Menikmati Suasana di Kota Tua Semarang

Hai teman-teman pembaca dan traveler. Saya mau menceritakan pengalaman traveling beberapa waktu lalu. Pada saat ini (Februari 2013) adalah bulan pertama dimana saya memiliki dua kerjaan karena harus mengerjakan pekerjaan rekan kerja yang sedang cuti melahirkan selama tiga bulan *tarik napas daleeeemmm*.  Minggu pertama ini saya benar-benar sibuk dengan pekerjaan, pikiran saya menjadi sangat penat. Yang terlintas di pikiran saya yaitu weekend awal bulan besok ( Maret 2013) harus traveling. Entah kenapa pikiran saya jauh melayang menuju ke Kota Semarang. Hari Selasa saya menghubungi teman saya yang bernama Mega yang tinggal di Semarang bahwa saya akan bermain ke rumahnya. Saya tidak mempunyai destinasi khusus pada saat di Semarang, cuma ingin menikmati sensasi banjir di Semarang pada saat musim penghujan, selain itu cukup menikmati suasana di sana sudah cukup membuat pikiran saya menjadi lebih fresh seperti baru disembur angin yang keluar dari kulkas. Werrrr dingiiiinnnnnnn. Hahahaha.

Pada hari Kamis, Pak Boss memberikan pekerjaan yang banyak kepada saya dan harus selesai pada hari Sabtu (2 Maret 2013). Waduuuuuhhhhhh, saya mulai lembur dan fokus mengerjakan pekerjaan.  Untunglah pada hari Jumat pekerjaan saya sudah selesai dan Pak Boss memberi lagi pekerjaan lagi. Hadaaahh. Namun saya tidak mau lembur pada weekend ini tapi janjikan bahwa pekerjaan itu akan selesai pada hari Senin besok.

Hari Jumat pukul 21.00 malam saya berangkat dengan bus dari Terminal Tawang Alun Jember menuju Terminal Bungurasih Surabaya. Saya tertidur selama di perjalanan, untung saja penumpangnya sedikit sehingga saya dapat tidur dengan leluasa di kursi bus. Saya sampai di Bungurasih pada hari Sabtu pukul 01.30, saya terbangun untuk mencari bus tujuan Semarang. Namun bus menuju Semarang habis karena sudah disewa oleh ratusan superter Persebaya (klub sepakbola dari Surabaya), haizzzz… Bus selanjutnya akan datang pada pukul 02.30, ya sudahlah saya begadang satu jam sambil menunggu bus dengan mata mengantuk *terasa seperti zombie*. Akhirnya bus yang kutunggu sudah datang, saya langsung berlari mengejar bus yang akan masuk ke lintasan tempat tunggu penumpang. Saya terburu mengejar bus karena penumpang yang menunggu banyak, hahaha disinilah letak keseruan jika kamu traveling dengan menggunakan bus ekonomi. Di dalam bus saya hanya tidur saja sambil beberapa kali terbangun mengamati tingkah laku penumpang. Di tengah perjalanan saya menikmati pemandangan matahari terbit di jalur Pantura (Pantai Utara) Pulau Jawa. Ternyata cukup lama di dalam bus, perut saya mulai terasa lapar. Saya makan biskuit yang sudah dipersiapkan dari rumah. Pada pukul 10.45 saya sudah sampai di Semarang, saya turun dari bus kemudian berjalan kaki menuju rumah Mega. Di tengah perjalanan, Mega mengirim pesan kepada saya untuk mampir membeli mie ayam, wah kebetulan sekali saya juga lapar.

Saya membawa dua bungkus mie ayam yang cukup terkenal di sana menuju rumah Mega. Jalanan beraspal itu dibanjiri oleh air hujan. Ketinggian air banjir tidak terlalu dalam, saya terpaksa harus berjalan di tengah jalanan yang kurang padat dilalui lalu lintas karena hanya jalan tengah saja yang tidak terendam banjir. Sampai juga di rumah Mega, saya kaget karena disambut oleh dua ekor anjing. Hiyaaaaaaaa tahun kemarin ke rumah ini tidak ada anjing. Hmm saya membiasakan diri dengan kedua ekor anjing hias itu, saya membersihkan kaki dan tangan dahulu sebelum masuk ke kamar kosong yang sudah disiapkan oleh teman saya yang baik hati ini. Kami makan dahulu kemudian saya masuk ke kamar sambil mencharge handphone saya. Dan kemudian…. saya tertidur. Hahaha capek banget perjalanan jauh dengan bus. Jam 15.00 kami berangkat naik bus kota menuju rumah saudara Mega yang ada di dekat Masjid Agung Jawa Tengah karena sepeda motornya mogok kemarin terendam banjir yang cukup dalam. Motornya kami perbaiki dahulu di bengkel namun bengkelnya lagi ramai, akhirnya Mega mengotak-atik busi listriknya dan menyala. Yaakkkkk!!! Petualangan saya dimulai.

JTS 1

JTS 9

JTS 10

JTS 11

Saya yang mengendarai sepeda motor, saya menikmati keseruan berkeliling di Kota Semarang yang diserbu banjir. Akhirnya kami sampai di kawasan kota tua. Mega terus melanjutkan ke Pelabuhan Tanjung Mas karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Saya dititipkan pada temannya di komunitas yang peduli dengan kawasan kota tua tersebut. Kebetulan ada dua event pameran yang sedang berlangsung di sana. Yang pertama adalah pameran lukisan dan yang kedua adalah pameran alat elektronik tua. Saya berkeliling memotret Gereja Blenduk dahulu sebelum menikmati pameran alat elektronik tua. Saya senang sekali melihat-lihat alat elektronik tua tersebut, seakan-akan mereka bercerita tentang kisah mereka di masa lalu. Alunan musik Koes Plus terdengar di telingaku dari pemutar musik piringan hitam yang klasik. Musik yang keluar dari alat piringan hitam memang berbeda dari alat pemutar musik yang sudah modern. Alat elektronik kuno yang dipamerkan adalah gamaphone, radio, telepon, transistor, TV, tape, piringan hitam dan lainnya. Saya duduk dan mendengarkan ketua dari komunitas itu bercerita. Ketua mereka bisa dibilang hidup pada tahun 1970an. Beliau bercerita bahwa era manual berubah jadi sedikit elektronik pada tahun 1930-1940an kemudian berkembang pesat pada 1960an saat radio muncul dgn banyak varian. Radio yg laris manis pada tahun 1960an adalah radio dgn merk “ERNEST”.

JTS 8

JTS 2

JTS 14

JTS 13

JTS 6

JTS 5

JTS 4

JTS 7

JTS 16

JTS 15

JTS 12

Matahari terbenam saya berjalan menuju Polder Tawang tapi saya tidak mendapatkan gambar yang bagus karena suasana langit yang mendung dan gelap. Saya kembali lagi di kawasan Gereja Blenduk. Saya membeli nasi goreng sejenak untuk mengisi perut saya yang lapar. Rupanya pameran lukisan sedang opening ceremony, saya melihatnya dari taman yang sejuk itu. Saya duduk sendiri di taman sambil menikmati suasana di kota tua. Suasana yang sangat nyaman jika kalian ingin menyegarkan pikiran. Lah lah… Suasana mulai berubah ketika taman yang nyaman itu didatangi oleh beberapa pasangan yang sedang memadu kasih. Hayaaaaahhhhhhhh saya kemudian mencari tempat duduk yang nyaman untuk bisa menikmati suasana sendiri. Cukup lama menunggu Mega yang sedang bekerja. Saya benar-benar menikmati suasana di sini, saya melihat bangunan-bangunan tua di sekitar. Saya tersenyum sendiri, saya membayangkan kehidupan masa lalu yang terjadi di tempat ini. Seketika juga beberapa pasangan muda-mudi menjauh dari saya. Haizzz dipikir gila mungkin ya.

Sekitar pukul 21.00 Mega datang menjemput saya. Akhirnya perjalanan kuliner dimulai. Kami mendatangi teman-teman Mega untuk makan di sebuah tempat makan yang unik. Tempat makan ini unik karena terbuat dari kontainer bekas yang didekorasi ulang dengan baik dan nyaman. Di jalan Kyai Saleh, tempat makan ini berada. Makanan favorit di tempat ini adalah kerang pedas dan kue leker. Hihihiiiiiiiiii makanan ini sangat enak semua. Kami mengobrol sampai jam 2 pagi kemudian pulang ke rumah masing-masing. Perjalanan di Kota Semarang cukup sampai di sini teman-teman, sampai ketemu lagi. Salam traveler!!!

JTS 19

JTS 20

13JT0203

Advertisements

3 responses to “Menikmati Suasana di Kota Tua Semarang

  1. @johanesjonaz : iya keren banget, betah suasana di gereja dan di tamannya.
    @zarah lee : beruntung sangat lah. lebih beruntung lagi buat yang akan pergi ke India dan NZ kan? *ehem*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s