Mendengar Lagu Alam di Pantai Plawangan

PL 7

Pada pagi hari Sabtu, ada seorang senior saya yang bernama Pak Yitno berkunjung ke rumah. Beliau mengajak saya naik motor menuju daerah Selatan Kota Jember. Selagi saya tidak acara, saya manfaatkan untuk menikmati tawarannya.

Kamipun berangkat menuju Balung. Di dekat sebuah pasar tradisional kami sarapan dengan makanan pedesaan. Setelah sarapan kami bergegas menuju kampung nelayan yang ada di dekat Pelabuhan Puger. Kami menyusuri jalanan batu kapur menuju kampung tersebut. Kami akhirnya sampai pada satu rumah yang merupakan kenalan Pak Yitno. Ternyata saya diajak menyeberang menuju Pulau Nusa Barong, namun kedatangan kami terlambat karena bapak nelayan sudah berangkat menjala ikan. Kami ditawari untuk menginap dan ikut berangkat melaut keesokan dini hari. Namun saya menolak karena saya tidak membawa persiapan apapun.

PL 1

PL 2

Akhirnya Pak Yitno dan saya mengunjungi tempat pelelangan ikan. Di sana terlihat ikan-ikan yang masih segar. Pada saat itu juga ada gurita-gurita ukuran sedang yang ditangkap oleh nelayan. Saya memberanikan diri bertanya, saya menanyakan untuk apa gurita tersebut. Mereka ternyata mengkonsumsinya untuk dijadikan sate. Tempat pelelangan itu dekat dengan Pantai Plawangan. Dan dekat dengan jalur lintas Selatan Pulau Jawa, jalanannya belum beraspal dan hanya dari tanah.

PL 3

PL 4

Kami menuju Pantai Plawangan untuk melepaskan rasa penasaran dan sekaligus rasa penat selama lima hari bekerja. Pantai Plawangan adalah tempat nelayan Puger keluar masuk menggunakan kapal. Mereka melewati sungai yang membelah pantai itu menuju Samudra Hindia. Para nelayan menyebut pertemuan sungai dan laut itu dengan sebutan “Pintu Plawangan”. Pintu Plawangan ini kerap menelan korban khususnya nelayan yang kurang berpengalaman mengatasi ombak maupun nelayan yang nekad melaut disaat cuaca buruk.

 

PL 10

PL 8

PL 6

PL 9

Pada saat berada di sana, angin laut berhembus dengan kencang. Cuaca terlihat cerah. Saya melihat seorang nelayan paruh baya yang sedang istirahat di pinggir sungai. Saya meminta izin untuk melihat hasil tangkapannya setelah menjala di pinggir sungai dan pinggir pantai. Hasil tangkapannya sebagian besar adalah udang. Saya mencoba menyeberangi sungai menuju pantai, dasar sungai tersebut adalah lumpur sehingga menghalangi saya menyeberang menuju pantai. Pasir pantainya berwarna hitam, cuaca yang cerah memperindah pemandangan pantai. Saya berteduh di pinggir pantai yang ada pohonnya. Saya duduk sambil menikmati suara angin berhembus dan suara deburan ombak, sebuah situasi yang melegakan dan membuat pikiran menjadi segar kembali. Setelah puas menikmati kesejukan alam, kami bergegas pulang menuju pusat Kota Jember.

PL 12

PL 11

 

 

11JT3010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s