“Terlantar” di Karimun Jawa

Sunset di Karimun Jawa

Sunset di Karimun Jawa

Kisah ini bermula ketika ada sembilan orang sahabat di masa sekolah menengah atas (SMA) yang sudah bekerja mau mengadakan reuni sekaligus berlibur ke Karimun Jawa. Yeeeeyeeeeee liburan bareng!!!!!! Begitulah trending topik kami di media sosial facebook. Satu bulan sebelum hari-H kami mempersiapkan semua keperluan dan akomodasi selama perjalanan. Dari sembilan orang ini, teman saya yang bernama Andy mendapatkan tugas untuk mengatur transportasi dari Jember-Surabaya-Semarang. Kesepakatan bersama memutuskan untuk naik kereta ekonomi kelas bisnis/eksekutif dengan harga yang WOW langsung sesak napas. Saya menghela nafas yang cukup dalam melihat keputusan tersebut di notifikasi facebook saya. Sahabat-sahabat saya ini termasuk dalam keluarga yang cukup ekonominya sedangkan saya harus menabung beberapa lama dari hasil kerja bulanan baru bisa liburan. Seharian saya bertapa di atas ranjang, dan saya memutuskan untuk berangkat satu hari lebih awal dengan menggunakan bus ekonomi.

Nah pada kesempatan kali ini saya bertugas sebagai pembuat susunan acara dan sekaligus yang berkomunikasi langsung dengan biro tour yang melayani liburan ke Karimun Jawa. Saya menemukan dua biro tour lengkap dengan susunan acara, harga tour, dan hasil-hasil foto mereka. Saya kemudian meminta teman-teman semua untuk memilih salah satu. Akhirnya biro tour dengan initial “WW” yang terpilih dengan harga paket Rp 600,000 / orang untuk 2 hari 1 malam. Saya meminta kepada teman-teman untuk membayar DP 50% dari harga yang ditetapkan sebagai tanda jadi dan memesan seat / tempat. Teman-teman saya yang perempuan juga mendapatkan tugas sebagai penyedia makanan dan minuman.

Segala persiapan sudah selesai dan kami dengan gembira menunggu weekend yang berkesan di Karimun Jawa. Waktu yang tersisa masih dua minggu untuk berangkat. Kami memesan tiket ketika musim penghujan. Serasa seperti disambar petir ketika saya browsing di internet. Ada berita tentang Karimun Jawa dan kali ini menceritakan bahwa ada puluhan wisatawan tidak dapat kembali ke Pulau Jawa karena cuaca buruk. Diaaarrr!!!! Diaaaarr!!!! Teman-teman saya panik, tiket kereta api di-refund dan akhirnya liburan dibatalkan. Uang muka 50% hangus sesuai perjanjian dengan biro tour. Namun saya yang susah payah mengumpulkan uang untuk liburan tidak mau membuat itu hilang percuma dan saya memutuskan untuk pergi ke Karimun Jawa sendiri. Ya saya sendirian pergi dan teman-teman saya tidak menghubungi saya lagi.

Satu minggu sebelum hari-H saya mempersiapkan sendiri semua keperluan. Saya baru sadar kalau di Semarang cuma memiliki teman saat sekolah yang sedang bekerja di sana. Namanya Arzenta, saya menghubunginya untuk menginap semalam di tempatnya. Ternyata oh ternyata Arzenta ada acara dan tempat tidak bisa untuk ditinggali oleh tamu. Gubraaaakkk!!! Saya tidak merencanakan uang untuk menginap di Semarang. Saya harus tidur di mana, saya belum pernah ke kota itu sama sekali lewati. Akhirnya saya memanfaatkan komunitas traveling dunia yang bernama Couchsurfing untuk mencari host tempat tidur untuk satu malam. Pada hari Senin H-6 saya menemukan tempat untuk tidur sementara melalui komunitas itu. Saya juga memantau cuaca dan ketinggian air laut di Karimun Jawa melalui situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia dan pada H-6 penyeberangan Semarang, Jepara menuju Karimun Jawa masih ditutup. Saya masih harap-harap cemas untuk bisa ke sana atau tidak. Pada hari Rabu H-3 saya membuka kembali situs BMKG, penyeberangan dibuka kembali karena cuaca dan ketinggian air laut sudah membaik. Eng i engggg….. Liburan ke Karimun Jawa bisa berlanjut.

Hari Kamis sepulang bekerja saya berangkat menuju Terminal Tawangalun Jember. Saya mendapat kabar dari David bahwa dia juga akan ke Semarang untuk bertemu dengan kekasihnya. Wah berita baik buat saya karena mendapatkan teman seperjalanan dari Surabaya ke Semarang. Jumat dini hari saya bertemu David di Terminal Bungurasih Surabaya.

Hari Jumat merupakan tanggal merah yang menunjukkan libur. Jumat pagi hari kami sampai di Terminal Terboyo Semarang. David menampung saya di hotel tempat dia menginap, namun saya sudah membuat janji untuk tinggal di rumah Mega. Pada siang hari, Arzenta meluangkan waktu untuk mengajak saya berkeliling kota dengan menggunakan angkutan kota. Hari menjelang malam, saya akhirnya menuju ke rumah Mega untuk beristirahat.

Horeeeeee!!! Sabtu pagi saya diantar oleh Mega ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang karena saya akan mengikuti tour ke Karimun Jawa dengan kapal cepat “Kartini’. Saya benar-benar terlantar pada tour kali ini, tidak ada satupun orang yang saya kenal. Kemudian ada seorang yang bernama Adi menghampiri saya dan memberikan tiket penyeberangan. Ternyata Adi adalah tour guide yang mengantarkan rombongan saya. Saya memasuki kapal cepat tersebut dan kapal tersebut berjalan. Saya duduk dan menanyakan kepada sebelah saya apakah mereka ada pada satu rombongan dengan saya. Ternyata mereka bukan dari rombongan yang ikut biro tour dengan saya. Saya sangat was-was karena tidak ada yang serombongan dengan saya. Kemudian saya SMS ke biro tour dan tidak ada balasan. Hiyaaaaaaaaaa…..Saya putuskan untuk menikmati suasana ini sendiri. Saya senyum-senyum sendiri, penumpang yang duduk di sebelah saya yang bernama Yayat dan Mas Bowo (www.TravelJunkieIndonesia.com) berdiri dan pergi ke dek depan kapal setelah melihat saya tersenyum. Wah sepertinya saya dipikir gila. Saya putuskan untuk menikmati suasana ini sendiri.

Kapal Cepat Kartini

Kapal Cepat Kartini

Karimun Jawa adalah kepulauan yang terdaftar dengan nama Kecamatan Karimun Jawa dan termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Kepulauan ini memiliki pulau induk yang relatif besar dan dikelilingi oleh pulau-pulau kecil. Kepulauan Karimun Jawa terdiri dari 22 pulau. Karimun Jawa ini ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1999 kemudian ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam perairan pada tahun 2001. Konon menurut cerita setempat kepulauan ini ditemukan oleh Sunan Muria.

Karimun Jawa

Karimun Jawa

Sekitar satu setengah jam kapal ini menyeberang, akhirnya sampai juga di Pelabuhan Karimun Jawa. Asyiikkkkkkk!!!! Namun kegirangan saya sedikit sirna setelah saya bingung sendiri untuk ikut jalan ke mana. Semua penumpang sudah ada biro tour yang sudah menunggu, sedangkan saya kemana???? Wah setelah beberapa menit mencari Mas Adi, akhirnya ketemu juga. Kalau biro tour yang lain begitu sampai di Pelabuhan Karimun Jawa, mereka langsung diangkut oleh mobil pick-up sedangkan biro tour yang saya ikuti ini ada “welcome drink” yang berupa es kelapa muda. Sluruuuupppp!!! Segaaaarrr!!!

Pintu Masuk

Pintu Masuk

Saya menemukan rombongan tour yang dipandu oleh Mas Adi, beberapa saat kemudian kami semua diangkut oleh mobil pick-up untuk menuju hostel tempat kami menginap. Empat orang pertama turun menuju suatu hostel seperti hotel bintang dua. Wah keren, pasti hostel tempat saya menginap seperti hostel tersebut. Tak lama kemudian kami sampai di rumah penduduk, ternyata sisa rombongan tidur di rumah penduduk tersebut dalam satu rumah. Saya diberi satu kamar sendirian. Kami semua diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk istirahat sebentar dan meletakkan barang.

Tadaaaaaa!!! Pick-up yang menjemput kami datang, kami berangkat menuju pelabuhan kecil yang ada di Utara pulau besar ini. Beberapa saat kemudian kami naik perahu nelayan yang sengaja disiapkan untuk wisatawan. Di tengah perjalanan, perahu tersebut berhenti. Kami diberi kesempatan snorkling untuk menikmati keindahan bawah laut pada tempat yang bernama karang gosong tersebut. Hiyaaaaa karangnya sebagian besar berwarna hitam dan banyak ikan kecil yang bagus. Pada saat semua snorkling, kami bertemu dengan rombongan yang lain juga berhenti pada tempat ini. Mas Adi lupa membawa kamera underwaternya, namun tour guide dari rombongan yang lain meminjamkan kamera underwaternya kepada Mas Adi. Pada saat mereka sibuk snorkling, Mas Adi sibuk mengambil gambar pesertanya yang berkelompok dengan teman-temannya. Saya yang sendirian mendapatkan gambar sedikit. Fiuuuhhhh!!

Perjalanan dilanjutkan dengan menuju Pantai Ujung Gelam. Pantai ini berwarna putih dan ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa dengan sudut kemiringan sekitar 70 derajad. Saya sibuk sendiri mengambil gambar pemandangan yang indah ini. Pada pulau ini terdapat warung-warung kecil dan gazebo tempat peristirahatan wisatawan, namun kami tidak diperkenankan untuk mengambil sesuatu dari pulau ini. Saya meminta izin kepada Mas Adi apakah diperbolehkan untuk mengambil pasir pulau ini. Izin itu dilontarkan dari mulut Mas Adi kemudian saya mengambil satu botol berisi pasir putih tersebut untuk kenang-kenangan.

Pantai Ujung Gelam

Pantai Ujung Gelam

JT KJ 05

JT KJ 06

JT KJ 07

Hari sudah menunjukkan pukul lima sore. Kami satu rombongan pulang ke pulau induk. Di tengah perjalanan menuju, kami disajikan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Saya mengabadikan moment tersebut mulai proses matahari ada di atas laut sampai tenggelam ke dalam laut. Begitulah kata-kata yang umum tentang matahari terbenam namun menurut ilmiah kata tersebut salah besar. Hahahaha…

JT KJ 08

JT KJ 09

JT KJ 11

JT KJ 12

Kami sampai di pulau induk, mobil pick-up mengantarkan kami ke rumah penduduk tadi. Pada saat semua turun dari mobil pick-up, saya disuruh Mas Adi untuk pindah ke rumah lain yang jauh dari rumah tersebut karena saya sendirian sedangkan kamar yang saya tinggali untuk rombongan yang lebih dari satu orang. Fiuuuhhhhh benar-benar terlantar di pulau yang baru saya kenal.

Saya dipindah ke rumah penduduk yang ada di pusat pulau, yah lumayan lah dekat dengan keramaian dan yang menginap cuma saya seorang. Saya mandi sebentar dan men-charge telepon genggam milik saya. Pada jam 7 malam sampai pagi jadwalnya adalah acara bebas. Saya bingung mau melakukan apa. Teman tidak punya, mau ke mana-mana juga bingung. Akhirnya mengirim pesan ke Mas Adi untuk menemani saya jalan-jalan. Namun di pulau itu sinyal operator seluler susah, ya sudah saya jalan-jalan keluar sendirian. Saya makan malam pada suatu warung di pusat keramaian tersebut. Dengan menu nasi goreng standard saya mengganjal perut saya. Kemudian saya mencari oleh-oleh untuk keluarga di Jember. Hari sudah hampir tengah malam, saya pulang menuju rumah penduduk tempat saya menginap. Saya melewati penginapan yang ditinggali oleh Yayat dan Mas Bowo, saya mampir sejenak untuk berbincang-bincang dengan mereka. Tentu saja topik yang kami bahas tentang traveling. Mata sudah meredup, saya kembali ke rumah penduduk itu tapi pintunya dikunci. Jiaaaahhhh saya mengetuk pintu rumah, beberapa menit kemudian bapak pemilik rumah membukakan pintu. Saya ternyata mengganggu tidurnya. Maaf ya Pak!! Hihihi…

Hari Minggu pagi saya tidak mendapatkan kabar dari Mas Adi untuk kumpul jam berapa. Saya tunggu sambil mandi dan sarapan dari hidangan yang sudah disiapkan oleh ibu pemilik rumah. Makanannya ikan goreng dan lalapan sambal yang enak. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, saya belum juga dapat kabar dan belum dijemput mobil pick-up. Saya putuskan untuk jalan-jalan sendiri. Tak lama kemudian saya berpapasan dengan Mas Adi yang dibonceng dengan menggunakan sepeda motor, ternyata mereka sedang mencari saya. Saya diantar menuju pelabuhan Utara Karimun Jawa. Satu rombongan berangkat menuju spot snorkling. Tempat ini karangnya lebih bagus dan berwarna-warni.

JT KJ 13

Setelah puas snorkling, kami diajak menuju penangkaran hiu. Hiu yang dimaksud bukan hiu yang besar seperti yang ada di film-film tapi hiu kecil yang berwarna kecoklatan. Kami diberi kesempatan untuk berfoto sambil memegang ikan pari. Hiyaaaaahhhh geli-geli licin!!! Ya sudahlah, paling tidak saya punya foto kenang-kenangan berfoto dengan ikan pari. Bintang laut di sini juga bagus, selain itu mereka juga merawat ikan-ikan kecil. Waktu menjelang siang, kami makan dahulu di sini. Kami berlayar kembali di suatu spot untuk snorkling namun kami semua menolaknya karena cuaca sangat panas. Akhirnya kembali ke pulau induk dan trip selesai. Haaahhh!!! Sudah jauh-jauh ke sini dan membayar cukup mahal cuma begini saja??!

JT KJ 14

JT KJ 15

JT KJ 16

JT KJ 17

JT KJ 18

JT KJ 19

JT KJ 20

Pada saat mobil pick-up mau mengangkut kami, sopirnya menawarkan saya untuk pergi ke sini pantai yang lain. Sopir itu minta uang Rp 50.000,- untuk jasa pulang-pergi. Kemudian saya menyampaikan kepada rombongan, hanya sebagian yang mau ikut ide saya. Sepasang suami-istri mau membayar sewa mobil itu namun tiket masuk ke kawasan pantai itu kami harus membayar sendiri senilai Rp 10.000,-  Tak disangka di pantai dengan hotel kayu yang lumayan mewah itu, saya bertemu dengan Yayat dan Mas Bowo. Ternyata trip mereka hari itu dibatalkan karena kekurangan tour guide, wah benar-benar rugi padahal biaya trip mereka lebih mahal dari biro tour yang saya sewa. Mereka jalan kaki dari perkampungan menuju kawasan hotel itu sejauh 2KM dan kami naik mobil pick-up pulang.

JT KJ 21

JT KJ 22

JT KJ 23

JT KJ 24

JT KJ 25

Kami kembali ke rumah penduduk untuk bersiap-siap pulang. Saya mau men-charge telepon seluler namun listrik di sana hanya nyala pada pukul 4 sore sampai pagi hari. Saya ke tempat Mas Adi untuk menyelesaikan administrasi dan tentunya copy foto underwaternya. Kami pulang menuju Pelabuhan Karimun Jawa. Sampai di pelabuhan ternyata kapal cepat “Kartini” – nya rusak. Wah saya semakin bingung karena saya harus sampai jam 4 sore di Terminal Terboyo supaya besok Senin bisa sampai kantor tepat waktu. Sekitar 1 jam kami menunggu di pelabuhan dan akhirnya kami naik kapal express “Bahari” yang turun di Jepara.

JT KJ 26

Kapal Express Bahari

Kapal Express Bahari

Ketika sampai di Pelabuhan Kartini Jepara, Mas Adi masih mencarikan kami bus untuk turun di Terminal Terboyo. Sekitar 15 menit kemudian, kami naik bus menuju Semarang. Di tengah perjalanan tepatnya di Demak ada perbaikan jalan. Jalan macet karena ada perbaikan jalan, sistem buka-tutup diberlakukan menambah lama waktu. Fiuuuhhhh…

Kami sampai di terminal pada pukul 6 sore. Jiaaahhh sudah pasti saya besok pagi tidak bisa masuk kantor. Saya menuju rumah Mega. Saya dan Mega menuju toko Lumpia (makanan khas dari Semarang) yang terkenal untuk membeli untuk keluarga saya dan kemudian kami ke rumah Mega. Di sana ada Jay yang kebetulan mau kembali ke Surabaya. Saya juga bertemu David di terminal, kami bertiga naik bus patas menuju Surabaya. Kami sampai di Terminal Bungurasih pada Senin dini hari. Saya kirim pesan ke pak boss kalau saya tidak masuk karena sakit (Maaf ya Pak!!! Semoga Pak Boss tidak membaca artikel saya ini. Hahahaha.) Saya sampai di Jember pada Senin siang.

Sekian dulu cerita dari saya, semoga menjadi inspirasi untuk para traveler dan pembaca yang lain. Pada suatu tempat wisata manapun kita jangan mengambil apapun selain mengambil gambar, jangan meninggalkan apapun selain meninggalkan jejak kaki, dan jangan membunuh apapun selain membunuh waktu. Teruslah berjalan!! Umur tidak cukup untuk menjelajahi bumi yang sangat luas ini. Selama waktu masih ada, tunggu apa lagi!

 

24-25JT0312

 

Advertisements

11 responses to ““Terlantar” di Karimun Jawa

  1. Thank u boss…. 3 hari kurang kalau mau eksplore Karimun Jawa. Itu untung aja gue bisa pulang ada kapal express.

  2. wahhh… terus pergi sendiri tanpa hiraukan temen. hehe. GOOD CHOICE! so agak mencabar ya kalau mau ke Karimunjawa. hehe.. pergi solo lagi… tapi nice post! Aku memang suka baca post panjang2 begini. =)

  3. @Zarah: Butuh waktu sekitar 5 hari untuk mengingat-ingat pengalaman saya ini dan curi-curi waktu luang di saat bekerja. Saya beberapa kali ketauan oleh boss saat menulis ini. hahahaha

  4. He he he…. Anda nekad juga pergi ke sana, tapi itu adalah pengalaman yang luar biasa. Senang bisa membaca pengalaman itu.

  5. Pengen Banget Kesana… Travel yg bagus n murmer untuk kekarimunjawa dikawasan jember dimna yaa?!

  6. wah seperti yang pernah diposkan di kompasiana ya, boleh numpang tanya min sedang gogling tentang kapal cepat rute surabaya-makasar. kalau karimunjawa ocean park sudah pernah saya liat di dermaga situ yang datangnya dua kali dalam seminggu. terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s