Pantai Nanggelan – Semanis Coklat Capucino

Pantai Nanggelan adalah pantai yang ada di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Pantai ini terletak dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Nanggelan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, jadi jangan kaget kalau ombak di sini ganas. Byoorrr!!

Kisah saya berawal dari rasa penasaran saya sendiri, ya maklum lah masa di daerah sendiri tapi belum pernah ke Nanggelan. Beberapa hari sebelumnya saya mengajak teman-teman untuk pergi ke sini pada hari Sabtu. Namun teman-teman saya mau ikut di hari Minggunya. Wah saya sih bisanya cuma hari Sabtu, ya sudahlah teman-teman ada beberapa orang yang menumpang tidur di rumah saya yang ada di Ambulu untuk Sabtu malamnya. Saya putuskan untuk pulang kampung pada Jumat malamnya dan nekat untuk pergi ke Nanggelan sendiri.

Sesampai di tempat kelahiran, saya segera menuju warung yang ada di dekat rumah.  Beruntungnya saya mendapati tetangga lama yang sering memancing di sana. Saya mendapatkan info yang akurat untuk pergi ke Nanggelan. Ternyata, hanya skitar 5 km saja jarak pantai dari rumah. Teman saya hanya bisa memberi petunjuk saja. Ah tidak apa-apa, saya bisa berangkat sendiri. Eh tak lama kemudian ayah saya datang. Ya saya ceritakan apa adanya. Ayah saya yang kuatir itu akhirnya meminta tolong kepada teman saya untuk mengantar ke Pantai Nanggelan. Syukurlah setidaknya saya ada teman ngobrol selama di perjalanan.

Sabtu pagi saya menjemput teman tersebut di rumahnya. Untungnya dia masih ada di rumah, dia mengajak saya untuk membeli ikan kecil-kecil di pasar Ambulu sebagai umpan saat memancing nanti. Tak kita jumpai bahan untuk umpan memancing di pasar Ambulu. Akhirnya kami membeli umpan di Desa Sabrang ke arah Pantai Papuma. Lumayan juga nanti bisa memancing dan tidak sekedar bengong di pinggir pantai. Ngeenngg motor saya melaju ke rumah untuk mengambil pancing.

Dengan bermodalkan motor, kami berangkat melewati perkebunan Kotta Blater. Ada perkampungan yang dibina oleh PTPN milik negara. Saat yang seru ketika kami melewati pepohonan jati. Memang sudah ada jalan untuk kendaraan khususnya sepeda namun jalannya bercabang sehingga kalian bisa tersesat jika tidak didampingi orang yang sudah tahu lokasinya.

Syukurlah kami sampai di sebuah gubuk kecil yang sengaja dibuat untuk tempat penitipan kendaraan. Tentu saja saya juga menitipkan motor di sana. Nah siap-siap berjalan kaki. Jujur saya sama sekali tidak tahu medan untuk menuju pantai dan saya memang tidak mau mencari informasi dari internet karena saya ingin merasakan rasa surprise dengan perjuangan sendiri. Memang medannya lumayan berat, dari gubuk itu kalian harus melewati sungai kecil kemudian mendaki tanjakan dahulu. Tanjakannya memang cukup menantang sehingga saya harus beberapa kali istirahat. Maklum saya kurang berolahraga sehingga detak jantung saya berdebar dengan kencang ketika mendaki bukit. Di atas bukit saya sudah mendengar deru ombak sehingga saya ingin segera turun ke pantai. Sudaaahh deket broo!!

Jalan di antara Pepohonan Jati

Jalan di antara Pepohonan Jati

Penitipan Kendaraan

Penitipan Kendaraan

Mendaki Jalan Setapak

Mendaki Jalan Setapak

Setelah berjalan sekitar 30 menit.Saya terus berjalan dan pantainya bagus. Pasirnya berwarna coklat moka capucino. Dan sepi!! Hiyaaaaa!! Saya segera melepas celana panjang yang saya pakai dan berlari seperti baru bebas. Saya senang sekali karena sudah sampai di Pantai Nanggelan tentunya dengan misi pribadi ingin tahu dan eksplore. Kami dari ujung Barat menyusuri garis pantai yang cukup panjang menuju ujung Timur. Ada beberapa monyet yang juga bermain di pantai. Di terik matahari kami terus berjalan, pantai berpasir coklat berganti menjadi pantai berbatu. Di sini kami menemukan sumber mata air di pinggir pantai. Airnya sangat segar langsung dari sumbernya. Akhirnya kami berhenti di bawah pohon yang teduh untuk memancing.

Pantai Nanggelan

Pantai Nanggelan

JemberTraveler Nanggelan 05

Deru Ombak

Deru Ombak

Bunga apakah ini?

Bunga apakah ini?

Tak lama kemudian petugas dari Taman Nasional datang dari sisi Timur, ah kirain mau narik tiket eh ternyata cuma lewat saja. Syukurlah kalau begitu, soalnya saya cuma membawa uang bensin dan minum saja. Eit eit tak lama datang juga sekelompok anak-anak SMA yang camping di sana. Letak tenda-tenda mereka tidak jauh dari sumur. Whaattt mereka yang SMA saja sudah ke Nanggelan, camping rame-rame pula. Sedangkan saya yang sudah bekerja, eh baru pertama kali ke sini. Wah hina cek hinanya wes. Okay, lain kali saya akan camping di sini. Hemm hemm hemm. Mereka rupanya sudah pernah ke sini sehingga persiapannya sudah matang. Mereka membawa pancing yang agak besar, memang di ujung karang bagian Timur ikannya lebih besar dibandingkan ikan di tempat kami berteduh. Tapi jangan salah, meskipun begitu kami berhasil mendapatkan ikan. :p

Ikan yang Ditangkap :D

Ikan yang Ditangkap 😀

Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, sudah saatnya kami untuk pulang ke rumah. Inginnya sih mengejar sunset namun matahari berada di balik tebing dan awan juga lebat. Ya mungkin belum beruntung melihat sunset. Eh sebelum mendaki lagi, saya melihat sepasang kekasih yang camping di bawah pohon, mereka duduk berdua sambil melihat pemandangan laut. Wah sangat romantis dan salut deh, gaya pasangan ini adventure banget sambil menikmati keindahan alam. Mereka berdua melewati medan yang cukup berat loh. Applause plok plok plok. Ya ya ya next time ya saya akan mencoba seperti mereka, tapi ngajak siapa?! Sambil tolah-toleh eh ada monyet sendirian sambil menggaruk badannya sendiri. Ah sudah sudah, lupakan lupakan!! Kami mulai mendaki lagi untuk pulang.

Sampai di dekat gubuk kami membersihkan diri dulu tapi harus menimba air dari sumur dulu. Setelah membayar parkir kami pulang. Kami yang kehausan berhenti di perkampungan dekat perkebunan untuk membeli minum. Air minum yang saya bawa habis saat ada di ujung Barat pantai. Nah ini dia yang cukup melelahkan, setelah sampai rumah ternyata saya mendapat kabar bahwa teman-teman yang akan menginap lebih dari satu orang. Hiyaaa saya bersih-bersih rumah sendiri untuk menyiapkan tempat untuk mereka. Tadaaaa rumah sudah siap. Mereka datang beberapa saat kemudian. Syukurlah rumah yang sepi ini menjadi ramai dengan kedatangan mereka.

JT April 20 2013

Advertisements

23 responses to “Pantai Nanggelan – Semanis Coklat Capucino

    • Wah ini. Hahaha. Harus meluangkan waktu untuk mendengar cerita dari kanan – kiri rumah.
      Banyak spot di Jember yang belum diexplore dan dipromosikan. Nah tugas kita sama-sama mencarinya demi Jember juga.

  1. mungkin saya pernah ke pantai Nanggelan….waktu itu saya penasaran ingin tahu Pantai Bandealit. Kira2 tahun 2003 saya kerja di surfshop di Bali…dan saya mulai cinta dengan surfing. Disaat saya kerja..ada tamu dari Belanda mau beli bodyboard…saya tanya surfing dimana? dia jawab di Bandealit ( dalam hati saya berpikir…saya orang Jember kok gak tahu pantai Bandealit, malah orang luar lebih tahu duluan ).

    Pas saya pulang ke Jember (Ambulu) saya minta tolong Paman saya untuk antarkan saya….tapi gak sampai ke pantai Bandealit…katanya medan jalan kesana berat dan saya hanya ke satu pantai saja.

    Mudah2an saya bisa mengunjungi 2 pantai ini, biar bisa share ke seluruh dunia.

    Mudah2an kalau saya ke pulkam ke Jember bisa mengunjungi pantai kampung halaman.

    Salam,

    Siti Salisah ( Lisa )
    FB Lisa Blossom

  2. sebenarnya banyak pantai d sekitar jember yg bisa dibuat untuk surfing. Tapi karna terbatasny informasi dn promosi(klo menurut saya) mka jd tk terlalu ter ekpos. saya kerja dbali d toko selancar dn sempat mensupport teman2 d jember(komunitas selancar jember) tp kyakny blm ad kabarny. Kalo mudik lebaran(karna minimny info) kita hanya surfing d pantai puger saja. Mgkin kl promo untuk pariwisata jember lbh gncar,bisa dpastikan pariwisata jember bisa lbh maju lg. Coz bnyak tamu dri mnca negara skrang destinasi liburan mreka ke banyuwang…
    Minta infonya lagi mas brow mature suwon

  3. pantai nanggelan itu bagus dan indah,kalo di kelola dengan baik,akses jalan di benahi dan penambahan infrastruktur mungkin bisa se-rame pantai papuma/watu ulo / payangan .. ,saya bersma kwn sekelas trakhir kesana 2 minggu yg lalu gak sengaja ketemu beberapa wisatawan asing dri eropa selatan(perkiraan)bersama 2 orang pemandunya ,, yg perlu di perhatikan adlh kesadaran akn kebersihan, tidak sedikit sampah yang di tinggalkan di pinggiran pantai dan awal” sepanjang trecking jalan menanjak hingga di puncak (post istirahat) oleh pengunjung yg kurang sadar akan kebersihan dan kelestarian lingkungan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s