Jakarta Oh Jakarta

Saat ini saya mau bercerita tentang pengalaman saya di Jakarta pada saat musim penghujan awal tahun 2013. Setiap satu tahun sekali, kantor saya mengadakan acara di kota ini. Kebetulan ada salah satu teman kantor yang akan resign, jadi saya diikutkan bersama rombongan yang lain. Namun saya tidak hanya sekedar ikut saja tapi saya ditugaskan untuk mendata rombongan saya dari Jember agar datang di bandara Juanda tepat waktu.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, sudah ramai di media massa bahwa Jakarta sedang mengalami banjir yang parah. Beberapa akses transportasi lumpuh dan pemukiman warga tergenang banjir sampai ketinggian 3 – 5 meter. Saya setiap hari mengikuti berita banjir lewat TV dan internet. Muncullah peta lokasi banjir di suatu berita, kemudian saya mencocokkan lokasi tersebut dengan lokasi tempat kami menginap. Syukurlah lokasi hotel kami masih jauh dari banjir, selain itu banjir sudah mulai surut pada saat kami sampai di Jakarta.

Hari pertama di Jakarta, acara kantor yang padat membuat saya tidak bisa berjalan – jalan. Pada saat malam hari, saya melihat pemandangan yang indah dari jendela kamar hotel kemudian saya putuskan untuk keluar dengan berjalan kaki menikmati pemandangan Kota Jakarta. Saya melewati kawasan yang bernama Lapangan Banteng. Dulu pada zaman penjajahan Belanda, tempat ini terdapat patung singa sebagai peringatan pertempuran di Waterloo, Belgia. Namun sejak zaman kemerdekaan berubah menjadi Lapangan Banteng karena dulu lokasi ini adalah hutan belantara dengan banyak satwa liar. Saya melanjutkan perjalanan ke Gereja Katedral. Bangunan kuno dengan gaya arsitektur neo-gothik. Saya takjub melihat bangunan yang indah ini. Di seberang gereja ada Masjid Istiqlal yang terkenal. Nama Istiqlal berarti “merdeka”, hal ini menunjukan kebebasan beragama. Masjid terbesar se – Asia Tenggara yang diprakasai oleh Presiden Ir. Soekarno. Saya menuju kawasan Monumen Nasional (Monas). Monumen yang bertahtakan patung api dengan lembaran emas pada puncaknya ini didirikan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Kawasan ini ramai dengan pedagang asongan dan tampilan lampu berwarna – warni menghiasi monumen pada malam hari. Mengingat besok saya masih ada acara maka saya kembali menuju hotel untuk beristirahat.

JT JKT 01

JT JKT 02

JT JKT 03

JT JKT 04

JT JKT 05

JT JKT 06

JT JKT 07

JT JKT 09

JT JKT 10

JT JKT 11

Hari kedua acara kantor berada di daerah Pantai Ancol. Sebelum acara dimulai saya menyempatkan diri untuk berjalan di tepi pantai. Acara berlangsung dari pagi sampai menjelang malam. Saya menuju kawasan Blok M dengan menaiki busway untuk mencari pakaian untuk teman – teman namun sayangnya saya terlambat untuk sampai di Blok M, semua kios sudah tutup. Saya kembali ke hotel untuk menemui sahabat saya yang bernama Hendri. Dia kebetulan baru pulang dari Kinabalu, Malaysia. Saya ikut menginap rumahnya di Bekasi sambil mengambil oleh – oleh darinya. Hahaha beruntung sekali.

JT JKT 12

JT JKT 13

JT JKT 14

JT JKT 15

JT JKT 16

Keesokan harinya, saya bergegas dahulu ke Bandara Soetta agar tidak dimarahi pak boss karena kabur dari rombongan. Syukurlah saya datang lebih dahulu dari rombongan kami. Saat di dalam pesawat, saya bersyukur diberi sajian pemandangan indah dari kaca jendela pesawat.

JT JKT 17

JT JKT 18

JT JKT 19

JT JKT 20

JT JKT 21

13JT 25-27 01

Advertisements

4 responses to “Jakarta Oh Jakarta

  1. @ALID : Sekarang masih April 2013. Kok disebutin kamu ke Jakarta Mei 2013??? Abis masuk ke kantong Doraemon ya? hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s