Suku Sasak di Desa Sade, Lombok

JT SADE 1

Pintu Masuk Desa Sade

Pintu Masuk Desa Sade

Ini adalah pengalaman pertama saya setelah menginjakkan kaki di tanah Pulau Lombok. Sesampainya di Bandara Internasional Lombok, saya dan Hendri dijemput oleh teman saya yang kebetulan sudah tinggal lama di Kota Mataram. Kamipun meluncur menuju Kota Mataram, di tengah perjalanan kami berhenti di Desa Sade, Lombok Tengah. Letaknya pun sangat strategis, berada di pinggir jalur kendaraan yang menuju Kota Mataram.

Di sini saya melihat Suku Sasak asli yang melakukan rutinitas kehidupan mereka. Hal yang pertama saya lihat adalah kumpulan rumah adat tradisional dari Suku Sasak yang beralaskan tanah, dinding anyaman bambu, dan atap dari alang-alang atau rumput gajah. Jumlah bangunannya cukup banyak, ternyata suku tersebut memiliki 150 keluarga. Desa ini dibentuk menjadi desa wisata yang siap dikunjungi oleh para pelancong atau turis. Di Desa Sade sudah ada sekretariat PNPM Mandiri Pariwisata. PNPM tersebut mengajarkan suku tersebut untuk membuat buah tangan atau oleh-oleh khas dari Pulau Lombok. Oleh-oleh tersebut seperti kain tenun, gelang tali, cincin mutiara, perhiasan kerang. Pekerjaan utama suku ini adalah bercocok tanam, saya melihat sawah mereka yang hijau dan beberapa sapi yang membantu membajak sawah. Sapi asli mereka sangat unik, badannya berwarna coklat muda, tumit sampai lututnya berwarna putih.

JT SADE 4

JT SADE 3

JT SADE 2

Bangunan Suku Sasak sangat unik, bentuknya menyerupai gunung. Konon gunung adalah lambang kepercayaan mereka terhadap Tuhan yang Maha Esa. Pintu rumah dibuat agak rendah sehingga orang masuk menundukkan kepala mereka, hal ini mengajak kita untuk menghormati orang lain dan tidak sombong. Saya melihat ada 3 macam bangunan yang ada di desa tersebut, yaitu rumah, lumbung, dan tempat pertemuan. Saya juga melihat ada sebuah masjid yang bercorakkan Suku Sasak. Sebagian besar penduduk di sana ternyata memeluk agama Islam, dan masih ada sebagian kecil yang kepercayaan animisme dan Buddhisme. Kelompok yang berbeda tersebut hidup rukun berdampingan.

Tempat Pertemuan

Tempat Pertemuan

Perkampungan

Perkampungan

Rumah merekapun dibagi menjadi 3 bagian, yaitu serambi depan, kamar depan dan kamar belakang / atas dan setiap bagian dihubungkan dengan undak-undak / anak tangga.

Serambi depan untuk tempat tidur anak laki-laki dan untuk melakukan aktivitas rumah sehari-hari seperti menenun, memintal benang, dan menampi beras.

JT SADE 10

 

Identitas Keluarga

Identitas Keluarga

Alat Tenun

Alat Tenun

JT SADE 16

Kamar depan adalah tempat untuk melahirkan dan pada dinding mereka terdapat hiasan kepala sapi dan foto-foto keluarga mereka.

Kamar atas adalah tempat untuk memasak dan tempat tidur untuk anak-anak perempuan.

Lantai mereka terbuat dari campuran tanah dan kotoran sapi, pada saat saya bertanya pada salah satu penduduk di sana. Campuran kotoran tersebut bertujuan untuk menghangatkan rumah di saat suhu udara mulai dingin. Mereka menganggap sapi sebagai simbol kesuburan karena sebagian besar hidup mereka sangat bergantung dari sapi mulai dari membantu pertanian dan kotorannya untuk menghangatkan suhu di rumah.

JT SADE 17

JT SADE 9 JT SADE 8

Saya mendapat banyak ilmu di suku ini. Belajar proses memintal benang, menenun kain, kerukunan antar umat beragama, arsitektur dan interior bangunannya. Satu hal yang membuat saya salut dengan suku ini adalah penduduk yang sudah sepuh atau tua masih aktif berkarya memintal benang dan menenun kain, mereka masih giat bekerja dan tidak bermalas-malasan menikmati hari tua mereka. Penduduk Suku Sade dengan ramah menyambut para wisatawan, tanpa sungkan-sungkan mereka mengajak masuk ke dalam rumah. Kehidupan asli sehari-hari, mereka tampakkan kepada wisatawan tanpa dibuat-buat. Mereka handal dalam menjual kerajinan yang mereka buat, bahkan anak-anak mereka sudah pandai membuat kerajinan maupun dalam berdagang. Untuk membeli hasil kerajinan mereka, kita harus pintar tawar-menawar harga dan apalagi berbahasa dalam bahasa daerah mereka.

Kain Tenun Khas Suku Sasak

Kain Tenun Khas Suku Sasak

Aksesoris yang Mereka Jual

Aksesoris yang Mereka Jual

Anak - anak Pandai Berdagang

Anak – anak Pandai Berdagang

Sawah Suku Sasak

Sawah Suku Sasak

Jalanan Ber - paving

Jalanan Paving

Hari sudah menjelang malam, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kota Mataram untuk beristirahat dari perjalanan jauh dari Pulau Jawa.

 

 

1705JT12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s