Klenteng Agung Sam Poo Kong – Simbol Kerukunan Umat Beragama

JT SPK5

Hari Sabtu malam jam menunjukkan pukul 19. 20, saya menyempatkan diri mengunjungi Klenteng Agung Sam Poo Kong. Hanya dengan membayar tiket masuk seharga Rp 3.000 saya memasuki kawasan klenteng agung. Ada pembagian wilayah pada kawasan tersebut yaitu kawasan wisata dan kawasan untuk beribadah. Saya hanya memasuki kawasan wisata, suasana di malam hari saya menikmati pemandangan sinar lampu lampion merah khas masyarakat China. Namun saya kurang puas datang pada malam hari karena saya tidak bisa mengambil gambar dengan maksimal karena terlalu gelap.

Pintu Gerbang

Pintu Gerbang

JT SPK3

JT SPK2

Klenteng Sam Poo Kong atau yang disebut dengan Gedong Batu. Jl. Simongan No. 129, Kelurahan Bongsari, Semarang Selatan. Klenteng tersebut sekarang dikelola oleh Yayasan Sam Poo Kong. Menurut cerita seorang sahabat saya yang ada di Semarang, konon klenteng ini dibangun untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa dari Laksamana dari Tiongkok yang bernama Cheng Ho.

Konon Cheng Ho kecil lahir di Mongolia, beliau diculik dan dibawa ke China. Beliau dilatih keras oleh kerajaan agar fokus dalam mengemban tugas dari kerajaan. Laksamana Cheng Ho diberi tugas untuk berlayar ke Pulau Jawa untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam. Pada saat pelayarannya di Laut Jawa ada awak kapalnya yang sakit, Cheng Ho memerintahkan untuk berlabuh di pantai Utara Semarang dan mendirikan masjid. Beberapa saat kemudian Cheng Ho melanjutkan pelayarannya. Banyak awak kapalnya yang hidup menetap di Desa Simongan dan menikah dengan penduduk setempat. Selama tinggal di Semarang, Cheng Ho memberi pelajaran bercocok tanam dan menyebarkan agama Islam pada masyarakat sekitar.

Masjid yang didirikan Cheng Ho beralih fungsi menjadi klenteng. Orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan tersebut sebagai klenteng karena strukturnya yang berarsitektur China. Meskipun Laksamana Cheng Ho beragama Islam, masyarakat menganggapnya sebagai dewa. Menurut agama Kong Hu Cu, mereka menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan pada mereka.

Keesokan harinya saya mengunjungi lagi Klenteng Sam Poo Kong untuk melihat pemandangan pada siang hari. Saya sangat nyaman berada di kawasan klenteng karena pukul 15.00 udara sejuk dan sinat matahari tidak terlalu panas. Hari minggu ini banyak pengunjung yang mengabadikan momen di Klenteng Sam Poo Kong. Saya mendapatkan pemandangan yang bagus dan sejarah yang menarik dari klenteng ini. Tiba saatnya saya pulang ke kampung halaman saya di Jember.

JT SPK4

Klenteng

Klenteng

2829JT0412

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s