Taman Nasional Baluran – Kehidupan di Puncak Kemarau

JT BS 05

Saya sudah beberapa kali mengunjungi tapi saya masih penasaran dengan situasi musim kemarau yang ada di Taman Nasional Baluran Situbondo, konon katanya pada saat musim kemarau keadaannya seperti savana yang ada di Afrika. Di Baluran saja saya belum tahu seperti apa, apalagi di Afrika. Hahaha khayalan saya ternyata terlalu tinggi. Kebetulan saya diajak oleh Andre yang juga sama – sama penasaran untuk mengunjungi Baluran. Singkat cerita pada hari Minggu kami berangkat, kali ini ditemani oleh dua orang adik kelas yang sedang di bangku kuliah. Dengan sepeda motor kami berangkat dari Kota Jember melewati Bondowoso dan menuju Situbondo. Di Bondowoso, kami berhenti di pujasera ( tempat makan ) untuk sarapan. Kami mampir di sebuah minimarket untuk membeli beberapa botol air mineral.

Kami melewati Situbondo kemudian melalui jalur pantura (pantai utara) menuju Taman Nasional Baluran. Pada pos pintu masuk, kami membayar tiket masuk dan memberikan identitas pada buku tamu. Ada beberapa jenis hutan yang menyambut di jalan masuk menuju Pos yang bernama Seksi Bekol. Pos ini terletak di tengah – tengah Taman Nasional Baluran. Kami menaiki sebuah menara untuk melihat Baluran secara keseluruhan. Cukup menguras tenaga agas sampai di puncak menara. Angin sepoi – sepoi membuat saya mengantuk. Kami istirahat di atas menara sambil melihat kawanan rusa sedang minum di kolam.

JT BS 01

JT BS 02

JT BS 03

JT BS 04

JT BS 06

JT BS 07

JT BS 08

JT BS 09

JT BS 10

Perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Bama, di tengah jalan kami melihat ada tengkorak banteng yang sudah meninggal yang dibuat hiasan dan terdapat tulisan kapan banteng – banteng itu meninggal. Saya berjalan menuju kawanan rusa karena kamera saya tidak dapat mengambil gambar kawanan rusa itu dari jarak jauh. Namun kawanan rusa itu pergi ketika saya mendekat. Di Resort Bama, saya makan siang dahulu. Ada tempat makan yang disediakan untuk pengunjung yang datang. Berhati – hatilah di sini karena kawanan monyet yang sudah siap mengambil barang – barang bawaan anda. Di Bama ada wisata air yaitu ada kano dan perahu untuk snorkling melihat terumbu karang yang ada di dekat dermaga mangrove.

JT BS 11

JT BS 12

JT BS 13

JT BS 14

Kami berjalan menyusuri Pantai Bama ke Utara, kami melihat ada seekor burung elang yang terbang di atas kami. Saya sempat melompat melihat ada biawak yang berlari di samping kaki saya. Kami berencana berjalan kaki dari Resort Bama menuju Resort Merak, ternyata sangat melelahkan sehingga di tengah perjalanan kami kembali menuju Resort Bama. Kami menuju dermaga mangrove Bama.

JT BS 15

Hari sudah menjelang malam, kami pulang menuju kota Jember. Sebelum sampai pintu keluar Taman Nasional Baluran, kami melihat matahari terbenam. Kami terus berjalan pulang dengan sepeda motor ditemani dengan matahari merah yang terbenam dengan indah.

JT BS 16

JT BS 17

JT BS 19

JT BS 18

JT BS 20

JT BS 21

JT BS 22

12 JT 1511

Advertisements

2 responses to “Taman Nasional Baluran – Kehidupan di Puncak Kemarau

  1. twice I’ve read Andre’s name (one here and another in the previous post). Hope him changing to new job don’t stop u guys from traveling together. Best friends forever bukan? Jadi sila jangan sedih ya! *puk-puk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s