Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Pada puncak musim kemarau di bulan Juli 2012, saya dan Andre sudah ada rencana untuk mengunjungi kawasan Gunung Bromo. Pada kali ini untuk belajar tentang upacara kasada yang turun – temurun di Suku Tengger.  Kasada adalah upacara yang dilakukan umat agama Hindu oleh Suku Tengger yang berdiam di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.

Pada hari Sabtu sore saya ke rumah Andre untuk menjemputnya dengan sepeda motor. Yaakk perjalanan dimulai. Kali ini saya yang menjadi pengemudinya. Di tengah perjalanan dari Jember menuju Probolinggo kami menghadapi angin yang cukup kencang dan serunya salip – menyalip dengan bus dan kendaraan lainnya. Dua kali kami beristirahat untuk mengisi bahan bakar dan membeli bekal minuman. Akhirnya kami sampai di belokan menuju Sukapura yaitu kecamatan Probolinggo tempat kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berada.

Jalanan menuju kawasan Gunung Bromo sangat ramai karena banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ingin mengetahui budaya dari Suku Tengger tersebut. Kami berhenti di dekat tempat pertemuan masyarakat desa, di sana ada pertunjukan drama yang menceritakan asal usul dari upacara kasada.

JT KB 01

JT KB 03

JT KB 02

Ceritanya yaitu ada sepasang suami istri yang bernama Rara Anteng dan Joko Seger. Mereka tidak memiliki anak kemudian berdoa di Gunung Bromo untuk meminta keturunan ke Sang Hyang Widhi (Tuhan). Doa mereka dikabulkan dengan syarat jika memiliki keturunan maka anak bungsu harus dipersembahkan ke kawah Gunung Bromo. Syarat disanggupi maka Rara Anteng melahirkan sampai memiliki 25 orang anak. Karena naluri orang tua, pasangan itu tidak mau mempersembahkan anak bungsunya. Maka murka lah Sang Hyang Widhi, anak bungsu mereka disambar api dan masuk ke dalam kawah Gunung Bromo. Anak bungsu itu berteriak agar setiap tanggal 14 Bulan Kasada (penanggalan Suku Tengger) setiap warga mempersembahkan hasil bumi mereka ke kawah Gunung Bromo. Sejak saat itu tradisi dilakukan turun – temurun. Nama Suku Tengger diambil dari nama Rara Anteng dan Joko Seger yang disingkat (Tengger : Anteng Seger).

Kami berkendara menuju pos pintu masuk kawasan taman nasional. Sepeda motor saya parkir di dekat pintu masuk. Kami masih menunggu kenalan baru dari Surabaya untuk berjalan bersama menuju pura. Andre mencari mereka dan saya menunggu sendirian. Pada puncak musim kemarau, udara pada malam hari sangat dingin jadi saya berjalan kesana kemari untuk menumpang di perapian yang dibuat oleh pengunjung yang lain.  Beberapa lama kemudian kami berjalan melewati lautan pasir menuju pura tempat ritual upacara kasada dilaksanakan. Tampak banyak wisatawan yang memadati kawasan tersebut. Saya sempatkan untuk tidur sejenak di pura karena saya sudah mengantuk sambil menahan hawa dingin.

JT KB 05

JT KB 06

JT KB 09

JT KB 08

JT KB 07

JT KB 04

JT KB 10

Saya terbangun dan melihat bagaimana upacara tersebut berlangsung. Umat Hindu Suku Tengger membawa hasil tanaman dan ternak mereka kemudian sembahyang yang dipimpin oleh tetua mereka. Ada yang menarik dari ritual tersebut yaitu adanya adu kesaktian ilmu kebatinan oleh beberapa orang pintar di desa mereka. Saya coba bertanya ke salah satu orang Suku Tengger yang menunggu giliran untuk melakukan upacara tersebut. Saya baru tahu bahwa Suku Tengger ada yang tidak mengetahui penanggalan Masehi. Hal yang baru saya ketahui adalah upacara kasada tersebut dilaksanakan bergantian oleh desa-desa dari Suku Tengger. Pada saat matahari hampir terbit, kami mengikuti mereka menuju Gunung Bromo. Saya menyaksikan proses matahari terbit dan melihat Suku Tengger yang menaiki anak tangga menuju puncak Gunung Bromo pada hari Minggu pagi. Mereka sekeluarga dengan suka cita mempersembahkan hasil bumi dan ternak untuk diserahkan ke kawah Gunung Bromo. Di sisi yang lain persembahan yang sudah mereka doakan juga diberikan kepada orang yang tidak mampu maupun pengunjung yang sedang lapar. Pada kali ini saya diberi buah – buahan oleh salah seorang dari Suku Tengger untuk menahan rasa lapar.

JT KB 11

JT KB 12

JT KB 13

JT KB 16

JT KB 14

JT KB 18

JT KB 17

JT KB 22

JT KB 19

JT KB 15

JT KB 20

JT KB 23

JT KB 21

JT KB 25

JT KB 26

Saya ikut bersyukur dengan budaya mereka, kehidupan mereka yang tenang dan tentram masih sadar dan bersuka cita untuk bersyukur kepada Sang Hyang Widhi dengan mempersembahkan hasil bumi dan ternak mereka.

12JT 04-05 08

Advertisements

10 responses to “Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

  1. Soalan penting! Untuk ayat kamu yg ini “Mereka sekeluarga dengan suka cita mempersembahkan hasil bumi dan ternak untuk diserahkan ke kawah Gunung Bromo” adakah bermaksud mereka membuang semua hasil bumi dan ternak ke dalam kawah.

    buang terus masuk lubang kawah itu???

    ciyusss??? bintang ternak jugak?

  2. Numpang tanya???
    kasada tahun 2013 jadi kapan ya??
    karena ada beberapa versi katanya tanggal 23-24 Juli dan ada versi lagi 23-24 Agustus ini??
    benarnya kapan, mohon konfirmasi.
    terima kasih infonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s