Pantai Kuta dan Dreamland di Bali Saat Liburan

Pantai Kuta yang saya maksud pada artikel saat ini adalah pantai yang berada di Jalan Pantai Kuta, Bali. Sejak jaman saya masih kecil, pantai ini sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun wisatawan dari manca negara. Pada kesempatan kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya saat mengunjungi Pantai Kuta pada saat libur lebaran. Lebih tepatnya liburan saya saat ini bisa dikatakan bekerja sambil liburan.

Pada saat acara halal bihalal pertama kali masuk kerja saya datang hampir terlambat. Saya pun dipanggil menghadap ke ruang pimpinan. Awalnya saya berpikir kalau saya akan ditegur namun ternyata saya diberi tugas untuk mengantarkan sepeda motornya menuju ke Denpasar untuk ditukar dengan sepeda motornya yang lama. Yang diberi tugas pada kali ini adalah saya dan Andre. Tawaran tersebut langsung saya setujui. Saya sudah biasa melakukan perjalanan Jember ke Bali namun perjalanan menggunakan sepeda motor adalah pengalaman kami yang pertama dan kami sama sekali tidak hafal dengan jalan-jalan yang ada di Bali.
Seperti biasanya, sepulang bekerja saya menyiapkan barang-barang yang diperlukan untuk bepergian. Pada pukul 9 malam saya dijemput Andre dengan sepeda motor yang akan ditukar. Perjalanan pada awalnya sepi namun di daerah Pakusari, Jember ada keramaian yang memacetkan jalan. Pada awalnya saya mengira bahwa arus balik sudah dimulai tapi ternyata banyak orang yang berkerumun melihat ada orang yang berada di atas tower yang tinggi. Entah apa motif orang yang berada di atas tower tersebut. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi ke Pelabuhan Ketapang. Perjalanan bisa dikatakan masih sepi karena masih dalam suasana Hari Lebaran.

Singkat cerita, kami sampai di Denpasar pada pukul 4 pagi WIB. Saya cuma diberi alamat kos teman saya yang bernama Arzenta. Dengan berbekal handphone yang dilengkapi oleh GPS kami mulai mencari tempat kos Arzenta. Akhirnya saya berada di dekat kos Arzenta tapi saya tidak mengetahui di mana lokasi tepatnya. Saya menelpon Arzenta untuk menjemput kami dan pada akhirnya kami sampai di kos-nya. Kami tidur dan beristirahat di kos sampai menjelang siang. Perjalanan yang jauh kami tempuh sekitar 8 jam sudah termasuk penyeberangan Ketapang ke Gilimanuk.

Saya dan Andre bangun mencari sarapan sedangkan Arzenta berangkat kerja. Kami berkendara mencari makanan. Pada hari sebelumnya Andre mencari informasi tentang kuliner yang ada di Bali. Dia mencatat alamat yang ada di internet sehingga saya mudah bertugas menjadi navigator pencari alamat melalui GPS. Pertama-tama kami mendatangi rumah saudara pimpinan saya, tempat sepeda motornya akan ditukar. Kami pun diajak sarapan di salah satu rumah makan yang terkenal di Jalan Teuku Umar Denpasar, Bali. Setelah sarapan kami diberi izin untuk memakai sepeda motor yang kami bawa dari Jember karena sepeda motor tersebut jauh lebih irit dengan teknologi injeksinya.

Tanpa ragu-ragu kami langsung jalan-jalan menuju ke daerah Pecatu, Uluwatu sebentar. Jalanan padat namun arus lalu lintas masih lancar. Kami mampir di Pantai Dreamland. Saya baru pertama kali mengunjungi pantai ini. Pasir pantainya berwarna putih di bawah dinding karang yang cukup curam. Banyak wisatawan mancanegara yang berjemur dan berselancar di siang hari. Cuaca sangat panas sehingga saya harus berjalan di pasir dengan menggunakan sandal dan berjalan di tepi dinding karang yang teduh. Nama Dreamland bermula dari kawasan pertanian yang akan diubah menjadi kawasan wisata namun pada perjalanannya proyek tersebut berhenti karena krisis moneter, penduduk sekitar berharap kawasan tersebut selesai sehingga dapat mencari uang dari hasil pariwisata. Sejak saat itu disebut Dreamland (tanah impian).

JT BA 10

JT BA 01

JT BA 02

JT BA 03

JT BA 04

JT BA 05

JT BA 06

JT BA 09

JT BA 07

JT BA 08

Menjelang senja kami langsung berkendara menuju Pantai Kuta. Jalanan menuju pantai sudah sangat ramai dipadati oleh kendaraan bermotor. Kami memarkir kendaraan di tepi jalan dan memasuki pantai yang tidak dipungut biaya masuk atau dengan kata lain gratis biaya masuk. Ternyata banyak wisatawan domestik memanfaatkan sisa liburan mereka di Pantai Kuta. Beberapa wisatawan mancanegara juga terlihat di sana sambil menikmati deburan ombak dengan papan luncurnya. Suasana di pantai begitu ramai. Mereka mengabadikan momen saat berlibur di Pantai Kuta. Anak-anak kecil bermain pasir di tepi pantai. Para photografer sibuk dengan kamera mereka untuk memotret matahari terbenam. Ada yang sedang menikmati pijat tradisional, ada pula yang memasang tattoo kontemporer di beberapa bagian tubuh mereka, dan ada yang sibuk mengepang rambut mereka. Beberapa saat kemudian Arzenta menyusul ke pantai setelah pulang bekerja. Kami duduk di pasir pantai sambil menikmati matahari terbenam. Setelah matahari menghilang dan langit sudah mulai gelap, kami kembali menuju kos Arzenta untuk mandi dan beristirahat.

JT BA 11

JT BA 13

JT BA 12

JT BA 14

JT BA 18

JT BA 15

JT BA 16

JT BA 17

JT BA 19

Pada keesok harinya, kami menukarkan sepeda motor tersebut dahulu ke tempat saudara pimpinan saya dahulu sebelum beranjak pulang menuju Kota Jember. Jalanan menuju Jember cukup sepi namun arus balik menuju ke Bali sudah padat. Sebuah perjalanan yang seru dan kami pun memiliki rencana untuk kembali ke Bali dengan menggunakan sepeda motor lagi.

12 JT 25-26 08

Advertisements

3 responses to “Pantai Kuta dan Dreamland di Bali Saat Liburan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s