Langkah Pertama di Bandara Internasional Lombok

Arsitektur Khas Suku Sasak

Arsitektur Khas Suku Sasak

Suatu ketika saya dan Hendri memiliki rencana bersama untuk bepergian ke Pulau Lombok. Saya yang berasal dari Jember dan Hendri yang berdomisili saat itu di Situbondo memilih Bandara Ngurah Rai, Bali sebagai tempat pertemuan kami untuk berangkat bersama ke Pulau Lombok.

Hendri datang lebih dahulu di Bandara karena dia berangkat pada siang hari sehingga keesokan pagi sudah sampai di Pulau Bali, sedangkan saya harus lembur sampai malam kemudian langsung menuju terminal untuk menuju Bali. Singkat cerita kami bertemu di kos Dyan yang berada di Denpasar dan melanjutkan perjalanan ke Bandara Ngurah Rai pada tanggal 17 Mei 2012.

Saat sampai di Bandara Ngurah Rai kami masih menunggu pesawat yang akan mengantarkan langkah kami ke sana. Pada saat itu saya sempatkan untuk mengisi batrai telpon genggam saya yang sudah habis dan Hendri dengan berbekal kartu kreditnya mendapatkan free lounge di tempat tunggu VIP. Hendri membawakan camilan yang diambil dari lounge VIP tersebut.

Tak lama kemudian pesawat kami sudah datang. Jujur dalam hati saya sedikit khawatir karena pertama kali naik pesawat yang berkapasitas kecil dan pesawat tersebut memakai baling-baling. Di dalam pesawat saya duduk di dekat jendela karena saya tau kalau Hendri takut melihat ketinggian.  Saya tertawa dengan kondisi itu karena saya melihat sosok Hendri yang besar namun takut melihat ketinggian. Saya berdoa dahulu sebelum pesawat lepas landas dari Bandara Ngurah Rai.

Perjalanan sekitar 30 menit kami mendarat di Bandara Internasional Lombok. Kedatangan kami ditemani oleh matahari terbenam yang tertutup oleh awan tebal. Saya melihat pemandangan yang bagus disertai bangunan bandara. Bayangan awal saya mengenai bandara tersebut adalah bandara yang besar, modern, dan banyak wisatawan mancanegara. Namun yang saya lihat cuma banyak wisatawan mancanegara, bandaranya tidak sebesar di Bali dan Surabaya. Banyak jasa travel bertebaran di pintu keluar bandara tersebut, ada beberapa pedagang asongan yang menjajakan dagangannya, bahkan di sekitar kompleks bandara ada pasar rakyat.

Pintu Masuk Kedatangan

Pintu Masuk Kedatangan

Tempat Kedatangan

Tempat Kedatangan

Bandara Internasional Lombok ini dibuka pada tanggal 1 Oktober 2011 dan beralamatkan di Jalan Raya Tanak Awu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Beberapa bentuk bangunan bandara memakai bentuk lumbung padi milik rumah Suku Sasak, yaitu suku asli dari Pulau Lombok. Kesan positif yang dapat saya ambil dari Bandara Internasional Lombok ini adalah masih menjaga ciri khas dan simbol dari budaya asli setempat. Meskipun berlabel bandara internasional tapi masih memperhatikan ekonomi penduduk sekitar dengan menyediakan lahan kosong untuk berdagang. Dan yang pantas untuk ditiru untuk kota-kota lainnya adalah sebagian besar para biro jasa maupun yang menjemput penumpang yang turun dari pesawat memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik meskipun kurang fasih dengan lancar.

JT BIL 4

Menara dan Kantor Bandara

Menara dan Kantor Bandara

1705JT12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s