Satu Hari Pulang Pergi Ke Ijen, Eh Ketemu Air Terjun Blawan

Berawal dari rombongan backpacker yang berasal dari kota kembang. Kembang mawar, kembang melati, kembang kamboja, dan kembang – kembang yang lainnya. Kan kan kan dari awal mulai ngaco ngomongnya. Jadi gini, salah satu komunitas traveling di Jember dapat request dari 3 orang backpacker dari Bandung untuk mengantarkan mereka ke Papuma dan ke Kawah Ijen. Berhubung ke Papuma nya pada hari kerja ya kami yang di Jember gak bisa nganter dan nemenin mereka. Dan hasilnya adalah eng ing eng mereka dari terminal tawang alun naik angkot ke Ambulu kemudian naik ojek ke Papuma dan singkat cerita 3 orang ini terpaksa ngemper menginap di Papuma karena tidak ada ojek di malam hari menuju kota Jember.

Racun traveling ke Ijen dimulai ketika di hari Minggu itu saya diberitahu atasan untuk lembur tapi diajak mendaki bersama rombongan yang lain dengan naik motor. Kebetulan yang datang gak cuma mereka bertiga. Ada lagi satu orang dari Bandung yang menumpang di Jember. Udah cukup itu aja? Belum ! Masih ada lagi yaitu Andy seorang warganegara Jerman yang sengaja datang ke Jember untuk mengunjungi Kawah Ijen. Andy ini nantinya akan menampung saya dan teman yang lain untuk menjelajah Kuala Lumpur . Hmm ya sudah kemungkinan saya ikut tapi jangan dimasukkan ke dalam list peserta yang ikut ya!

Pada Sabtu malam  saya diberitahu pak boss bahwasanya lemburnya dibatalkan. Ciaaaaatttttt hello bro gue ikuuuuutt ke Ijen!!! Lalala yeyeye !!!! Begitu senangnya pada Minggu pagi kumpul di rumah Andre dengan jaket dan celana pendek saja. Whaaatttt !! seru Andre melihat kostum saya dan pagi itu juga dingin. Saya pinjam celana training dan syalnya. Pagi-pagi mata saya terbelalak melihat ketiga rombongan backpacker  itu adalah anak punk, busyeeet pagi-pagi sudah dandan gothic . Bukan gotik goyang itik ser ser goyang dangdut loh ya. Karena saya tidak ditulis di list jadi saya berangkat naik motor sendirian yang lainnya naik motor juga sih tapi berpasangan. Haizzzz derita di kala itu waktu jomblo. Mbloo mblooo nasibmu!

Kami mengendarai motor ke Alun-alun Bondowoso dahulu untuk menjemput teman-teman Mbak Irma karena mereka yang akan menjadi guide kita. Bruumm bruumm gas motor mulai dibuka lagi. Perjalanan dilanjutkan.  Krucuk-krucuk perut mulai keroncongan. Laperrrrrr woooii! Kami berhenti di warung dekat perumahan milik PTP. Sego pecel ya buuukkk!! Hap hap makanan habis perjalanan tinggal sedikit lagi sampai. Singkat cerita kami sampai di Paltuding, yang artinya harus bayar tiket masuk, harus markir motor, dan harus mulai mendaki dengan berjalan kaki. Ayo berangkat dah. Nah ini dia yang agak nyleneh Si Andre mendaki hanya memakai kaos, padahal hari sudah mulai panas. Wuiihh mau tanning nih, berasa bule aja kau ini.

Sarapan Pagi

Sarapan Pagi

Pemandangan dari Pos

Pemandangan dari Pos

JemberTraveler-Ijen 03

Tepat di puncak kawah Ijen udara panas sangat menyengat sampai mata saya menyipit, maksudnya kurang bisa membuka mata dengan lebar. Lah panas banget sih. Horeee kita sampai di puncak seru beberapa teman yang baru pertama kali ke sana. Krik krik krik banget deh, saya aja yang dulu pertama kali juga biasa aja. Biasa juga cah cah capek nya. Hosh hosh hosh hosh. Puuuhh memang penambang belerang yang memikul belerang di pundaknya itu tidak punya pusar ya. Tidak punya capek. Hosh hosh hosh.

Kami menyusuri puncak kawah sebelah kiri namun ada beberapa teman-teman baru ini tidak sanggup lagi menahan capeknya. Ya uda duduk di sini sambil nunggu kami. Kata saya sambil menyruput air minum dari botol yang saya bawa. Kami berada di puncak dinding kawah dimana ketika melihat bawah itu adalah kawah langsung. Seketika ada yang berkata, kenapa ya burung aja tidak terbang melewati atas kawah? Coy coy coy di atas kawah itu panas apa lagi asap belerangnya. Udah jadi burung panggang kalau lewat atas kawah. Aneh-aneh aja.

JemberTraveler-Ijen 04

JemberTraveler-Ijen 05

Hey man, hey girl take a picture! You you you baris semua, buat kenang-kenangan. Ya begitulah kira-kira arti bahasa Andy kalau di-indonesiakan. One, two, three, cepreeett cepreett cepreett! Serasa ada di studio foto. Ayo kita turun! Hosh hosh hosh…. Sampai di tempat parkir Paltuding istirahat dulu ya, cuci tangan, cuci kaki, dan cuci muka. Segeeerrrr…. Ayo kita lanjut pulang ke Jember! Heh siapa bilang kalau kita pulang. Hah!! Terus masih mau lanjut ke mana lagi?

Kawah Ijen

Kawah Ijen

JemberTraveler-Ijen 07

Flora di atas dinding kawah

Flora di atas dinding kawah

Kita turun dulu lalu ke pemandian air panas dan air terjun Blawan. Wow seperti apa sih! Saya juga belum pernah ke sana.  Turun lagi, turun lagi nah ini ada pertigaan belok kanan ke arah pabrik kopi kebun Blawan. Jalanan waktu itu masih bergerunjal karena jalanannya berbatu. Kami melewati pabrik kopi dan berhenti di rumah orang yang teridentifikasi sebagai teman dari Mbak Irma. Ayo sini parkir sini tidak apa-apa. Kami berjalan kaki menuju air terjun Blawan. Nah pada saat dekat air terjun Blawan eh tiba-tiba ada yang memanggil. Tunggu tunggu! Mau ke air terjun ya? Ayo bayar tiket masuk dulu. Oalah mbayaaarr. Begh!! Kemudian kami jalan kaki lagi, eh kok ada papan penunjuk arah yang tulisannya “WATERFULL”. Hah!! Airnya penuh? Hahahahaha maksud mereka adalah “waterfall”. Kami naik undak-undak yang cukup tinggi. Haduuuuhh naik lagi. Kemudian turun dan mendeketi air terjun. Kencang banget deru airnya tapi yang membuat air terjun ini cukup seru adalah ada dataran yang memungkinkan pengunjung untuk dekat dengan air terjun. Namun harus berhati-hati agar tidak jatuh ke jurang.

Setelah puas jepret-jepret, ayo kita mandi-mandi di pemandian air panas yang tidak jauh dari sana. Cluupppp wuhuuuuu enaknya hangaaatt…. Pemandian air panas ini mengandung belerang jadi cocok untuk kulit yang gatal-gatal. Eit eit eit saya tidak membawa baju ganti. Waduuuhh gimana nih? Terpaksa pakai celana kolor aja nyemplung. Eh sudah sudah jangan terlalu lama berendam di pemandian air panas kurang bagus juga buat peredaran darah. Ayo kita pulang.

Jalanan juga masih menurun ke arah Bondowoso. Di tengah perjalanan, Mbak Irma yang memakai helm dengan kaca helm yang tidak erat terjatuh. Mbak Irma terjatuh dan hampir menangis karena pusing menyetir dengan pandangan mata yang terganggu. Ya jelas terganggu lah, kaca helmnya naik turun naik turun. Akhirnya Mbak Irma digonceng oleh Daniel dan motornya dipakai oleh salah seorang backpacker asal Bandung. Makan bakso dulu di sore hari sebelum kembali ke Jember.

Sungguh perjalanan sehari yang melelahkan.  Setelah sampai rumah saya beres-beres dan merebahkan diri ke kasur. Benar-benar melelahkan. Hoaaammmm…*TidurCakep*

 

JT September 29 2012

Advertisements

9 responses to “Satu Hari Pulang Pergi Ke Ijen, Eh Ketemu Air Terjun Blawan

  1. I think this is one of the most important information for me.
    And i’m glad reading your article. But want to remark on few general things, The web site style is ideal, the articles is really great : D.
    Good job, cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s