Siapakah Duta Wisata di Teluk Ijo?

Saya saja ketawa baca judul ini. Hahaha. Jadi begini ceritanya, pada waktu itu saya dan partner traveling yang bernama Andre mendapat tawaran untuk mengantar beberapa orang duta wisata dari kabupaten tersebut ke Teluk Ijo. Hey man!!! Ente duta wisata tapi belum pernah ke lokasi wisata yang cukup terkenal dan orang dari luar negeri aja pernah menginjakkan kaki di pantai berpasir putih ini. Gubraaakkk!!!

Tidak apa-apa lah, setidaknya mereka ada niat untuk mengenal daerahnya sendiri secara langsung agar mereka bisa menyampaikan potensi wisata kepada orang lain. Seperti biasa, saya dan Andre berangkat sepulang dari kantor menuju sebuah rumah yang sudah disiapkan oleh salah satu duta wisata di kabupaten sebelah.

Sabtu pagi, mereka sudah berkumpul di rumah yang kami inapi. Okay ayo berangkat menuju Teluk Ijo. Kami berangkat dengan menggunakan sepeda Rute ke Kecamatan Pesanggaran ini termasuk baru bagi saya karena dari ujung Timur yang bernama Muncar dengan jalur Selatan menuju Barat. Namun kalau jalur dari Pesanggaran menuju teluk itu, serahkan pada saya dan Andre.

Dari Muncar melewati Purwoharjo, dan Pesanggaran langsung ke Desa Sarongan. Menuju salah satu kawasan perkebunan ke pintu masuk Taman Nasional Meru Betiri yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Jalanan di daerah ini berbatu dan membutuhkan kesabaran, selain itu jalan-jalannya penuh tikungan dan banyak jalan lain. Jadi sabar saja tidak cukup, kalian harus mendapatkan petunjuk dari penduduk setempat. Dan sampailah kami di pintu masuk Taman Nasional Merubetiri, kami diberhentikan oleh petugas yang menjaga untuk membayar tiket masuk.

Kalau pada awal saya kesini, kami menitipkan motor di rumah penduduk. Tapi saat ini saya yang berada di depan memutuskan untuk memarkirkan motor di bawah undak-undak awal pendakian. Memang untuk menuju teluk yang indah ini kalian harus berjuang melewati jalan setapak yang agak susah sekitar 45 menit sampai 1 jam berjalan kaki. Saya memberi pesan kepada mereka kalau jalan yang membuat kita mengeluarkan keringat ini akan hilang setelah sampai di ciptaan Tuhan yang sangat indah itu.

Daftar Harga yang harus Dibayar oleh Pengunjung

Daftar Harga yang harus Dibayar oleh Pengunjung

Pemandangan dari atas undak-undak

Pemandangan dari atas undak-undak

Jalan setapak yang harus dilewati

Jalan setapak yang harus dilewati

Pantai berbatu

Pantai berbatu

Seberapa besar semangat apabila belum terbiasa melintasi jalan yang agak berat memang membuat fisik agak kaget. Ya tentunya harus beristirahat di tengah perjalanan. Melewati pantai dengan batu-batu di siang hari yang cukup panas. Sebentar lagi sudah nyampai kok, nanti melewati jalan setapak melewati pepohonan itu tuh sudah Teluk Ijo.

Sudah kuduga sebelumnya, sampai di Teluk Ijo mereka berteriak senang. Tampak mata mereka bersinar serasa lampu HID. Hahahaha. Udah sana foto-fotoan narsis dulu, saya menyiapkan tempat berteduh di dekat air terjun. Waaaahh ternyata air terjunnya lagi deras-derasnya tidak gersang seperti pertama kali ke sini. Ya syukurlah nanti setelah berenang di laut bisa bilas di air terjun. Dengan beralaskan pasir putih mereka berteduh di bawah pohon. Coba tebak apa yang mereka lakukan? Mereka bergantian saling memijat. Hahahaha lucu tingkahnya. Ayo buruan nyebur ke laut.

Pemandangan dari ujung Timur Teluk Ijo

Pemandangan dari ujung Timur Teluk Ijo

Ini Teluk Ijo

Ini Teluk Ijo

Pasirnya putih dan pingin nyebur kan??!! :D

Pasirnya putih dan pingin nyebur kan??!! 😀

Langitnya kok mendung gelap ya. Ayo segera bilas di air terjun terus pulang. Saya membuat janji untuk bertemu di sini dengan teman-teman traveling dari Jember, hmm sepertinya mereka berangkat terlalu siang. Saya mencoba menghubungi mereka tapi sinyalnya kurang bersahabat. Nah akhirnya ada sinyal juga, saya pamit dengan teman-teman dari Jember lewat telpon. Setelah beberapa hari kemudian saya mendapat kabar bahwa mereka tersesat di jalan dan menginap di Teluk Ijo dengan suasana awan gelap. Waduuhhh.

Kerbau-kerbau di tengah perjalanan kami pulang

Kerbau-kerbau di tengah perjalanan kami pulang

Siapakah duta wisata yang sebenarnya? Ya tentu mereka yang menjadi duta wisata, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk jadi duta wisata. Sedangkan saya siapa? Sudah jelas bukan duta wisata, saya cuma kebetulan lebih tahu lebih dulu Teluk Ijo.

 

JT January 19 2013

Advertisements

2 responses to “Siapakah Duta Wisata di Teluk Ijo?

    • Min?? Min siapa ya?? Hahaha. Bisa kok, cuma sampai kampung terakhir saja. Setelah itu jalan kaki 500meter an sampai ke anak tangga. Nah setelah itu trekking sejauh 2km.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s