Berkenalan dengan Pulau Menjangan

Berkenalan tentunya harus berjabat tangan, cipika cipiki serasa artes artes internasyionel, terus menyebutkan nama masing-masing, terus saling menukar nomer handphone, PIN BB dan alamat rumah. Nah bagaimana kalau berkenalan dengan Pulau Menjangan? Penasaran kan? Cerita ini berawal ketika saya diberi tiket nonton gratis Banyuwangi Jazz oleh Andre. Dengan berbekal tiket gratis, baju ganti, dan motor tentunya saya berangkat ke Banyuwangi. Pada acara berlangsung saya dikenalkan dengan beberapa anggota Jebeng Thulik dari Banyuwangi oleh Andre. Beberapa minggu kemudian kami diajak oleh mereka untuk mengunjungi Pulau Tabuan.

Pada Jumat malam sepulang dari kantor saya dan Andre berangkat bersama dengan mengendarai motor saya. Bruumm bruuumm sepeda motor berangkat dari Kota Jember Terbina. Sampai di Gumitir tiba-tiba ada sepeda motor dari belakang yang menyalakan klakson tan tin tan tin. Hayaaahh ngapain sih. Eh ternyata motor tersebut mengawal kami melewati Gumitir. Saya baru sadar kalau di ekor motor saya terdapat stiker club motor yang ada di Jember. Lumayan lah kami ada teman berkendara di jalan. Pada perbatasan Jember dan Banyuwangi saya mengisi bensin dahulu. Teman dari club motor lain yang tidak saya kenal ini melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi dahulu.

Perjalanan dilanjutkan menuju Muncar untuk menginap di rumah sahabat baru kami yang bernama Hardian. Sebuah kecamatan yang terkenal dengan nelayan dan hasil ikan lautnya. Di pertigaan kecamatan Genteng saya belok ke kanan melewati Jajag teruuuuusss dan kami nyasar ke jalan menuju Teluk Ijo di Tegaldlimo. Jauuuuhhh pakai banget untuk berputar lagi. Sambil mesam mesem kami berputar dan pada jam 11 malam kami baru sampai di rumah sahabat. Sudah siap sedia air minum dan kami beristirahat.

Keesokan harinya. Kukuruyuuuuukk ayam berkokok. Dok dok dok ayo berangkat. Pintu digedor dan saya ditarik-tarik supaya lekas bangun. Iya ya bentar. Hoaamm, saya mandi sebentar dan sudah ada hidangan yang lezat dari Mbah Saminem. Mbah Saminem adalah nenek dari Hardian, masakannya hmmmm enak tenan. Mata masih mengantuk saya paksakan untuk berangkat menuju Banyuwangi Kota karena di sana sudah menunggu teman-teman baru yang lainnya.

Kami berhenti di rumah Aura. Bukan Aura Kasih loh ya cihuuui. Rumahnya di dekat daerah perliman sana sih. Lupa-lupa inget sih kalau ke sana lagi. Nah sampai di sana saya dikenalkan dengan teman-teman yang lain. Semuanya adalah duta pariwisata dan memiliki pekerjaan yang lumayan wah kalau dilihat dari sudut pandang orang awam. Sedangkan saya sendiri siapa? Duta pariwisata bukan! Pekerjaan ya biasa-biasa aja. Masa bodoh ah yang penting dapat temen baru dan traveling bersama.

Kami berjumlah 8 orang menuju di Watudodol yaitu sebuah daerah pesisir pantai yang ada di Kalipuro, emmm masih Utara-nya Banyuwangi Kota. Di sini kami harus pintar-pintar menego sewa kapal jukung. Proses negosiasi harga sewa yang cukup alot pemirsa, serasa seperti menonton tinju di TV. Mereka nego dengan menggunakan bahasa osing. Dan saya roaming di sana tilut tilut tilut… Akhirnya mendapatkan harga kesepakatan yaitu Rp 200.000,- untuk menuju Pulau Tabuan dan Rp 400.000,- untuk menuju ke Pulau Menjangan. Saya yang bukan siapa-siapa ini langsung menjawab Pulau Menjangan. Upsss. Loh kok ternyata yang lain mau juga ke Pulau Menjangan. Ayo kapal jukungnya diberangkatkan Pak Nelayan!!

Tet teretet teretettttt !!! Kapal berlayar, ayo Captain kita berangkat! Byooorrr terguyur air laut. Woi woi woi itu cuma kapal jukung atau kapal kecil dan ombaknya juga tenang. Saya melihat keindahan pasir putih di Taman Nasional Bali Barat. Pak pak nanti mampir di sini ya. Nah kapal mendarat di Pulau Menjangan bagian Barat. Anak-anak kita di sini ilegal loh tidak membayar tiket masuk. Wadoooohh serasa menonton film horror mendengar ucapan dari pak nelayan itu. Tapi kalau disamperin sama petugas ya bayar aja. Oalah gitu toh Pak. Kapal jukung berlabuh di dekat dermaga. Kami berenang dan saya mencoba mengeksplore sendiri garis pantai Pulau Menjangan bagian Barat. Underwaternya bagus ketika mencoba berenang di sana. Saya masih penasaran dengan Pulau Menjangan di sisi lain yang ada palungnya.

Pulau Menjangan

Pulau Menjangan

Jember Traveler First Menjangan 02

Kapal Jukung

Kapal Jukung

Kantor Resort

Kantor Resort

Jember Traveler First Menjangan 05

Jember Traveler First Menjangan 06

Jember Traveler First Menjangan 07

Jember Traveler First Menjangan 08

Dengan rasa penasaran itu kami menuju pantai yang ada di Bali Barat. Pasir putihnya bagus dan airnya lebih jernih segar. Di dekat menara mercusuar kecil. Huwaaaa memang cocok untuk berenang byooorrrr… Tapi hati-hati meskipun airnya terlihat tenang, arusnya mantap coy lumayan kencang alirannya.

Menara Suar

Menara Suar

Pantai Bali Barat

Pantai Bali Barat

Jember Traveler First Menjangan 11

Kami akhirnya pulang menuju Pantai Watudodol lagi. Dan ceritanya berakhir. Sudah kan? Namanya juga baru kenalan aja. Jadi ceritanya juga dikit. Kalau mau panjang ya PDKT dulu dong. Hahaha bahas apa sih. Ah ya sudahlah.

Pantai Watudodol

Pantai Watudodol

12 JT 01 12

Advertisements

11 responses to “Berkenalan dengan Pulau Menjangan

  1. sewa kapal langsung negosiasi ama nelayan di watu dodol ya?…. bisa kan? alat snorklingnya dimana ? 500.000 itu satu kapalkan ? bukan per orang?…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s