Selamat Tinggal Pasir Putih

Pasir Putih ini adalah desa nelayan yang ada di Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kawasan wisata dan perhotelan adalah sumber pendapatan bagi penduduk sekitar. Pada saat masih kecil, saya pernah bermain pasir yang berwarna putih di tempat ini. Jadi sangat mudah mengenali mengapa kawasan tersebut disebut dengan Pasir Putih.. Namun seiring dengan perkembangan jaman, kehidupan yang kurang memperhatikan kebersihan maka warna pasir di tempat ini berubah menjadi hitam meskipun sisa – sisa pasir berwarna putih masih ada.

Pada bulan Desember 2012 kali ini saya mengunjungi pantai pasir putih dengan menyewa perahu layar untuk melarung (menebar abu) Bibi saya yang baru meninggal. Di saat kondisi sedang berduka saya berusaha menikmati pemandangan yang Tuhan berikan. Saya ikut menaiki perahu layar bersama keluarga. Hanya dengan keahlian memanfaatkan tenaga angin saja perahu ini berlayar menuju ke laut. Sesaat di tengah laut kami hening sejenak dan melepas kepergian Bibi tercinta yang mengasuh saya sejak kecil. Suasana berubah menjadi haru ketika abu Beliau dan bunga mawar ditaburkan di atas laut. Kemudian kami harus sadar bahwa hanya raga saja Beliau yang tidak ada, namun Beliau masih hidup di hati orang yang mencintainya.

JT PP 01

JT PP 02

JT PP 03

Perahu layar kembali menuju pantai namun nelayan kami menghibur kami untuk melihat karang yang indah dari atas, mungkin lain kali saya ingin snorkling atau diving di kawasan karang ini. Tak lama kemudian perahu layar pun bersandar di tepi pantai. Pada saat keluarga saya menyiapkan makan siang, saya berjalan menyusuri pantai dan dermaga sambil menikmati suasana. Banyak pedagang yang menjual pernak – pernik kerajinan, ada pula pedagang makanan baik makanan laut maupun makanan yang lainnya. Makanan yang cukup terkenal adalah sate laler. Sate yang dibuat oleh orang Madura ini dengan baku berupa daging ayam yang diiris kecil – kecil sehingga makanan khas ini disebut sate laler (lalat). Saya menuju tempat makan di mana mereka sudah menunggu untuk makan siang bersama.

JT PP 04

JT PP 05

JT PP 06

JT PP 07

JT PP 08

Kami pulang menuju rumah di Jember. Di tengah perjalanan, di dalam mobil, kami hening untuk merenung dan mengenang Bibi saya tercinta. Selamat tinggal Bibi, sampai jumpa di kehidupan yang akan datang.

12JT 08 12

Advertisements

2 responses to “Selamat Tinggal Pasir Putih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s