangkan saya masih tidur di kursi. Tak lama kemudian ada ABK yang membangunkan, saya yang masih ngantuk tolah-toleh dan melihat lantai dua yang sepi. Ah saya dikerjain, tanpa pikir panjang saya berlari turun ke lantai satu kapal. Melihat saya berlari, mereka tertawa terbahak-bahak dari dalam mobil.

Perjalanan dilanjutkan dari Gilimanuk ke Kuta. Berhubung saya habis dikerjain, ya saya tidur lagi. πŸ˜€ Di Kuta, kami sampai saat pagi hari dan tentunya sarapan nasi jinggo dulu. Nasi jinggo ini ya nasi campur yang terkemas rapi atau yang biasa disebut nasi bungkus. Porsinya pas untuk sarapan, apalagi boleh nambah sambal sepuasnya. Hmm manyoooss! Tanpa basa-basi kami ke Ubud, cuma berbekal ingatan Firman yang pernah bekerja di Ubud kami menuju ke sana. Namanya juga manusia, pasti lama-lama juga lupa jalan. Yah gimana dong?! Langsung membuka GPS yang ada di ponsel, ya masih nyasar juga. Harus tanya dengan orang juga. Akhirnya kami sampai di Ubud.

Loh loh kok kita ke sini? Ini kan Monkey Forest. Oalah kirain mau ke mana. Monkey Forest ini dihuni oleh ratusan ekor monyet, namanya juga hutan kera. Ah ada-ada aja sih. Kawasan ini sakral bagi penduduk setempat. Sudah ada banyak monyet yang menyambut saat kami menuruni undak-undak. Sedikit was-was juga menjaga barang bawaan. Asalkan jangan mengganggu mereka aja. Suasananya sih sejuk tapi saya kurang seberapa excited banget, maklum saya sudah pernah ke sini. Monkey Forest ini pernah dipakai sebagai lokasi syuting Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Robert. Siapa lagi ya Julia Robert, belum kenal ya? Googling sana dulu deh!

Loket Masuk

Loket Masuk

Kami menyusuri jalanan di Monkey Forest, banyak patung-patung yang unik. Ada juga kolam di tengah pelataran depan. Beberapa orang pawang monyet sudah siap berjaga untuk menjaga agar pengunjung tidak diganggu. Sampai di pelataran ada jalan turun lagi, nah di sini ada kolam dengan banyak koin di dasarnya. Koinnya tidak hanya berasal dari Rupiah saja tapi dari mata uang negara-negara lainnya. Konon katanya kalau berdoa sambil melempar koin dengan membelakangi kolam maka permintaannya terkabul. Di dekat kolam ya tentunya ada sungai kecil kalau kamu turun lagi. Di dekat kolam juga ada patung besar berupa komodo, wiihhhhh geli dan serem deh kalau melihatnya.

Kolam Coin Permintaan

Kolam Coin Permintaan

Patung Monyet di tepi sungai kecil

Patung Monyet di tepi sungai kecil

Patung Komodo

Patung Komodo

Kami menuju Pura Dalem Padangtegal. Untuk masuk ke dalam kawasan pura, kami harus memakai kain adat untuk menutupi kaki kami. Ya kain itu semacam sarung lah tapi polos tanpa corak. Tentunya kalian harus menyisihkan sedikit uang untuk beramal saat meminjam kain tersebut. Pura bagian dalamnya tertutup untuk umum, saya melihat bagian depan pelatarannya bagus. Pintu masuk untuk ke pura bagian dalamnya sangat unik, ada ukir-ukiran kecil yang menceritakan kisah pewayangan. Keren banget.

Papan Nama Pura

Papan Nama Pura

Pintu Masuk Pura bagian dalam

Pintu Masuk Pura bagian dalam

JemberTraveler Monkey Forest 07

Bahagia itu sederhana. Contoh tuh monyet :D

Bahagia itu sederhana. Contoh tuh monyet πŸ˜€

Hari sudah menjelang sore, kami makan sejenak di depan kawasan Monkey Forest. Di sini saya mencoba kopi khas Bali. Kami coba berbincang-bincang dengan penduduk setempat, kebetulan pada saat itu ada acara penguburan jenasah kerabat mereka yang baru saja meninggal. Untuk kembali ke parkiran kami memang harus melewati daerah pemakaman tersebut. Hahaha karena suasananya angker banget, kami putuskan untuk berjalan kaki memutar. Ah setidaknya olahraga dan tidak mengganggu upacara adat mereka. *alibi*

Kami kembali ke Kuta untuk mencari penginapan di kawasan poppies line untuk mandi dan istirahat. Perjalanan hari ini cukup sampai di sini. Masih ada 1 hari lagi di Bali. Okay tunggu saja kelanjutannya ya. See you!

JT February 9 2013

Advertisements

One response to “Siapakah Saya di Monkey Forest Ubud ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s