Bukit Batu Putih – Ketika Alam bertemu Tangan Manusia menjadi Karya Indah

JT BP 08

Ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Tanah Garam atau Pulau Madura ada sebuah misteri umum yang membuat saya bertanya-tanya.
Misteri itu adalah rumah penduduk di Madura. Mungkin kita berpikir sejenak bahwa rumah yang biasa di Pulau Jawa dan di daerah lainnya tersusun dari beton atau batu-batu bata berwarna merah.
Namun ketika saya mengamati rumah penduduk di Madura sangat berbeda. Sebagian besar rumah mereka memiliki struktur dari susunan batu bata berwarna putih.

“Batu bata berwarna putih” adalah bagian dari budaya yang unik dari Pulau Madura. Saya penasaran dengan batu bata berwarna putih tersebut. Sejenak saya tertegun dengan batu bata putih itu. Terbuat dari apa? Di mana tempat produksinya? Siapakah penemunya? Dan bagaimana cara pembuatannya?
Di pinggir jalan juga banyak saya temui timbunan batu bata berwarna putih.

Saya menginap di rumah orang tua dari teman kantor dan hanya bertujuan untuk silaturahmi tepatnya di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.
Saat di rumah teman saya menanyakan rasa penasaran tentang batu bata putih pada ayah teman saya. Beliau menjawab bahwa batu bata berwarna putih itu terbuat dari batu putih yang ada di kawasan Utara Pulau Madura.
Ada satu hal lagi yang saya tanyakan kepada Beliau yaitu  tentang kampung manusia pasir yang saya temukan sedikit informasinya di internet namun Beliau sama sekali tidak mengetahuinya. Tentu saja jawaban Beliau masih belum bisa menjawab rasa penasaran saya.

Kunjungan saya yang pertama pun sudah berakhir dan hanya menyisakan rasa penasaran akan batu bata putih dan kampung manusia pasir.
Saat kembali ke Jember, saya menemukan informasi tentang kampung manusia pasir bahwa kampung tersebut berada di dekat kawasan Pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep.

Satu bulan kemudian saya memutuskan untuk kembali ke Pulau Madura bersama teman saya untuk mencari jawaban dari rasa penasaran tentang kampung manusia pasir. Awalnya kami berdua mengunjungi Pantai Slopeng di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep sebentar. Tepat Pukul 13.30 kami meninggalkan Pantai Slopeng dan menuju ke Pantai Lombang untuk mencari keberadaan kampung manusia pasir. Kami berjalan pelan-pelan dengan mengendarai sepeda motor sambil menikmati pemandangan laut yang ada di pinggir jalan.

JT BP 01

JT BP 10

Tanpa terasa perjalanan 45 menit pun berlalu dan berada di Kecamatan Batuputih. Kami melihat ada bukit-bukit yang berlubang dan dari jauh terlihat indah. Kami memutuskan untuk berhenti sejenak untuk melihatnya. Setelah saya mendekat, satu kalimat yang saya ucapkan adalah “Ya TUHAN, indah sekali pemandangan ini”. Pertanyaan saya tentang batu bata putih terjawab di tempat ini. Ternyata di kawasan ini adalah tempat produksi batu bata berwarna putih.

JT BP 03 JT BP 02

Bukit-bukit ini terbuat dari batu kapur sehingga masyarakat sekitar menambangnya untuk membuat batu bata putih. Saya bertanya pada penambang yang sedang bekerja, mengapa memakai batu bata yang terbuat dari kapur. Bapak penambang itu menjawab bahwa pulau mereka memiliki sedikit tanah liat untuk dijadikan batu bata. Akhirnya mereka mencari alternatif lain untuk memakai batu kapur sebagai batu bata untuk menyusun rumah-rumah mereka.
Perasaan saya senang ketika salah satu rasa penasaran sudah terjawab. Kami turun menuju dasar tebing kapur dan dari sana udaranya sejuk dibanding dengan udara yang ada di luar lokasi penambangan batu kapur. Di tempat ini saya jadi tahu bagaimana proses pembuatan batu batu berwarna putih.  Awalnya dataran batu kapur diratakan dengan gergagi mesin. Setelah dataran batu kapur itu datar dan rata, kemudian digergaji mesin sedalam sekitar 10 cm sehingga membentuk cetakan persegi panjang. Para penambang kemudian mencangkul cetakan tersebut sehingga menjadi batu bata yang siap dipakai. Sudah ada beberapa truk yang sudah siap untuk mengangkut batu batu berwarna putih untuk membawa ke daerah pembangunan rumah.

JT BP 06
Pemandangan di tempat ini bagus, kebetulan langitnya cerah berwarna biru. Kita masuk ke dalam tempat penambangan ini. Udaranya sejuk dibandingkan dengan udara di luar penambangan yang panas.

JT BP 07

JT BP 09

JT BP 04

JT BP 05

Saya takjub melihat hasil dari penambangan yang mereka lakukan selama bertahun-tahun. Tebing-tebing kapur tinggi indah yang mereka ciptakan tanpa sengaja. Kami pun melanjutkan perjalanan mencari kampung manusia pasir yang berada di kawasan Pantai Lombang.

11JT0810

Advertisements

6 responses to “Bukit Batu Putih – Ketika Alam bertemu Tangan Manusia menjadi Karya Indah

  1. MAdura trenyata menyimpan keunikan alam yang luar biasa.. saya juga pengen ke kampung pasir dan air terjun yang langsung jatuh ke laut… tapi belum nemu lokasi dan infonya

  2. Pernah ke sini, memang eksotis…dan siap2 kulit jadi iterm eksotis 🙂
    Air Tejun jatuh ke laut..di Katapang- Sampang, lokasinya kelihatan dr jalan raya, jalur utara madura kira2 100km dari pelabuhan Kamal.

  3. Batu putih sekarang sudah menjadi tempat wisata dari kalangan manapun, karna sekarang sudah di renovasi menjadi tempat Kolam renang dan itu ada nya dibawah bukit. maksudnya hasil kerokan dijadikan kolam oleh pemilik nya..
    Jika kalian penasaran, silahkan datang . 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s