Tarian Ombak Besar Nusa Barong

Perjalanan saya kali ini bersama dengan beberapa teman baru yang masih tergolong adik kelas saya. Bermula dari mengadakan janjian di suatu jaringan sosial media facebook, kami memutuskan untuk  berlayar ke Pulau Nusa Barong pada hari minggu. Ini adalah cerita perjalanan di Nusa Barong untuk ketiga kalinya. Pada H-3 terkumpul 15 orang yang sudah siap untuk berlayar bersama. Pada kesempatan kali ini, saya kebetulan bertugas di bagian logistik yaitu menyiapkan minuman mineral. Sabtu malam saya menyempatkan membeli air mineral satu karton untuk bekal besok pagi.

Yuuuuuppp. Hari Minggu, hari pertualangan dimulai. Kami berkumpul di suatu tempat dekat alun-alun kota. Pada minggu pagi kami kesulitan untuk mencari angkot padahal teman-teman saya sudah menunggu untuk berangkat. Saya yang mengendarai sepeda motor akhirnya mencari angkot untuk bisa disewa menuju kampung nelayan di Puger. Setelah berputar-putar mengelilingi kota, saya akhirnya menemukan angkot yang bisa disewa namun bapak sopir yang baik hati ini hanya mau untuk mengantar saja sedangkan pulangnya kami harus mencari kendaraan yang lain. Rombongan kami terpecah menjadi dua yaitu rombongan dengan membawa sepeda motor dan rombongan dengan naik angkot. Angkot ini sampai di tempat pertemuan kami, semua bekal dan peralatan pribadi kami letakkan di angkot. Pengendara angkot ini cukup berumur, baca saja sudah tua. Kecepatan angkot ini sangat lambat karena sopirnya tidak mau menambah kecepatannya. Jiaaahhhh, saya yang mengendarai sepeda motor mengurangi kecepatan untuk menunggu angkot yang berjalan lambat di belakang saya.  Pelajaran kami pada perjalanan saat ini adalah harus menyewa angkot terlebih dahulu.

Saya akhirnya berangkat dahulu ke alun-alun Puger untuk menunggu teman saya yang berangkat dari Yosowilangun, Lumajang. Lebih baik saya menunggu di alun-alun Puger untuk menunggu angkot yang berjalan lambat sekaligus menunggu teman saya. Tak lama kemudian saya bertemu dengan teman saya dari Lumajang dan angkot pun datang. Kami menuju ke rumah salah satu nelayan yang biasa mengantar kami ke Nusa Barong. Tampaknya kami harus menunggu nelayan sahabat kami yang sedang menjala ikan. Kami melihat ikan-ikan tangkapan nelayan yang lain yang masih segar dan terlihat menggoda selera makan saya. Krucuuukk krucuukkk… Perut saya berbunyi tanda kelaparan.

Datanglah nelayan yang akan mengantar kami dengan membawa tangkapannya, sebagian tangkapannya diberikan kepada kami untuk dimakan saat berada di seberang. Asyeeekkkk!!! Kami berdoa terlebih dahulu sebelum naik ke kapal. Cihuuuuiii!!! Perjalanan dimulai!!! Saya menganjurkan kepada teman-teman yang baru pertama kali naik kapal untuk meminum obat anti mabuk laut karena ombak mengalir dengan agak keras pada hari itu. Tak lama kemudian ada salah satu teman kami yang sudah mabuk laut namun rasa mabuk itu mulai sirna ketika mereka melihat keindahan alam Nusa Barong. Sekitar 45 menit kami sampai di Teluk Jeruk untuk beristirahat  sekaligus bakar-bakar ikan. Ada yang membakar ikan, ada yang sedang berenang menikmati kesegaran air laut, ada juga yang mengabadikan gambar. Cuaca cerah kali ini mendukung perjalanan kami namun ombak laut cukup besar.

JTNB 1

Hidangan ikan bakar dengan sambal kecap yang sudah disiapkan dari rumah menggugah selera makan kami pada siang hari. Suasana yang menyenangkan bisa makan bersama di pinggir pantai yang tidak ada penduduknya. Saya diam sejenak duduk di tepi pantai sambil menikmati semilir angin dan suara deburan ombak. Tak lama kemudian kami membersihkan sampah-sampah dan membawanya lagi ke atas kapal.

JTNB 2

JTNB 3

JTNB 4

JTNB 5

Tanjung Kamal adalah tujuan kami berikutnya, kami naik kapal menuju ke sana yang tak jauh dari Teluk Jeruk. Pada saat di Tanjung Kamal, kami kurang beruntung karena air sedang surut sehingga perahu tidak bisa menepi. Ya sudahlah itu tandanya kita harus berenang dahulu menuju pantai. Byyuuuurrrr!!!! Dengan pelampung kami berenang menuju pantai. Pasir pantai ini lebih lembut dari pada pasir yang ada di Teluk Jeruk. Hanya beberapa dari kami saja yang sanggup berenang menuju pantai. Hari sudah menjelang senja, kami mulai bergegas pulang.

JTNB 6

JTNB 7

JTNB 9

JTNB 8

Nah ini dia tantangan kami. Ternyata ombak saat kami pulang lebih besar dari pada ombak saat kami berangkat. Kami semua diam sambil berdoa. Guyuran ombak berkali-kali menerjang kami yang berada di atas kapal. Nelayan kami memang cukup handal dalam mengarungi ombak. Teman-teman kami yang baru pertama kali berlayar, mereka mengeluarkan makanan yang telah dimakannya. Satu per satu dari mereka mabuk laut. Saya yang duduk di belakang hanya bisa diam dan berdoa melihat mereka. Tak lama kemudian kami sampai di perkampungan nelayan. Nelayan kami hanya bisa geleng-geleng melihat kapalnya penuh dengan muntahan teman-teman saya. Hahahaha…

Saya mencari angkot terlebih dahulu. Di suatu tempat yang cukup jauh akhirnya saya menemukan angkot untuk teman-teman. Akhirnya perjalanan kami sampai di sini dan masih mencari waktu untuk berlibur bersama di tempat yang lain. Perjalanan singkat yang seru dan meningkatkan adrenalin ini mengingatkan kami untuk lebih dekat kepada Tuhan. Kesimpulan saya dengan saya traveling semakin mendekatkan saya kepada Tuhan untuk lebih berserah dan bersyukur atas semua ciptaan-Nya. Salam traveler!!!

12JT1706

Advertisements

6 responses to “Tarian Ombak Besar Nusa Barong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s